Kembali ke Inspirasi dan Promo

Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

Image Banner

11 November 2019

Sate menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diminati. Sate bisa menggunakan berbagai jenis daging seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi, daging kelinci bahkan keong dan belalang juga bisa dijadikan sate. Anda juga bisa membuat berbagai macam sate sendiri di rumah. Sate kambing menjadi salah satu sate yang tidak terlewatkan terutama ketika musim lebaran idul adha datang. Berbeda dengan jenis daging lainnya, daging kambing cenderung alot dan berbau amis. Hal ini yang kadang menjadi kendala seseorang untuk mengonsumsi sate kambing. Tidak semua orang bisa mengolah daging kambing menjadi empuk dan tidak berbau amis. Berikut ini beberapa tips dan cara yang bisa Anda ikuti untuk mengolah daging kambing agar tidak alot dan bau.

1. Pilih daging kambing yang tepat

Tidak semua daging kambing memiliki tekstur alot. Beberapa bagian daging kambing memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok untuk disate, yaitu bagian punggung sate, tenderloin, sirloin serta bagian punuk. Bagian-bagian tersebut tergolong mahal bila dibandingkan dengan bagian kambing lainnya. 

Selain pemilihan bagian daging kambing yang tepat, Anda juga bisa memilih berdasarkan jenis kambing. Daging kambing muda cenderung lebih empuk bila dibandingkan daging kambing dewasa. Sate kambing muda memang cukup banyak digemari karena teksturnya yang cukup empuk dan baunya yang tidak terlalu amis bila dibandingkan sate kambing biasa. Bukan hanya berdasarkan usia dan bagian tubuh kambing saja, jenis budidaya kambing juga akan mempengaruhi tingkat kealotan daging. Kambing lepas yang mencari makan sendiri dan bukan di kandang cenderung memiliki otot yang cukup kuat sehingga tekstur daging menjadi lebih alot bila dibandingkan daging kambing yang dikandang. 

Dalam memilih daging kambing Anda juga perlu memperhatikan kesegaran daging. Pilih daging kambing yang masih merah cerah atau cenderung menjadi merah muda. Pilih daging kambing yang beraroma khas yaitu aroma prengus khas kambing. Namun, jika aroma terlalu menyengat artinya daging kambing tersebut sudah tidak segar lagi.

2. Potong daging dengan arah yang tepat

Ketika mengolah daging kambing, Anda perlu memperhatikan arah pemotongan daging. Pemotongan daging kambing harus berlawanan arah dengan arah serat daging. Hal ini akan mempermudah daging untuk diurai dan tidak alot ketika selesai dimasak. Sebelum memotong daging, Anda perlu untuk membersihkan selaput yang membungkus daging terlebih dahulu karena bagian ini akan menjadikan daging kambing alot dan susah untuk dipotong. Pisahkan juga bagian lemak pada daging agar daging kambing menjadi lebih empuk. 

3. Cuci daging dengan air kelapa dan rendam daging dengan potongan buah nanas

Jangan pernah cuci daging kambing dengan menggunakan air keran karena akan membuat daging semakin bau amis. Air keran bisa saja mengandung bakteri yang akan bereaksi ketika terkena daging kambing sehingga membuat daging menjadi lebih amis. Untuk mencuci daging kambing, Anda bisa mengganti air keran dengan air kelapa. Air kelapa akan membantu menghilangkan bau amis pada daging dan membuat rasanya menjadi lebih legit. Anda hanya perlu merendam daging selama kurang lebih 30 menit ke dalam air kelapa sebelum diolah. 

Selanjutnya Anda juga bisa menggunakan potongan buah nanas untuk menjadikan daging menjadi lebih empuk. Nanas mengandung enzim bromelain yang mampu menghindrolisis ikatan peptida atau polipeptida pada protein daging menjadi asam amino sehingga serat daging kambing akan lebih mudah terurai dan menjadi lebih empuk. Anda hanya cukup merendam daging kambing yang sudah dicuci dengan air kelapa ke dalam parutan nanas dengan perbandingan 1 buah nanas untuk 3 kg daging. 

4. Bungkus daging dengan daun pepaya

Selain dengan merendam daging dengan potongan nanas, terdapat teknik khusus untuk membuat daging kambing menjadi lebih empuk yaitu dengan membungkus daging dengan daun pepaya. Rebus daging yang telah dibungkus dengan daun pepaya selama kurang lebih 30 menit. Enzim yang terkandung pada daun pepaya akan membantu untuk menguraikan serat pada daging kambing sehingga menjadikan daging lebih empuk. Selain daun pepaya, Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji atau daun jati sebagai pembungkusnya. 

5. Rendam daging dengan bumbu aromatik (beraroma tajam)

Anda juga bisa merendam daging kambing dengan bumbu aromatik seperti jahe, serai dan jeruk nipis untuk menghilangkan bau daging. Bumbu aromatik ini akan membuat bau amis pada daging kambing tersamarkan. Setelah itu, Anda bisa merendam daging kambing dengan bumbu sate kambing lainnya dan diamkan beberapa saat sebelum dibakar. Biarkan bumbu sate kambing meresap ke dalam serat daging sehingga menjadikan daging kambing lebih nikmat.

6. Bakar dengan api sedang

Ketika membakar sate kambing, usahakan gunakan api sedang dan jangan membakar sate langsung ke api karena akan menyebabkan sate lebih cepat gosong tetapi bagian dalam justru belum matang. 

Itulah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat sate kambing tidak berbau amis dan tidak alot. Untuk ciptakan rasa sate kambing yang lebih nikmat gunakan Bango Kecap Manis saat membakar sate. Anda bisa mengoleskan Bango Kecap Manis pada sate ketika sedang dibakar. Kenikmatan kecap Bango akan membuat sate kambing Anda semakin nikmat. Terakhir sajikan sate kambing dengan potongan kubis, tomat, cabai, bawang merah dan Bango Kecap Manis yang dipadukan dengan bubuk merica. 


Berita Lainnya

Perbedaan Nasi Goreng Jawa dengan Nasi Goreng Lainnya

Oct 14, 2019

Perbedaan Nasi Goreng Jawa dengan Nasi Goreng Lainnya

Variasi nasi goreng di seluruh dunia memang sangat beragam, termasuk di Indonesia. Penggunaan bumbu dan bahan yang berbeda saja memberikan cita rasa, warna, dan tekstur berbeda pada nasi goreng, sehingga tiap variasi nasi goreng tampil unik dan lezat. Salah satu sajian nasi goreng yang populer di Indonesia adalah Nasi Goreng Jawa atau dikenal juga sebagai nasi goreng kampung. Seperti apakah bumbu Nasi Goreng Jawa yang membedakannya dengan jenis nasi goreng lain dari Indonesia? Faktor apa lagi yang membentuk ciri khas dari Nasi Goreng Jawa? Cara membuat Nasi Goreng Jawa tentu tidak jauh berbeda dengan jenis nasi goreng lainnya. Tapi ada beberapa hal yang membuat Nasi Goreng Jawa tampil unik di antara berbagai variasi nasi goreng di Indonesia, di antaranya: 1. Bumbu dasar Ciri khas bumbu Nasi Goreng Jawa adalah penggunaan sambal ulek sebagai bumbunya. Jadi, Nasi Goreng Jawa mengandalkan bahan-bahan seperti cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit, serta bawang merah dan bawang putih untuk memberikan rasa pedas yang sedap. Selain itu, Nasi Goreng Jawa juga mendapatkan cita rasa khasnya dari penambahan terasi dan kemiri sebagai salah satu bumbu dasar. Rasa gurih dari bahan-bahan ini kemudian diseimbangkan dengan penambahan bango kecap manis yang memberikan rasa manis. Kecap asin juga bisa ditambahkan untuk memperkaya rasa nasi goreng.   2. Warna Karena penggunaan cabai segar serta kecap manis dalam bumbu dasarnya, Nasi Goreng Jawa biasanya memiliki warna merah kecokelatan. Tapi tiap daerah di Jawa memiliki warna nasi goreng yang sedikit bervariasi, misalnya Nasi Goreng Jawa Tengah biasanya memiliki warna merah agak muda, sedangkan Nasi Goreng Kampung dari Yogyakarta memiliki warna merah tua. Warna merah kecoklatan dimiliki oleh nasi goreng dari Surabaya.   3. Isian Banyak bahan yang bisa Anda tambahkan dalam sajian Nasi Goreng Jawa, di antaranya adalah ikan teri atau ikan bilis goreng, ayam kampung yang disuwir, tauge, babat goreng, serta irisan kol dan sawi hijau. Telur mata sapi atau irisan telur dadar juga bisa jadi isian Nasi Goreng Jawa yang lezat.   4. Aroma Yang membuat aroma Nasi Goreng Jawa menjadi begitu sedap dan khas adalah penambahan terasi pada bumbu Nasi Goreng Jawa. Tapi sebelum menambahkan terasi pada Nasi Goreng Jawa, terasi harus dibakar hingga matang terlebih dahulu. Langkah ini sangat penting dan tidak boleh dilewatkan demi mendapatkan rasa dan aroma terasi yang lebih mantap.   5. Cara masak Salah satu ciri khas Nasi Goreng Jawa adalah cara memasaknya yang memanfaatkan anglo alias tungku tanah liat yang dipanaskan dengan kayu atau arang. Memang tidak semua Nasi Goreng Jawa diolah dengan anglo, tetapi Nasi Goreng Jawa yang otentik memang dimasak dengan anglo, sehingga aroma nasi goreng jadi semakin sedap dan membangkitkan selera.   6. Penyajian Bahan apa saja yang digunakan untuk menghias Nasi Goreng Jawa dalam penyajiannya? Nasi goreng Jawa biasanya disajikan bersama potongan tomat segar, mentimun segar, dan daun kol. Kerupuk udang, acar, serta sate jeroan juga sering disajikan bersama Nasi Goreng Jawa. Bahan-bahan tersebut merupakan bahan yang paling umum digunakan untuk menghias Nasi Goreng Jawa. Namun, tentu saja Anda bisa memilih menggunakan bahan tambahan lainnya.   Nasi goreng sangat populer karena mudah disiapkan dan mudah dikreasikan. Karenanya, nasi goreng bisa dinikmati saat sarapan, makan siang, atau makan malam. Apakah Nasi Goreng Jawa merupakan jenis nasi goreng kesukaan Anda? Bila tidak, lalu nasi goreng apa yang paling keluarga Anda sukai? Sumber: batam.tribunnews.com/2017/12/13/simak-rahasia-membuat-nasi-goreng-jawa-gurih-dan-lezatfood.detik.com/info-kuliner/d-3314762/nasi-goreng-indonesia-punya-bumbu-dan-rasa-yang-khasselerasa.com/resep-dan-cara-membuat-nasi-goreng-jawa-spesial-pedas-yang-enakgoodnewsfromindonesia.id/2016/09/21/apa-saja-macam-macam-nasi-goreng-di-indonesiaidntimes.com/food/dining-guide/putriana-cahya/7-nasi-goreng-khas-indonesia-yang-paling-populer-1/fullliputan6.com/lifestyle/read/3682599/cara-membuat-nasi-goreng-kampung-sederhana-yang-jadi-favorit-banyak-orangtheboxsceneproject.org/resep-nasi-goreng-jawa/

Bubuk Koya Penambah Kelezatan pada Soto

Oct 14, 2019

Bubuk Koya Penambah Kelezatan pada Soto

Beberapa orang senang memakan soto yang terlihat tidak biasa. Mungkin diantara Anda ada yang senang menyantap soto, dengan tambahan berupa serbuk lezat yang biasanya bisa Anda temukan pada penjual soto Lamongan. Soto jenis ini disebut soto koya. Rasa soto yang memakai koya jauh lebih gurih dibanding soto biasa.   Rata-rata harga soto relatif terjangkau. Anda pun bisa membuatnya dengan mudah di rumah. Jika ingin hidangan untuk keluarga lebih gurih dan pedas, Anda bisa menambahkan koya ke dalam semangkuk soto kuah kuning.   Kandungan gizi semangkuk soto   Sebagian besar soto mengandung bahan makanan seperti kaldu ayam, soun, kentang goreng, telur rebus, daging ayam bahkan daging ikan salmon bisa Anda kreasikan untuk membuat soto koya salmon. Bahan-bahan ini merupakan sumber makanan yang kaya kalsium, vitamin D, fosfor, dan zat besi.   Berbagai jenis protein untuk membantu regenerasi sel dan pertumbuhan otot juga terdapat dalam semangkuk soto. Selain itu makanan seperti soto juga membantu mengatur metabolisme tubuh. Dengan karakteristiknya yang unik, soto juga kaya akan mineral, amino esensial, dan karbohidrat.   Bumbu soto juga tidak lepas dari manfaat yang besar. Lengkuas, daun jeruk, garam, serai, daun jeruk, kunyit, merica, jahe, bawang merah dan bawang putih juga membawa manfaat yang bagus bagi tubuh.   Bawang putih dan merah, misalnya, mampu membunuh kuman di dalam mulut, anti-oksidan, anti-bakteri, meredakan nyeri, mencegah kanker, serta mampu menurunkan tekanan darah. Kalori yang terkandung dalam semangkuk soto pun cukup banyak. Semangkuk soto mengandung 312 kalori, yang sangat bermanfaat ketika disantap di pagi hari. Karena itulah pagi hari jadi waktu paling menyenangkan untuk memakan semangkuk soto. Dengan begitu energi Anda akan terjaga sampai sebelum makan siang tiba.   Jadi, sebaiknya Anda tidak meremehkan nikmat dan rasa soto yang sangat lezat. Semangkuk soto yang disajikan di pagi hari sudah lebih dari cukup untuk membantu Anda menjalani aktivitas harian dengan maksimal.   Cara membuat koya soto   Koya pada dasarnya adalah kerupuk udang yang dihaluskan, dan merupakan jenis bumbu tambahan yang sebetulnya mudah dibuat. Jika Anda senang memasak soto dan ingin memanjakan keluarga dengan rasa yang lezat, berikut resep koya sederhana yang bisa Anda bikin di rumah.   Pertama-tama Anda perlu mempersiapkan bahan-bahannya terlebih dulu:   Kerupuk udang (pilih produk dengan kandungan udang yang tinggi)Bawang putih   Cara membuat:   Setelah selesai menyiapkan bahan-bahan, Anda perlu menjemur kerupuk udang agar lebih renyah ketika digoreng. Setelah dijemur hingga kering, goreng sampai renyah. Untuk hasil yang lebih oke, sebaiknya Anda menggunakan wajan cekung supaya kerupuk bisa terendam sempurna di dalam minyak. Pastikan supaya Anda menekan kerupuk ketika mengembang ya. Dan gunakan api sedang ketika menggoreng. Ambil bawang putih, potong agak tebal supaya tidak mudah gosong saat digoreng. Siapkan wajan, kemudian goreng bawang putih dalam minyak menggunakan api sedang. Supaya bawang putih tidak tenggelam, pastikan supaya Anda selalu mengaduknya. Angkat bawang putih dan tiriskan. Siapkan bawang putih dan kerupuk yang sudah digoreng. Pastikan keduanya sudah benar-benar kering sampai tak ada lagi minyak menetes. Haluskan kerupuk udang dan bawang putih. Lakukan terus sampai semua bahan halus. Anda bisa menambahkan bumbu soto untuk menyedapkan rasa seperti Royco penyedap rasa sapi sesuai selera.   Untuk menggiling kedua bahan tersebut, gunakanlah food processor yang bisa digunakan untuk menggiling biji-bijian dan kacang-kacangan. Cara ini akan menghemat waktu Anda membuat koya. Mudah bukan?     Reference:resepkoki.id/membuat-koya-homemade/hipwee.com/tips/cara-bikin-bubuk-koya/fimela.com/lifestyle-relationship/read/3809895/cara-membuat-koya-soto-enak-gurih-dari-2-bahan-saja

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Nov 11, 2019

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Aneka kuliner di Indonesia memang banyak menyita perhatian. Beraneka macam makanan akan dengan mudah Anda temui dengan harga yang beragam. Anda akan menemukan beragam kelezatan kuliner Indonesia di setiap daerah dengan rasa khas masing-masing. Bahkan, meski memiliki nama kuliner yang sama, rasa yang ditawarkan pasti akan berbeda di setiap daerah. Sate menjadi salah satu andalan kuliner Indonesia yang memiliki lebih dari 1 macam jenis, seperti sate madura, sate padang, sate klatak, dan berbagai jenis sate lainnya. Salah satu sate yang kini banyak diminati adalah sate taichan dan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup populer saat ini.  Pernah mencoba sate taichan? Sate taichan merupakan sate ayam biasa yang dibakar tanpa menggunakan bumbu yang beraneka ragam dan hanya menggunakan garam dan jeruk nipis saja sebagai bumbu. Sate taichan disajikan dengan sambal dan disantap bisa dengan lontong. Untuk kisaran harganya yaitu sekitar Rp. 2.500,00/tusuk atau Rp. 20.000,00/porsi. Jika Anda pergi ke daerah Senayan, Anda akan menemui banyak sekali kedai sate taichan.  Tahukah Anda asal usul sate taichan? Jika dilihat dari nama “taichan”, tentu yang ada di pikiran kita adalah sate ini berasal dari China atau Jepang. Asal usul sate taichan sebenarnya belum terkonfirmasi dengan benar. Menurut beberapa informasi yang ada, sate taichan tercipta berawal dari datangnya sepasang muda-mudi Jepang-Indonesia yang ingin membeli sate di salah satu kedai sate madura di kawasan Senayan, Indonesia. Si pria yang berasal dari Jepang ini tidak terlalu menyukai sate berbumbu kacang seperti yang biasa dijumpai di Indonesia. Kemudian si Pria berinisiatif membakar sendiri sate yang telah ditusuk-tusuk dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Setelah matang sebagai pendamping sate, si Pria menambahkan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh pemilik kedai apa nama sate tersebut, si pria langsung menjawab “sate taichan”. Berawal dari sini lah sate taichan mulai berkembang di Indonesia. Awalnya sate taichan hanya dijual oleh 2 orang pedagang sate di kawasan Senayan, yaitu pak Amir sebagai cikal bakal sate taichan dan seorang temannya, tetapi kini sate taichan telah berkembang ke seluruh Indonesia.  Sate taichan mulai berkembang pesat sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bukan hanya di Jakarta saja, sate taichan bahkan sudah berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Anda bisa menemui dengan mudah sate taichan di segala penjuru Indonesia. Semakin lama, sate taichan semakin berinovasi, bukan hanya bakar Anda juga dapat memilih sate taichan goreng sebagai menu pilihan.  Tapi tahukah Anda apa perbedaan dari sate taichan dengan sate lainnya? Sebenarnya sate taichan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan sate ayam pada umumnya. Sate taichan juga menggunakan daging ayam yang dipotong dadu berukuran kecil sama seperti dengan sate ayam pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dengan sate ayam biasa, yaitu seperti: 1. Dari segi penampilan Sate taichan terkesan lebih pucat bila dibandingkan dengan sate ayam pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada sate ayam umumnya menggunakan bumbu khusus dengan beraneka macam bahan dan kecap sehingga menjadikan tampilannya lebih berwarna. Berbeda dengan sate taichan yang hanya dibakar dengan bumbu garam dan jeruk nipis tanpa kecap sehingga penampilannya lebih pucat.  Dalam penyajiannya, sate taichan juga berbeda dengan sate ayam biasanya. Jika biasanya sate ayam dilumuri dengan bumbu kacang sebagai pendampingnya, sate taichan justru hanya menggunakan sambal sebagai pendampingnya. Anda bisa menyantapnya bersama lontong ataupun nasi sesuai dengan pilihan Anda.  2. Dari segi rasa Karena bumbu yang digunakan sate taichan cukup sederhana, maka rasa yang ditawarkan juga sederhana, tapi tidak kalah lezat bila dibandingkan dengan sate ayam biasa. Sate biasa memiliki rasa yang beragam dan beradu padu antara manis, pedas, gurih dari berbagai bumbu yang digunakan, sedangkan sate taichan memiliki rasa yang gurih dari garam dan asam dari jeruk nipis serta pedas dari sambal yang digunakan. Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu kacang, sate taichan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan makanan Anda.  3. Perbedaan bumbu sate Jika bumbu sate ayam biasa itu cukup rumit dan sulit, berbeda dengan bumbu sate taichan. Bumbu sate taichan lebih sederhana dan bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah dijumpai di dapur sehingga anda bisa membuatnya sendiri di rumah.  Ada dua variasi sate taichan yang bisa Anda buat yaitu sate taichan bakar dan sate taichan goreng. Hal yang membedakan antara keduanya adalah proses memasaknya. Jika sate taichan bakar dibakar di atas arang maka sate taichan goreng cukup dipanggang atau digoreng tipis di atas teflon. Namun, kedua tetap dihidangkan bersama dengan sambal khasnya.   Tips untuk menjadikan sate taichan menjadi lebih nikmat 1. Gunakan daging ayam terbaik Gunakan daging ayam yang masih segar sebagai bahan utama sate. Kualitas daging akan mempengaruhi cita rasa dari sate taichan. Jika daging yang digunakan berkualitas buruk maka rasa yang dihasilkan dari sate taichan pun akan menjadi kurang. Oleh karena itu, kualitas daging ayam sangat perlu diperhatikan. Anda dapat menggunakan semua bagian daging ayam untuk membuat sate, tetapi umumnya bagian yang digunakan adalah bagian dada ayam. Jika Anda tidak terlalu suka dengan bagian dada, Anda bisa menggantinya dengan bagian kulit atau jeroan ayam sesuai selera. 2. Perhatikan tingkat kematangan sate taichan Pastikan ketika membakar atau menggoreng sate taichan benar-benar matang hingga bagian dalam daging, karena daging ayam mentah mengandung bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Anda dapat membakarnya di api sedang atau di teflon dengan selalu membolak-balikkan daging agar tidak gosong.  3. Pilih sambal sesuai selera Untuk membuat sambal taichan, Anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambahkan lebih banyak cabe rawit merah. Sedangkan jika Anda tidak terlalu suka pedas, Anda bisa mengurangi cabe rawit merah dan menambahkan cabe keriting atau cabe besar untuk membuat sambal lebih banyak. 4. Gunakan bahan-bahan bumbu sate taichan terbaik Gunakan bahan-bahan terbaik sebagai bahan pembuat sate taichan, termasuk dalam pemilihan bumbu sate taichan. Bumbu-bumbu sate taichan yang berasal dari bahan-bahan terbaik memiliki rasa sate yang lezat. Meskipun bumbu sate taichan cukup sederhana, tetapi pemilihan bahan yang salah akan membuat cita rasa sate taichan akan berubah. Beberapa bahan seperti jeruk nipis dan jeruk limau harus dipilih yang tidak terlalu matang. Jika Anda memilih yang terlalu matang maka akan berdampak pada rasa sate taichan yang justru manis bukan gurih dan segar seperti umumnya.  Untuk ciptakan rasa gurih pada sate taichan, gunakan Knorr Bumbu Ekstrak Daging Ayam sebagai pengganti garam yang diformulasikan khusus dengan kandungan 5 kali lebih banyak daging ayam bila dibandingkan dengan varian bumbu rasa ayam lainnya. Tanpa menghilangkan cita rasa asli dari makanan, memasak jadi lebih mudah dan nikmat dengan KnorrBumbu Ekstrak Daging Ayam.

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nov 11, 2019

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nasi goreng merupakan salah satu sajian yang sangat mudah didapat di Indonesia. Mulai dari warung di pinggir jalan hingga restoran terkenal, tidak sedikit tempat yang menjadikan nasi gorengsebagai salah satu menunya. Dapat dipahami, nasi goreng memang sangat populer di Indonesia, bahkan di dunia. Tak mengherankan ketika nasi goreng mendapatkan peringkat ke-2 pada daftar World’s 50 Best Foods dari CNN pada tahun 2017 lalu. Seperti banyak masakan khas Indonesia lainnya, nasi goreng muncul dengan berbagai variasi di Indonesia. Variasi bumbu nasi goreng serta bahan tambahan yang digunakan menghasilkan begitu banyak kreasi nasi goreng yang bisa Anda nikmati. Berikut ini adalah 7 variasi sajian nasi goreng yang tidak hanya lezat, tetapi juga mudah disiapkan. 1. Nasi Goreng Jawa Bumbu nasi goreng Jawa adalah sambal ulek yang terdiri dari cabai dan bawang. Penggunaan sambal ulek ini tak hanya memberikan cita rasa yang istimewa pada nasi goreng, tapi juga memberi warna merah pada nasi goreng Jawa. Selain itu, nasi goreng Jawa juga dibumbui dengan terasi goreng. Dengan bahan tambahan seperti suwiran ayam, toge, telur, babat goreng, dan bahan lainnya, nasi goreng Jawa menjadi nasi goreng yang disukai banyak orang. 2. Nasi Goreng Rendang Ketika Nasi Goreng mendapatkan peringkat 2 pada daftar World’s 50 Best Foods, rendang menjadi sajian Indonesia yang mendapatkan peringkat 1. Lalu, bagaimana bila kedua makanan terbaik di dunia ini berpadu menjadi sepiring Nasi Goreng Rendang? Bumbu rendang yang kaya rasa dari berbagai rempah dipadu dengan nasi putih, lalu ditambahkan dengan daging sapi iris, telur, dan bawang daun. Hasilnya luar biasa. Jadi, ketika Anda memiliki bumbu rendang sisa, jangan langsung dibuang ya. Olah saja menjadi Nasi Goreng Rendang yang lezat! 3. Nasi Goreng Gila Sekilas, Nasi Goreng Gila alias nasi gila tampak serupa dengan nasi goreng yang lain. Namun, nasi gila tidak sama dengan nasi goreng biasa, karena nasi pada nasi gila tidak diaduk bersama bahan-bahan lainnya. Jadi, nasi hanya digoreng di wajan dengan bumbu bawang putih, garam, dan lada. Setelah itu, nasi langsung diletakkan di piring. Bahan-bahan lain seperti kol, ayam, ampela ati, dll kemudian ditumis bersama bumbu dan rempah secara terpisah. Setelah bahan tambahan tercampur merata dengan bumbu, bahan tambahan tersebut diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui sebelumnya. Perbedaan ini mungkin sederhana, tapi memberikan cita rasa dan kelezatan yang berbeda pada nasi goreng gila. 4. Nasi Goreng Aceh Kelezatan dan keunikan nasi goreng Aceh datang dari berbagai rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu nasi goreng ini. Rasa pedasnya bukan datang dari cabai saja, tapi juga rempah lain seperti kunyit, kapulaga, jintan, pala, merica, dan lain-lain. Sensasi hangat dari rempah-rempah ini pun dirasakan tubuh saat menikmati nasi goreng Aceh. Untuk melengkapi sajian, emping dan acar bawang merah pun tersaji di tepi piring.  5. Nasi Goreng Ikan Asin Gurihnya nasi goreng akan semakin terasa nikmat bila diolah dengan ikan asin. Untuk Nasi Goreng Ikan Asin, Anda bisa menggunakan berbagai macam ikan asin, seperti jambal roti, teri Medan, dll. Trik penting saat membuat nasi goreng ikan asin adalah mengatur proporsi ikan asin dan nasi. Jangan sampai nasi goreng terasa terlalu asin karena terlalu banyak tambahan ikan asin, ya. 5. Nasi Goreng Kambing Nasi goreng kambing bisa disebut sebagai salah satu variasi sajian nasi goreng yang paling populer, terutama di Jakarta. Merek Nasi Goreng Kebon Sirih bahkan terus dikenal hingga saat ini, karena sukses menyajikan nasi goreng kambing yang lezat sejak tahun 1958. Bumbu nasi goreng ini adalah rempah seperti kunyit, sereh, kapulaga, lada, dll. Saat membuat Nasi Goreng Kambing, pastikan potongan daging kambing sudah benar-benar empuk sehingga nikmat disantap bersama nasi goreng.  6. Nasi Goreng Mawut Dilema memilih antara mie goreng atau nasi goreng pun menghasilkan Nasi Goreng Mawut, yaitu nasi goreng yang menggunakan mie sebagai salah satu bahan tambahannya. Jadi, sajian nasi goreng ini dijamin mengenyangkan! Bumbu nasi goreng seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri digunakan untuk memperkaya rasa nasi goreng. Jangan lupa tambahkan bahan lain pula seperti kol, toge, telur, atau bahan lain sesuai selera Anda. Keistimewaan nasi goreng adalah cara memasaknya yang mudah. Selain itu, nasi goreng juga mudah dipanaskan dan bisa dinikmati kapan saja.