Kembali ke Inspirasi dan Promo

Uniknya Sate Matang khas Aceh yang Menggoda Selera

Image Banner

17 March 2020

Indonesia memang tidak kekurangan ragam sajian sate. Bahkan, bisa dibilang hampir semua daerah di Indonesia memiliki jenis sajian sate-nya sendiri, dengan keunikan yang datang dari budaya dan kebiasaan lokal. Menurut peneliti senior Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada, Murdjiati Gardjito, Indonesia memiliki 252 jenis sate. Dari seluruh jumlah tersebut, baru 175 jenis sate yang telah ditelusuri asalnya. Karena itu, tak mengherankan kalau ada jenis sate yang belum pernah Anda kenal atau cicipi sebelumnya, terutama bila sate tersebut berasal dari luar daerah asal Anda. Contohnya saja Sate Matang dari Aceh yang belum terlalu dikenal masyarakat awam sebaik jenis sate lain seperti Sate Maranggi, Sate Madura, dan lain-lain. Padahal Sate Matang memiliki banyak keunikan yang membuatnya menjadi sajian yang lezat, lho.

Sajian sate khas dari Aceh ini memang memiliki nama yang unik. Toh, semua jenis sate memang sebaiknya diolah hingga matang agar bisa dinikmati dengan aman, bukan? Lalu mengapa jenis sate ini diberi nama Sate Matang? Ternyata kata 'Matang' pada nama Sate Matang bukan menunjukkan tingkat kematangan potongan daging pada sate, melainkan menunjukkan asal sate ini, yaitu dari kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kota inilah yang menjadi kota kelahiran Sate Matang hingga popularitasnya meningkat pada tahun 90-an.

Kini, Sate Matang tidak hanya bisa dijumpai di Aceh saja, tapi juga di beberapa kota besar lain di Indonesia. Namun, masih ada orang yang belum pernah mencoba Sate Matang khas Aceh. Padahal pada tahun 2013 lalu Sate Matang telah menjadi salah sajian dari Indonesia yang terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia. Sebagai orang Indonesia, tentu kita juga harus mengenal dan mencicipi sajian lezat ini, bukan?

Apa yang membuat Sate Matang begitu disukai? Salah satu hal yang menjadi keistimewaan Sate Matang dan membedakannya dengan sajian sate yang lain adalah cara penyajiannya. Bila jenis sate lainnya hanya dihidangkan bersama bumbu kacang, maka Sate Matang biasanya disajikan bersama nasi dan kuah soto yang diberi isian potongan daging dan kentang. Perpaduan kuah soto hangat yang gurih dengan bumbu kacang yang manis serta daging sate yang empuk inilah yang membuat Sate Matang begitu istimewa dan dicintai penggemarnya.

Untuk benar-benar memahami kelezatan Sate Matang, simak elemen sate Matang yang perlu Anda ketahui.

1. Sate Matang

Sate Matang biasanya dibuat menggunakan daging kambing. Namun, karena daging kambing relatif mahal, maka dibuat pula Sate Matang yang menggunakan daging sapi. Agar daging terasa sedap dengan bumbu yang meresap, daging yang sudah dipotong-potong ditumis dulu dengan bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, serai, jahe, lengkuas, kemiri, kunyit, garam, dan gula merah. Anda juga bisa menambahkan Knorr Bumbu Pelezat Ayam Rostip pada bumbu halus ini untuk memberikan aroma bawang putih yang lebih kuat, sehingga sate terasa lebih harum saat dibakar.

Selain ditumis dengan bumbu, beberapa penjual Sate Matang khas Aceh menyarankan agar potongan daging dibiarkan terendam dalam bumbu selama beberapa jam untuk memastikan bahwa bumbu benar-benar meresap dengan baik. Perlu diingat, daging kambing atau daging sapi yang diolah untuk Sate Matang biasanya dipotong dengan ukuran tidak terlalu besar, sehingga bumbu lebih mudah meresap. Setelah direndam selama beberapa saat, barulah potongan daging ditusuk dengan tusuk sate dan dibakar hingga matang. 

2. Bumbu kacang

Bumbu kacang Sate Matang tidak hanya terasa manis, tapi juga kaya rasa berkat berbagai rempah yang digunakan untuk membumbuinya. Rempah yang digunakan dalam bumbu kacang Sate Matang merupakan bahan seperti bawang putih, daun salam, daun jeruk, daun pandan, kayu manis, sereh, gula merah, gula, dan cabai. Bahan-bahan ini dihaluskan dan ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama santan dan kacang tanah yang telah digoreng dan dihaluskan. Setelah dimasak hingga mengental dan berminyak, tambahkan Bango Kecap Manis untuk menambah rasa dan warna bumbu kacang. 

3. Kuah Soto

Kuah soto yang gurih merupakan elemen penting dalam sajian Sate Matang. Kuah soto ini biasanya merupakan kaldu dari tulang kambing atau tulang sapi yang direbus bersama bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, lengkuas, kemiri, kunyit, gula merah, dan garam. Santan juga ditambahkan dalam kuah soto Sate Matang, sehingga kuah soto terasa lebih kental dan gurih. Penambahan rempah seperti kapulaga, kayu manis, serta herba seperti daun bawang, daun jeruk, daun salam, dan daun pandan pun bisa Anda lakukan agar kuah soto semakin harum dan lezat. Bila suka, Anda bisa menambahkan potongan kentang dan daging kambing ke dalam kuah soto ini. Setelah kuah soto matang, Anda bisa menikmatinya bersama sate serta bumbu kacang dan nasi.

Selain ketiga elemen di atas, sepiring nasi putih juga dihidangkan agar sajian lebih mengenyangkan. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menikmati seporsi Sate Matang yang tersaji di depan kita? Cara menikmatinya tentu terserah Anda. Tapi konon ada 2 cara yang mesti Anda coba, yaitu:

1. Cara pertama menikmati Sate Matang adalah dengan cara mencampur kuah soto dengan bumbu kacang. Setelah itu, masukkan daging sate yang sudah dilepas dari tusukannya ke dalam campuran kuah dan bumbu kacang ini. Aduk hingga campuran kuah dan bumbu kacang melumuri potongan daging dengan merata, lalu santap bersama nasi putih hangat. Perpaduan rasa gurih dari kuah soto dan rasa manis dari bumbu kacang membuat sajian ini begitu nikmat!

2. Cara kedua yang bisa Anda coba juga saat menikmati Sate Matang adalah dengan cara menyiram nasi putih dengan kuah soto, lalu cocolkan sate ke dalam bumbu kacang. Kemudian nikmati daging sate yang berlumur bumbu kacang dengan nasi putih yang telah diguyur dengan kuah soto yang gurih. Hangatnya kuah soto yang berpadu dengan potongan daging yang gurih dan manis dijamin mantap!

Ingin mencoba mencicipi kenikmatan Sate Matang? Kuliner lezat ini kini merupakan hidangan yang diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Beberapa restoran di Aceh yang populer berkat Sate Matang yang mereka sajikan adalah:

1. Sate Matang Apaleh

Restoran Sate Matang Apaleh milik Bapak Muhammad Saleh ini sudah dirintis sejak awal tahun 1990-an. Saat mulai berjualan sate, Pak Saleh hanya menjual Sate Matang dari gerobaknya. Kini, dia sudah berjualan di 11 ruko yang berderet di lokasi yang sama, yaitu di Keude (Pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Menurut Pak Saleh, dulu dia hanya menyiapkan sate dengan 5 kg daging sapi per hari. Kini, dia menyembelih 2 ekor sapi setiap hari untuk menyiapkan Sate Matang jualannya.

Setiap hari, restoran Sate Matang Apaleh ini tidak pernah sepi, walaupun lokasinya tidak terletak di pusat kota Banda Aceh. Lokasi restoran Sate Matang Apaleh ini sebenarnya cukup strategis, karena berada di jalur sibuk di lintas Banda Aceh-Medan. Itulah sebabnya banyak penumpang bis dan truk yang melintas di jalan ini dan singgah di restoran Sate Matang Apaleh.

2. Warung D’Wan

Warung D’Wan merupakan salah satu warung Sate Matang yang populer di Banda Aceh. Warung sate yang berlokasi di Jl. T Imum Lueng Bata, Banda Aceh, ini telah buka sejak lebih dari 23 tahun yang lalu. Di warung ini, 1 porsi Sate Matang yang terdiri dari 10 tusuk sate, bumbu kacang, kuah soto, dan nasi bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 25.000,- saja. Bumbu rempah seperti bunga lawang, merica, cengkeh, kapulaga, dan bumbu rahasia lainnya digunakan untuk membumbui Sate Matang di Warung Sate D'Wan, sehingga aroma sate yang sedang dibakar saja sudah cukup mengundang orang yang lewat untuk singgah di warung ini. Agar lebih segar, pesan juga jus timun atau timun serut di warung ini untuk menemani sajian Sate Matang.

3. Sate Matang Yakin Rasa

Warung Sate Matang memang tidak sulit dicari di Banda Aceh. Salah satu warung sate di Banda Aceh yang menyajikan Sate Matang adalah Warung Sate Yakin Rasa. Saat menunggu pesanan Sate Matang di warung ini, jangan bingung bila Anda mendengar juru masak yang sedang membakar sate meletakkan botol kecap dengan cara dibanting ke atas meja. Menurut si juru masak, tidak ada alasan khusus dari cara meletakkan botol kecap ini. Menurutnya, hal tersebut hanya dia lakukan untuk menarik pengunjung saja. Apapun alasannya, yang pasti Warung Sate Yakin Rasa ini menyajikan Sate Matang yang lezat dan patut dicoba.

4. Jambo Kupi

Warung yang menjual Sate Matang memang lebih mudah dicari di wilayah asalnya, yaitu di Aceh. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menemukan warung Aceh di Jakarta yang menjual Sate Matang. Salah satu restoran Aceh di Jakarta yang menyediakan Sate Matang adalah Jambo Kupi yang terletak di Pasar Minggu. Selain Sate Matang, Jambo Kupi juga menyediakan masakan khas Aceh lainnya seperti Kari Bebek, Rujak Aceh, dll.

Saat ini, popularitas Sate Matang khas Aceh memang belum terlalu besar, terutama di daerah di luar Sumatera dan Aceh. Namun, potensi Sate Matang untuk jadi sajian yang disukai banyak orang jelas sangat besar. Nyatanya, orang Indonesia menyukai sajian sate dan sajian soto. Sate Matang bisa memberikan kedua hal tersebut secara sekaligus pada penikmatnya. Selain itu, rempah yang digunakan untuk membumbui Sate Matang memang cocok dengan lidah orang Indonesia yang menyukai hidangan yang kaya rasa.

Popularitas Sate Matang yang meningkat pesat di Aceh pada tahun 1990-an menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia memang menyukai sajian sate yang unik ini. Bila sudah dicicipi, Sate Matang pasti akan mencuri hati penikmatnya. Sayangnya, belum banyak restoran di luar Aceh yang menyediakan sajian sate ini. Jadi, apakah Anda berminat mencoba menjadikan Sate Matang sebagai salah satu menu andalan Anda?


Berita Lainnya

Sensasi Unik dan Pedas, Nasi Goreng Jancuk Surabaya

Oct 14, 2019

Sensasi Unik dan Pedas, Nasi Goreng Jancuk Surabaya

Pecinta kuliner pedas pasti suka berkunjung ke Surabaya, karena di kota ini ada banyak sajian pedas yang pasti memuaskan selera para penyuka rasa pedas. Bukan hanya Sambal Bu Rudy saja sajian pedas di Surabaya yang populer, tapi juga Bebek Mercon, Pentol Gila, Mie Setan, Ceker Koleng, dan banyak kuliner lezat lainnya yang diolah dengan cita rasa super pedas. Kalau Anda menyukai nasi goreng, Anda harus mencoba Nasi Goreng Jancuk dari Surabaya.Anda mungkin mengenal ‘jancuk’ sebagai kata umpatan yang diucapkan orang Surabaya. Lalu mengapa kata umpatan ini justru menjadi nama sajian khas Surabaya? Ternyata alasannya adalah karena umpatan ‘jancuk’ ini akan keluar dari penikmat Nasi Goreng Jancuk Surabaya. Saking pedasnya sajian ini, lidah Anda pun tak bisa menahan diri untuk melontarkan umpatan kasar.Memang sebenarnya seberapa pedasnya sih Nasi Goreng Jancuk ini? Ada 2 level pedas dari Nasi Goreng Jancuk yang bisa Anda coba. Level pertama merupakan level pedas biasa. Untuk level ini, tiap porsi nasi goreng disiapkan dengan 1 ons cabe rawit. Jumlah ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memberikan rasa pedas pada nasi goreng. Tapi ternyata jumlah ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan jumlah cabe rawit yang digunakan pada Nasi Goreng Jancuk level kedua alias Nasi Goreng Jancuk Ekstra Pedas. Di level kedua ini, Nasi Goreng Jancuk menggunakan 20-30 buah cabe rawit pada tiap porsinya! Bumbu seperti sambal dan bumbu rempah pun masih ditambahkan pada Nasi Goreng Jancuk ini, sehingga cita rasa pedasnya pasti terasa. Walaupun pedas, Nasi Goreng Jancuk tetap kaya cita rasa. Bahan-bahan seperti suwiran ayam, udang, irisan telur dadar, serta kerupuk udang dan taburan bawang goreng melengkapi sajian ini. Jadi, Nasi Goreng Jancuk ini tidak hanya mengandalkan rasa pedas cabai saja, kok! Perpaduan rasa pedas dan bahan-bahan nasi goreng yang lain akan membuat Anda tak bisa berhenti menikmati nasi goreng ini.Saat ini Nasi Goreng Jancuk hanya bisa ditemukan di Surabaya. Walaupun nasi goreng merupakan sajian yang bisa ditemukan di kota-kota lain, tapi Anda tetap tak boleh melewatkan kesempatan untuk menikmati Nasi Goreng Jancuk bila Anda sedang berada di Surabaya. Keunikan Nasi Goreng Jancuk bukan hanya dari cita rasa pedasnya, tapi juga cara penyajiannya yang unik. Nasi Goreng Jancuk disajikan ke atas meja menggunakan penggorengan ukuran besar! Tak heran, porsi Nasi Goreng Jancuk memang sangat besar dan bisa untuk dinikmati oleh 3-4 orang. Makan rame-rame selalu lebih seru, kan? Apalagi kalau hidangan yang dinikmati bersama rasanya sangat lezat dan super pedas!Pecinta kuliner pedas melihat sajian pedas bukan hanya sebagai makanan biasa, tapi sebagai tantangan yang menarik. Tak heran kalau para pecinta kuliner pedas sering berburu sajian pedas yang ingin mereka cicipi, untuk menantang ketahanan mereka terhadap rasa pedas. Jadi, kalau Anda sedang berada di Surabaya, jangan terlewat untuk mencicipi Nasi Goreng Jancuk yang berada di Surabaya Plaza Hotel. Banyak pula tempat lain yang menyajikan nasi goreng di Surabaya dengan embel-embel ‘Jancuk’ pada namanya. Tapi kalau Anda ingin mencicipi Nasi Goreng Jancuk yang paling otentik, Surabaya Plaza Hotel adalah tempatnya. Jadi, apakah Anda berani menerima tantangan pedas dari Nasi Goreng Jancuk?Sumber :phinemo.com/nasi-goreng-jancuk-buronan-kuliner-big-hot-di-surabaya/ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-surabaya/nasi-goreng-jancuk-surabaya-sensasi-pedas-luar-biasa.htmltravel.tribunnews.com/2018/10/12/5-kuliner-surabaya-yang-menggugah-selera-coba-nasi-goreng-jancuk-hingga-rawon-setan?page=2greatnessindonesia.com/nasi-goreng-jancuk/idntimes.com/food/diet/venitabe0607/9-kuliner-pedas-ini-harus-kamu-coba-saat-berkunjung-ke-surabaya-c1c2/full  

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Nov 11, 2019

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Aneka kuliner di Indonesia memang banyak menyita perhatian. Beraneka macam makanan akan dengan mudah Anda temui dengan harga yang beragam. Anda akan menemukan beragam kelezatan kuliner Indonesia di setiap daerah dengan rasa khas masing-masing. Bahkan, meski memiliki nama kuliner yang sama, rasa yang ditawarkan pasti akan berbeda di setiap daerah.Sate menjadi salah satu andalan kuliner Indonesia yang memiliki lebih dari 1 macam jenis, seperti sate madura, sate padang, sate klatak, dan berbagai jenis sate lainnya. Salah satu sate yang kini banyak diminati adalah sate taichan dan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup populer saat ini. Pernah mencoba sate taichan? Sate taichan merupakan sate ayam biasa yang dibakar tanpa menggunakan bumbu yang beraneka ragam dan hanya menggunakan garam dan jeruk nipis saja sebagai bumbu. Sate taichan disajikan dengan sambal dan disantap bisa dengan lontong. Untuk kisaran harganya yaitu sekitar Rp. 2.500,00/tusuk atau Rp. 20.000,00/porsi. Jika Anda pergi ke daerah Senayan, Anda akan menemui banyak sekali kedai sate taichan. Tahukah Anda asal usul sate taichan?Jika dilihat dari nama “taichan”, tentu yang ada di pikiran kita adalah sate ini berasal dari China atau Jepang. Asal usul sate taichan sebenarnya belum terkonfirmasi dengan benar. Menurut beberapa informasi yang ada, sate taichan tercipta berawal dari datangnya sepasang muda-mudi Jepang-Indonesia yang ingin membeli sate di salah satu kedai sate madura di kawasan Senayan, Indonesia. Si pria yang berasal dari Jepang ini tidak terlalu menyukai sate berbumbu kacang seperti yang biasa dijumpai di Indonesia. Kemudian si Pria berinisiatif membakar sendiri sate yang telah ditusuk-tusuk dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Setelah matang sebagai pendamping sate, si Pria menambahkan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh pemilik kedai apa nama sate tersebut, si pria langsung menjawab “sate taichan”. Berawal dari sini lah sate taichan mulai berkembang di Indonesia. Awalnya sate taichan hanya dijual oleh 2 orang pedagang sate di kawasan Senayan, yaitu pak Amir sebagai cikal bakal sate taichan dan seorang temannya, tetapi kini sate taichan telah berkembang ke seluruh Indonesia. Sate taichan mulai berkembang pesat sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bukan hanya di Jakarta saja, sate taichan bahkan sudah berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Anda bisa menemui dengan mudah sate taichan di segala penjuru Indonesia. Semakin lama, sate taichan semakin berinovasi, bukan hanya bakar Anda juga dapat memilih sate taichan goreng sebagai menu pilihan. Tapi tahukah Anda apa perbedaan dari sate taichan dengan sate lainnya?Sebenarnya sate taichan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan sate ayam pada umumnya. Sate taichan juga menggunakan daging ayam yang dipotong dadu berukuran kecil sama seperti dengan sate ayam pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dengan sate ayam biasa, yaitu seperti:1. Dari segi penampilanSate taichan terkesan lebih pucat bila dibandingkan dengan sate ayam pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada sate ayam umumnya menggunakan bumbu khusus dengan beraneka macam bahan dan kecap sehingga menjadikan tampilannya lebih berwarna. Berbeda dengan sate taichan yang hanya dibakar dengan bumbu garam dan jeruk nipis tanpa kecap sehingga penampilannya lebih pucat. Dalam penyajiannya, sate taichan juga berbeda dengan sate ayam biasanya. Jika biasanya sate ayam dilumuri dengan bumbu kacang sebagai pendampingnya, sate taichan justru hanya menggunakan sambal sebagai pendampingnya. Anda bisa menyantapnya bersama lontong ataupun nasi sesuai dengan pilihan Anda. 2. Dari segi rasaKarena bumbu yang digunakan sate taichan cukup sederhana, maka rasa yang ditawarkan juga sederhana, tapi tidak kalah lezat bila dibandingkan dengan sate ayam biasa. Sate biasa memiliki rasa yang beragam dan beradu padu antara manis, pedas, gurih dari berbagai bumbu yang digunakan, sedangkan sate taichan memiliki rasa yang gurih dari garam dan asam dari jeruk nipis serta pedas dari sambal yang digunakan. Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu kacang, sate taichan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan makanan Anda. 3. Perbedaan bumbu sateJika bumbu sate ayam biasa itu cukup rumit dan sulit, berbeda dengan bumbu sate taichan. Bumbu sate taichan lebih sederhana dan bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah dijumpai di dapur sehingga anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Ada dua variasi sate taichan yang bisa Anda buat yaitu sate taichan bakar dan sate taichan goreng. Hal yang membedakan antara keduanya adalah proses memasaknya. Jika sate taichan bakar dibakar di atas arang maka sate taichan goreng cukup dipanggang atau digoreng tipis di atas teflon. Namun, kedua tetap dihidangkan bersama dengan sambal khasnya. Tips untuk menjadikan sate taichan menjadi lebih nikmat1. Gunakan daging ayam terbaikGunakan daging ayam yang masih segar sebagai bahan utama sate. Kualitas daging akan mempengaruhi cita rasa dari sate taichan. Jika daging yang digunakan berkualitas buruk maka rasa yang dihasilkan dari sate taichan pun akan menjadi kurang. Oleh karena itu, kualitas daging ayam sangat perlu diperhatikan. Anda dapat menggunakan semua bagian daging ayam untuk membuat sate, tetapi umumnya bagian yang digunakan adalah bagian dada ayam. Jika Anda tidak terlalu suka dengan bagian dada, Anda bisa menggantinya dengan bagian kulit atau jeroan ayam sesuai selera.2. Perhatikan tingkat kematangan sate taichanPastikan ketika membakar atau menggoreng sate taichan benar-benar matang hingga bagian dalam daging, karena daging ayam mentah mengandung bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Anda dapat membakarnya di api sedang atau di teflon dengan selalu membolak-balikkan daging agar tidak gosong. 3. Pilih sambal sesuai seleraUntuk membuat sambal taichan, Anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambahkan lebih banyak cabe rawit merah. Sedangkan jika Anda tidak terlalu suka pedas, Anda bisa mengurangi cabe rawit merah dan menambahkan cabe keriting atau cabe besar untuk membuat sambal lebih banyak.4. Gunakan bahan-bahan bumbu sate taichan terbaikGunakan bahan-bahan terbaik sebagai bahan pembuat sate taichan, termasuk dalam pemilihan bumbu sate taichan. Bumbu-bumbu sate taichan yang berasal dari bahan-bahan terbaik memiliki rasa sate yang lezat. Meskipun bumbu sate taichan cukup sederhana, tetapi pemilihan bahan yang salah akan membuat cita rasa sate taichan akan berubah. Beberapa bahan seperti jeruk nipis dan jeruk limau harus dipilih yang tidak terlalu matang. Jika Anda memilih yang terlalu matang maka akan berdampak pada rasa sate taichan yang justru manis bukan gurih dan segar seperti umumnya. Untuk ciptakan rasa gurih pada sate taichan, gunakan Knorr Bumbu Ekstrak Daging Ayam sebagai pengganti garam yang diformulasikan khusus dengan kandungan 5 kali lebih banyak daging ayam bila dibandingkan dengan varian bumbu rasa ayam lainnya. Tanpa menghilangkan cita rasa asli dari makanan, memasak jadi lebih mudah dan nikmat dengan KnorrBumbu Ekstrak Daging Ayam.

Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

Nov 11, 2019

Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

Sate menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diminati. Sate bisa menggunakan berbagai jenis daging seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi, daging kelinci bahkan keong dan belalang juga bisa dijadikan sate. Anda juga bisa membuat berbagai macam sate sendiri di rumah. Sate kambing menjadi salah satu sate yang tidak terlewatkan terutama ketika musim lebaran idul adha datang. Berbeda dengan jenis daging lainnya, daging kambing cenderung alot dan berbau amis. Hal ini yang kadang menjadi kendala seseorang untuk mengonsumsi sate kambing. Tidak semua orang bisa mengolah daging kambing menjadi empuk dan tidak berbau amis. Berikut ini beberapa tips dan cara yang bisa Anda ikuti untuk mengolah daging kambing agar tidak alot dan bau.1. Pilih daging kambing yang tepatTidak semua daging kambing memiliki tekstur alot. Beberapa bagian daging kambing memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok untuk disate, yaitu bagian punggung sate, tenderloin, sirloin serta bagian punuk. Bagian-bagian tersebut tergolong mahal bila dibandingkan dengan bagian kambing lainnya. Selain pemilihan bagian daging kambing yang tepat, Anda juga bisa memilih berdasarkan jenis kambing. Daging kambing muda cenderung lebih empuk bila dibandingkan daging kambing dewasa. Sate kambing muda memang cukup banyak digemari karena teksturnya yang cukup empuk dan baunya yang tidak terlalu amis bila dibandingkan sate kambing biasa. Bukan hanya berdasarkan usia dan bagian tubuh kambing saja, jenis budidaya kambing juga akan mempengaruhi tingkat kealotan daging. Kambing lepas yang mencari makan sendiri dan bukan di kandang cenderung memiliki otot yang cukup kuat sehingga tekstur daging menjadi lebih alot bila dibandingkan daging kambing yang dikandang. Dalam memilih daging kambing Anda juga perlu memperhatikan kesegaran daging. Pilih daging kambing yang masih merah cerah atau cenderung menjadi merah muda. Pilih daging kambing yang beraroma khas yaitu aroma prengus khas kambing. Namun, jika aroma terlalu menyengat artinya daging kambing tersebut sudah tidak segar lagi.2. Potong daging dengan arah yang tepatKetika mengolah daging kambing, Anda perlu memperhatikan arah pemotongan daging. Pemotongan daging kambing harus berlawanan arah dengan arah serat daging. Hal ini akan mempermudah daging untuk diurai dan tidak alot ketika selesai dimasak. Sebelum memotong daging, Anda perlu untuk membersihkan selaput yang membungkus daging terlebih dahulu karena bagian ini akan menjadikan daging kambing alot dan susah untuk dipotong. Pisahkan juga bagian lemak pada daging agar daging kambing menjadi lebih empuk. 3. Cuci daging dengan air kelapa dan rendam daging dengan potongan buah nanasJangan pernah cuci daging kambing dengan menggunakan air keran karena akan membuat daging semakin bau amis. Air keran bisa saja mengandung bakteri yang akan bereaksi ketika terkena daging kambing sehingga membuat daging menjadi lebih amis. Untuk mencuci daging kambing, Anda bisa mengganti air keran dengan air kelapa. Air kelapa akan membantu menghilangkan bau amis pada daging dan membuat rasanya menjadi lebih legit. Anda hanya perlu merendam daging selama kurang lebih 30 menit ke dalam air kelapa sebelum diolah. Selanjutnya Anda juga bisa menggunakan potongan buah nanas untuk menjadikan daging menjadi lebih empuk. Nanas mengandung enzim bromelain yang mampu menghindrolisis ikatan peptida atau polipeptida pada protein daging menjadi asam amino sehingga serat daging kambing akan lebih mudah terurai dan menjadi lebih empuk. Anda hanya cukup merendam daging kambing yang sudah dicuci dengan air kelapa ke dalam parutan nanas dengan perbandingan 1 buah nanas untuk 3 kg daging. 4. Bungkus daging dengan daun pepayaSelain dengan merendam daging dengan potongan nanas, terdapat teknik khusus untuk membuat daging kambing menjadi lebih empuk yaitu dengan membungkus daging dengan daun pepaya. Rebus daging yang telah dibungkus dengan daun pepaya selama kurang lebih 30 menit. Enzim yang terkandung pada daun pepaya akan membantu untuk menguraikan serat pada daging kambing sehingga menjadikan daging lebih empuk. Selain daun pepaya, Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji atau daun jati sebagai pembungkusnya. 5. Rendam daging dengan bumbu aromatik (beraroma tajam)Anda juga bisa merendam daging kambing dengan bumbu aromatik seperti jahe, serai dan jeruk nipis untuk menghilangkan bau daging. Bumbu aromatik ini akan membuat bau amis pada daging kambing tersamarkan. Setelah itu, Anda bisa merendam daging kambing dengan bumbu sate kambing lainnya dan diamkan beberapa saat sebelum dibakar. Biarkan bumbu sate kambing meresap ke dalam serat daging sehingga menjadikan daging kambing lebih nikmat.6. Bakar dengan api sedangKetika membakar sate kambing, usahakan gunakan api sedang dan jangan membakar sate langsung ke api karena akan menyebabkan sate lebih cepat gosong tetapi bagian dalam justru belum matang. Itulah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat sate kambing tidak berbau amis dan tidak alot. Untuk ciptakan rasa sate kambing yang lebih nikmat gunakan Bango Kecap Manis saat membakar sate. Anda bisa mengoleskan Bango Kecap Manis pada sate ketika sedang dibakar. Kenikmatan kecap Bango akan membuat sate kambing Anda semakin nikmat. Terakhir sajikan sate kambing dengan potongan kubis, tomat, cabai, bawang merah dan Bango Kecap Manis yang dipadukan dengan bubuk merica. 

Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat Khas Purwakarta

Mar 16, 2020

Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat Khas Purwakarta

Variasi sajian sate di Indonesia memang sangat beragam. Tiap jenis sate memiliki kelezatan tersendiri yang datang dari jenis daging, bumbu bakar sate, hingga cara memasak sate yang berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis sate yang ada di Indonesia, bisa dibilang Sate Maranggi termasuk jenis sate yang paling populer.Popularitas Sate Maranggi bahkan semakin mendunia ketika sate ini menjadi sajian yang dinikmati oleh Presiden Jokowi dalam sebuah pertemuan dengan para CEO di Korea Selatan pada tahun 2016 lalu. Kelezatan Sate Maranggi memang cocok dengan lidah dan selera siapa saja. Terbukti pula dengan terpilihnya Sate Maranggi sebagai salah satu makanan terenak menurut Kemenparekraf pada 14 Desember 2012 lalu. Selain itu, Sate Maranggi juga terpilih menjadi satu dari 8 jajanan kaki lima favorit versi CNN. Tak perlu lagi meragukan kelezatan dan popularitas Sate Maranggi, bukan? Sebenarnya apa yang membuat Sate Maranggi begitu lezat dan istimewa? Lalu, darimana asal usul Sate Maranggi hingga akhirnya menjadi sajian khas di Indonesia?ASAL-USUL SATE MARANGGISate Maranggi dikenal sebagai kuliner khas yang berasal dari Purwakarta. Menurut sejarah, Sate Maranggi memiliki filosofi "Tiga Daging Setusuk" yang melambangkan Tri Tangtu, yaitu tekad, ucap, dan tindakan dalam bahasa Sunda. Itu sebabnya tiap tusuk Sate Maranggi terdiri dari 3 potongan daging berukuran besar. Namun, jika kita mencari tahu tentang sejarah Sate Maranggi, ternyata ada berbagai kisah berbeda yang sama-sama diklaim sebagai asal-usul Sate Maranggi.Kisah yang pertama menyebutkan bahwa Sate Maranggi merupakan hasil asimilasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Menurut Chef Haryo Pramoe, Sate Maranggi dibawa oleh pendatang dari Cina yang menetap di daerah Jawa Barat. Awalnya, Sate Maranggi dibuat dengan daging babi. Namun ketika ajaran Islam masuk, Sate Maranggi pun tak lagi menggunakan daging babi, melainkan digantikan dengan daging sapi. Sejarah Sate Maranggi ini bisa dilihat dari bumbu rempah Sate Maranggi yang sama dengan bumbu yang digunakan pada dendeng babi dan dendeng aya, yang dijual di Cina.Sedangkan, kisah yang kedua menyatakan bahwa Sate Maranggi asli berasal dari Indonesia. Menurut Dedi Mulyadi, budayawan Sunda, nama ‘Maranggi’ didapat dari penjual Sate Maranggi pada jaman dahulu yang bernama Mak Ranggi. Kisah ini juga disebutkan oleh Heri Apandi, seorang pemilik rumah makan Sate Maranggi di Purwakarta. Menurutnya, karena pada jaman dahulu tidak ada lemari es, maka Mak Ranggi berusaha mengawetkan daging domba dengan cara didendeng menggunakan bumbu rempah. Setelah itu, daging domba kemudian dimasak dengana dibakar. Hasilnya adalah Sate Maranggi yang unik. Karena rasanya yang enak, popularitas Sate Maranggi pun terus menyebar. Ketika Mak Ranggi menjual satenya, para pelanggan sangat menyukainya. Dari situlah nama “Sate Mak Ranggi” lama-lama berubah menjadi “Sate Maranggi”.Lalu, ada pula kisah ketiga yang menyebutkan bahwa Sate Maranggi adalah hasil kreasi para pekerja peternakan domba di Kecamatan Plered. Para pekerja ini biasanya hanya mendapatkan daging sisa dari peternakan domba tempat mereka bekerja. Mereka pun berusaha agar daging domba sisa ini tetap terasa lezat. Caranya, mereka memotong daging domba dalam potongan kecil-kecil, lalu merendamnya dalam racikan rempah dan sedikit gula aren. Bumbu ini membantu menjaga daging domba tetap awet dan menambah cita rasa daging domba. Cara pembuatan sate inilah yang kemudian melahirkan Sate Maranggi yang lezat. Mungkin kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kisah mana yang benar-benar merupakan sejarah dari asal-usul Sate Maranggi yang sebenarnya. Namun, hal ini tentu tidak akan menghalangi kita dari menikmati kelezatan Sate Maranggi, bukan?VARIASI SATE MARANGGISeperti yang telah disebutkan di atas, Sate Maranggi merupakan makanan khas yang berasal dari Purwakarta. Namun, Sate Maranggi juga bisa ditemui di daerah Cianjur dengan bentuk yang sedikit berbeda. Perbedaan utama antara Sate Maranggi Purwakarta dengan Sate Maranggi Cianjur terletak pada cara penyajiannya. Sate Maranggi Purwakarta biasanya disajikan dengan kecap dan acar sambal tomat, sedangkan Sate Maranggi Cianjur disajikan bersama sambal oncom dan dinikmati dengan ketan bakar sebagai pengganti nasi. Selain itu, ada juga penjual Sate Maranggi yang memberi pilihan pada pelanggannya yang kurang menyukai rasa pedas, yaitu untuk mengganti sambal tomat dan kecap dengan sambal kacang.Walaupun ada beberapa variasi Sate Maranggi seperti yang telah disebutkan di atas, bumbu Sate Maranggi dari rempah-rempah dan gula aren tetap menjadi ciri khas yang menjadi dasar pembuatan setiap jenis Sate Maranggi. Lalu, variasi Sate Maranggi yang mana yang jadi kesukaan Anda?KEISTIMEWAAN SATE MARANGGISate Maranggi sangat populer karena cita rasanya yang sangat kaya dan berbeda dengan jenis sate lainnya. Walaupun sama-sama merupakan daging yang dibakar di atas arang, tapi cita rasa Sate Maranggi memang sangat berbeda dengan jenis sate lainnya. Keistimewaan ini datang dari banyak hal, di antaranya:1.Proses memasakSate Maranggi terasa begitu nikmat karena bumbunya terasa meresap ke dalam daging, sehingga sate tetap terasa nikmat walaupun disantap tanpa bumbu tambahan. Hal ini bisa didapat karena daging untuk Sate Maranggi direndam dulu dalam bumbu sebelum dibakar. Proses perendaman bisa berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Selama sate dibakar, bumbu juga terus dioleskan kembali ke atas daging. Itulah sebabnya bumbu bakar Sate Maranggi sangat meresap ke dalam daging sate.2.Bumbu bakar sateProses marinasi daging Sate Maranggi tentu akan sia-sia kalau bumbu bakar sate kurang lezat, bukan? Karena itulah, Sate Maranggi dibumbui dengan berbagai rempah yang tak hanya menambah cita rasa, tapi juga aroma sate. Bumbu bakar sate ini terdiri dari jahe, kunyit, ketumbar, lengkuas, cuka lahang, dan Bango Kecap Manis yang dihaluskan. Bawang merah, bawang putih, dan gula merah juga bisa ditambahkan sebagai bumbu bakar Sate Maranggi. Bahan yang paling unik adalah bunga kecombrang dan tepung ketan yang membuat Sate Maranggi terasa semakin mantap. Aroma daging kambing yang kuat pun jadi berkurang setelah dibumbui dengan bumbu bakar Sate Maranggi ini.3.Bumbu acarSelain bumbu bakar sate, bumbu yang disajikan bersama Sate Maranggi juga menjadi ciri khasnya. Kebanyakan jenis sate biasanya disajikan dengan bumbu kacang. Tapi seperti yang disebutkan sebelumnya, Sate Maranggi bisa dinikmati tanpa bumbu kacang tambahan, karena rasa bumbu bakarnya yang begitu meresap. Itulah sebabnya Sate Maranggi disajikan bersama bumbu yang disebut bumbu acar Sate Maranggi. Bumbu ini terbuat dari irisan tomat, cabe rawit, bawang merah, kecap serta daun kemangi. Irisan tomat memberikan rasa segar pada Sate Maranggi, sedangkan cabe rawit tentu disukai oleh Anda yang menggemari rasa pedas. Lalu, daun kemangi yang harum berpadu dengan aroma Sate Maranggi dijamin akan menggoda selera Anda.WARUNG SATE MARANGGI POPULERKarena popularitasnya, penjual sate yang menyajikan Sate Maranggi tidak hanya bisa ditemukan di Purwakarta saja. Namun, tentunya ada warung Sate Maranggi yang terkenal karena kelezatan sate yang dijualnya. Ingin mencoba Sate Maranggi? Coba saja mampir ke beberapa warung Sate Maranggi berikut ini:1.Sate Maranggi Haji YettySalah satu warung Sate Maranggi yang paling terkenal tentu saja berlokasi di kota asalnya, yaitu di Purwakarta. Warung Sate Maranggi Haji Yetty sudah berdiri sejak tahun 1985 dan berlokasi di Cibungur, Purwakarta. Walau berlokasi di Purwakarta, pelanggan Sate Maranggi Haji Yetty datang dari berbagai kota. Bahkan tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tol Purbaleunyi yang sengaja keluar dari tol demi singgah di warung ini untuk menikmati Sate Maranggi. Pada saat Lebaran, Sate Maranggi Haji Yetty bahkan bisa menjual hingga 2 ton daging sapi dan daging kambing. Sedangkan pada hari biasa, warung sate ini menghabiskan sekitar 4 kuintal daging sapi dan kambing.2.Sate Maranggi Pak NurKarena popularitasnya, Sate Maranggi Pak Nur memiliki beberapa cabang. Salah satunya adalah restoran yang berlokasi di Lengkong, Bandung. Di tempat makan ini, tersedia tiga menu Sate Maranggi, yaitu sate dengan daging kambing, daging ayam, dan daging sapi. Menu lain seperti sop iga, sop buntut, gule, dll juga tersedia di sini. Tapi tentunya yang menu yang harus dicoba Sate Maranggi-nya.3.Sate Maranggi Sari AsihSaat jam sibuk, warung Sate Maranggi Sari Asih benar-benar penuh dengan pelanggan. Warung sate ini bahkan bisa menjual lebih dari 3000 tusuk sate setiap hari. Walaupun warung sate penuh pelanggan, Anda tak perlu khawatir harus menunggu lama sampai sepiring Sate Maranggi tersaji di hadapan Anda. Warung Sate Maranggi Sari Asih yang berlokasi di Cisarua, Bogor ini memiliki banyak karyawan, sehingga pesanan sate akan siap dengan cepat. Lagipula, tidak ada salahnya menunggu sedikit lebih lama untuk menikmati sate Maranggi di warung ini. Selain lezat, keunikan Sate Maranggi Sari Asih adalah tersedianya menu ketan bakar yang bisa Anda nikmati bersama Sate Maranggi.4.Sate Maranggi Ibu YayahJakarta pun punya banyak warung Sate Maranggi yang lezat. Salah satunya adalah warung Sate Maranggi Ibu Yayah yang berlokasi di Komp. PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan. Warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 2001. Menurut sang pemilik, Sate Maranggi yang disajikan di warung ini adalah asli ala Plered, Purwakarta. Yang pasti, kelezatan Sate Maranggi di warung ini sudah diakui para pelanggan setia warung sate ini. Salah satunya adalah almarhum Bondan Winarno yang fotonya dipajang di warung sate ini.Masyarakat Indonesia memang sangat menyukai sate. Bagaimana tidak? Aroma sate yang sedang dibakar saja memang sangat mengundang selera. Selain itu, sate merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya variasi dan ragam sate di Indonesia menunjukkan bahwa sate bisa dibilang merupakan bagian dari budaya Indonesia, karena budaya setiap daerah menghasilkan variasi sate yang berbeda-beda.Sate Maranggi memang terasa istimewa berkat berbagai keunikannya yang membedakan sate ini dengan jenis sate lainnya. Bila bumbu lezat yang memberikan cita rasa Sate Maranggi dipadukan dengan daging yang segar dan empuk, Sate Maranggi lezat pun tersaji dan siap dinikmati.