Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

11 November 2019
  • Share

Sate menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diminati. Sate bisa menggunakan berbagai jenis daging seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi, daging kelinci bahkan keong dan belalang juga bisa dijadikan sate. Anda juga bisa membuat berbagai macam sate sendiri di rumah. Sate kambing menjadi salah satu sate yang tidak terlewatkan terutama ketika musim lebaran idul adha datang. Berbeda dengan jenis daging lainnya, daging kambing cenderung alot dan berbau amis. Hal ini yang kadang menjadi kendala seseorang untuk mengonsumsi sate kambing. Tidak semua orang bisa mengolah daging kambing menjadi empuk dan tidak berbau amis. Berikut ini beberapa tips dan cara yang bisa Anda ikuti untuk mengolah daging kambing agar tidak alot dan bau.

 

1. Pilih daging kambing yang tepat

 

Tidak semua daging kambing memiliki tekstur alot. Beberapa bagian daging kambing memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok untuk disate, yaitu bagian punggung sate, tenderloin, sirloin serta bagian punuk. Bagian-bagian tersebut tergolong mahal bila dibandingkan dengan bagian kambing lainnya. 

 

Selain pemilihan bagian daging kambing yang tepat, Anda juga bisa memilih berdasarkan jenis kambing. Daging kambing muda cenderung lebih empuk bila dibandingkan daging kambing dewasa. Sate kambing muda memang cukup banyak digemari karena teksturnya yang cukup empuk dan baunya yang tidak terlalu amis bila dibandingkan sate kambing biasa. Bukan hanya berdasarkan usia dan bagian tubuh kambing saja, jenis budidaya kambing juga akan mempengaruhi tingkat kealotan daging. Kambing lepas yang mencari makan sendiri dan bukan di kandang cenderung memiliki otot yang cukup kuat sehingga tekstur daging menjadi lebih alot bila dibandingkan daging kambing yang dikandang. 

 

Dalam memilih daging kambing Anda juga perlu memperhatikan kesegaran daging. Pilih daging kambing yang masih merah cerah atau cenderung menjadi merah muda. Pilih daging kambing yang beraroma khas yaitu aroma prengus khas kambing. Namun, jika aroma terlalu menyengat artinya daging kambing tersebut sudah tidak segar lagi.

 

2. Potong daging dengan arah yang tepat

 

Ketika mengolah daging kambing, Anda perlu memperhatikan arah pemotongan daging. Pemotongan daging kambing harus berlawanan arah dengan arah serat daging. Hal ini akan mempermudah daging untuk diurai dan tidak alot ketika selesai dimasak. Sebelum memotong daging, Anda perlu untuk membersihkan selaput yang membungkus daging terlebih dahulu karena bagian ini akan menjadikan daging kambing alot dan susah untuk dipotong. Pisahkan juga bagian lemak pada daging agar daging kambing menjadi lebih empuk. 

 

3. Cuci daging dengan air kelapa dan rendam daging dengan potongan buah nanas

 

Jangan pernah cuci daging kambing dengan menggunakan air keran karena akan membuat daging semakin bau amis. Air keran bisa saja mengandung bakteri yang akan bereaksi ketika terkena daging kambing sehingga membuat daging menjadi lebih amis. Untuk mencuci daging kambing, Anda bisa mengganti air keran dengan air kelapa. Air kelapa akan membantu menghilangkan bau amis pada daging dan membuat rasanya menjadi lebih legit. Anda hanya perlu merendam daging selama kurang lebih 30 menit ke dalam air kelapa sebelum diolah. 

 

Selanjutnya Anda juga bisa menggunakan potongan buah nanas untuk menjadikan daging menjadi lebih empuk. Nanas mengandung enzim bromelain yang mampu menghindrolisis ikatan peptida atau polipeptida pada protein daging menjadi asam amino sehingga serat daging kambing akan lebih mudah terurai dan menjadi lebih empuk. Anda hanya cukup merendam daging kambing yang sudah dicuci dengan air kelapa ke dalam parutan nanas dengan perbandingan 1 buah nanas untuk 3 kg daging. 

 

4. Bungkus daging dengan daun pepaya

 

Selain dengan merendam daging dengan potongan nanas, terdapat teknik khusus untuk membuat daging kambing menjadi lebih empuk yaitu dengan membungkus daging dengan daun pepaya. Rebus daging yang telah dibungkus dengan daun pepaya selama kurang lebih 30 menit. Enzim yang terkandung pada daun pepaya akan membantu untuk menguraikan serat pada daging kambing sehingga menjadikan daging lebih empuk. Selain daun pepaya, Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji atau daun jati sebagai pembungkusnya. 

 

5. Rendam daging dengan bumbu aromatik (beraroma tajam)

 

Anda juga bisa merendam daging kambing dengan bumbu aromatik seperti jahe, serai dan jeruk nipis untuk menghilangkan bau daging. Bumbu aromatik ini akan membuat bau amis pada daging kambing tersamarkan. Setelah itu, Anda bisa merendam daging kambing dengan bumbu sate kambing lainnya dan diamkan beberapa saat sebelum dibakar. Biarkan bumbu sate kambing meresap ke dalam serat daging sehingga menjadikan daging kambing lebih nikmat.

 

6. Bakar dengan api sedang

 

Ketika membakar sate kambing, usahakan gunakan api sedang dan jangan membakar sate langsung ke api karena akan menyebabkan sate lebih cepat gosong tetapi bagian dalam justru belum matang. 

 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat sate kambing tidak berbau amis dan tidak alot. Untuk ciptakan rasa sate kambing yang lebih nikmat gunakan Bango Kecap Manis saat membakar sate. Anda bisa mengoleskan Bango Kecap Manis pada sate ketika sedang dibakar. Kenikmatan kecap Bango akan membuat sate kambing Anda semakin nikmat. Terakhir sajikan sate kambing dengan potongan kubis, tomat, cabai, bawang merah dan Bango Kecap Manis yang dipadukan dengan bubuk merica.