Kembali ke Inspirasi dan Promo

Sate Klatak Kuliner Unik dari Jogja

Image Banner

14 October 2019

Banyak yang bilang bahwa Yogyakarta adalah surganya kuliner dan julukan ini memang pas. Kalau Anda kebetulan berencana menghabiskan liburan di kota ini, cobalah cari informasi tentang kuliner khas Jogja. Anda akan menemukan sate klatak di antara beragam kuliner unik yang dijual di kota Jogja.

Jenis sate satu ini memang terbilang unik. Satu porsi sate kambing muda dibakar menggunakan jeruji sepeda, dan dibumbui dengan cara sederhana. Biasanya hanya dibumbui dengan garam. Terkadang Anda mendapatkan tambahan berupa kuah bening.

Sebagai makanan unik, sate klatak tentu punya sejarahnya sendiri. Penasaran gimana sejarahnya?

1. Asal mula sate klatak

Sate klatak adalah sate kambing yang asal-usulnya dari kata ‘klatak’. Jadi garam yang ditaburkan ke daging kambing muda akan berbunyi ‘klatak-klatak-klatak’ ketika dibakar. Coba sesekali amati proses pembakaran sate klatak, bunyi semacam itu bakal mudah Anda dengar.

Di Jogja, Pak Pong adalah nama tempat makan sate klatak paling terkenal. Meski paling terkenal, sate Pak Pong bukanlah pionir sate klatak di Jogja. Konon menurut cerita yang beredar, Mbah Ambyah lah yang memiliki ide menjual sate klatak. Dia adalah seorang juragan pemilik peternakan kambing, yang dulu di Jejeran, Bantul, Yogyakarta, menjual sate klatak di bawah pohon Melinjo. Tak heran bila daerah Jejeran sekarang dikenal sebagai pusat sate klatak.

2.   Keunikan sate klatak

Sate klatak dikatakan unik karena dibuat dari daging kambing muda. Selain itu, bumbunya pun sederhana. Tidak ada bumbu kacang atau kecap, melainkan hanya dibumbui garam. Tusuk satenya pun bukan tusuk sate yang biasanya kita temukan di berbagai penjual sate yang digunakan adalah jeruji sepeda. Jenis tusuk sate ini dipilih karena dipercaya bisa menghantarkan panas lebih baik dibanding tusuk bambu biasa.

3. Rekomendasi sate klatak di Yogyakarta

Surga sate klatak ada di bagian selatan Yogyakarta, persisnya di daerah Pasar Jejeran, Bantul Yogyakarta. Tapi bukan hanya di daerah tersebut. Anda juga bisa menemukan penjual sate klatak di daerah sekitar Jejeran dalam radius satu sampai dua kilometer dari Jejeran.

Jika Anda ingin mengunjunginya, berikut rekomendasi warung sate yang populer di daftar berikut ini.

  • Sate Klatak Pak Bari

Warung sate ini terletak di dalam pasar Jejeran, tepatnya di Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Wonokromo II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warung sate Pak Bari buka dari jam 18:00 sampai habis. Biasanya waktu paling ramai ada di akhir minggu. Karena itu kalau mau makan sate di Pak Bari di akhir pekan, kami sarankan Anda datang lebih awal.

  • Sate Klatak Pak Jeje

Dari Selatan Jogja kita ke Utara, sebab di sana ada Sate Klatak Pak Jeje. Warung satu ini bisa ditemukan di alamat Jl. Magelang No.Km. 6.5, Jombor Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain sate klatak, warung sate Pak Jeje menjual sate lain seperti sate bumbu, gule daging, dan sate goreng.

  • Sate Klatak Pak Jede

Kalau malas pergi ke Bantul karena Anda kebetulan menginap di tengah kota, Anda bisa menyambangi warung Sate Jede yang beralamat di Jl. Nologaten No.46, Nologaten, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tongsengnya enak, dan satenya empuk dengan bumbu yang sangat terasa di lidah.

  • Sate Klatak Pak Pong

Ini dia warung sate klatak legendaris di Yogyakarta. Anda bisa menyambanginya di alamat Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Pak Pong selalu ramai, apalagi ketika akhir pekan tiba. Oh ya, saking ramainya, Anda mesti sabar banget menunggu sampai pesanan tiba di atas meja.

Apakah Ada sudah siap berburu sate klatak Jogja?


Berita Lainnya

Uniknya Sate Ambal Bumbu Tempe, Kuliner Khas Kebumen

Nov 11, 2019

Uniknya Sate Ambal Bumbu Tempe, Kuliner Khas Kebumen

Biasanya bumbu apa yang jadi pilihan Anda sebagai pendamping lezat saat menikmati sate? Apakah bumbu kacang atau bumbu kecap? Ternyata ada pilihan bumbu sate lezat lain yang tersedia, yaitu bumbu tempe.Bumbu sate yang unik ini bisa ditemukan dalam sajian sate Ambal, sajian khas Kebumen, Jawa Tengah. Nama ‘Ambal’ itu sendiri merupakan nama sebuah daerah di Kebumen, yaitu kecamatan Ambal. Daerah itulah yang menjadi pelopor sate Ambal, tepatnya di Warung Pak Kasman Asli. Pak Kasman sebagai pemilik warung sate adalah cucu dari Pak Samikin, pencipta sate Ambal. Sampai saat ini, sate Ambal Pak Kasman tetap jadi sajian yang dicari masyarakat, baik masyarakat lokal maupun mereka yang datang dari luar daerah.Keistimewaan sate Ambal adalah bumbunya yang terbuat dari tempe yang dihaluskan. Cara membuatnya, tempe direbus bersama cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih hingga matang. Perpaduan tempe dan bumbu ini memberikan rasa yang gurih dan sedikit pedas. Setelah itu, rebusan tempe ini dihaluskan dalam blender lalu dimasak hingga agak mengental, tetapi jangan terlalu kental. Biasanya bumbu sate Ambal ini memang agak encer. Setelah siap, tambahkan kecap manis, lalu bumbu sate lezat pun siap.Tentu saja, bumbu sate yang lezat harus dilengkapi dengan sajian sate yang nikmat pula. Kelezatan sate Ambal datang dari berbagai bumbu yang digunakan untuk merendam sate sebelum dibakar. Bumbu rendaman ini terbuat dari bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit, ketumbar, merica putih, gula merah, dan garam yang dihaluskan. Bila mau, Anda juga bisa menambahkan pala dan jintan di dalam bumbu rendaman ini. Bumbu halus ini kemudian dicampur dengan kecap manis dan minyak goreng, lalu digunakan untuk merendam sate selama sekitar 1 jam. Aslinya, daging ayam bahkan direndam hingga 2-5 jam hingga bumbu benar-benar meresap dan daging ayam menjadi lebih empuk dan lembut. Setelah direndam, sate pun siap dibakar seperti biasa. Bumbu rendaman ini juga bisa dioleskan pada saat sate sedang dibakar sehingga sate menjadi semakin harum dan bumbunya semakin meresap.Bumbu yang digunakan untuk merendam sate Ambal perannya sangat besar bagi kelezatan sate Ambal. Berkat rendaman dari berbagai campuran bumbu ini, sate Ambal tetap terasa nikmat, bahkan bila dimakan tanpa teman bumbu sate yang terbuat dari tempe. Tapi, tentu saja bumbu sate Ambal ini tak boleh terlewat Anda nikmati. Rasa gurih dan legit dari tempe dan perpaduan bumbu lainnya akan memperkaya sajian sate Ambal. Lengkapi dengan ketupat yang empuk maka Anda pun mendapatkan sajian yang nikmat dan mengenyangkan.Ragam kuliner Indonesia memang tak diragukan lagi. Siapa yang menyangka kalau tempe bisa diolah jadi bumbu sate yang unik? Karena keunikannya, sate Ambal jelas menarik untuk dicoba. Sate Ambal memang jadi kuliner khas yang dicari pendatang yang singgah di Kebumen. Di Ambal yang menjadi daerah asalnya, warung sate Ambal bisa ditemukan dengan mudah, berjejer di kiri dan kanan jalan. Salah satu yang paling terkenal memang warung Sate Pak Kasman, tapi warung sate yang lainnya juga siap menyajikan sate Ambal yang lezat. Namun, sepertinya sate Ambal memang masih belum sepopuler jenis sate lain, terutama sate Madura atau sate Padang yang bisa ditemukan dengan mudah di berbagai kota. Padahal sate Ambal juga memiliki penggemar setia yang tidak sedikit. Apakah Anda merupakan salah satu penggemar sate Ambal?

Rahasia Kelezatan Masakan Garang Asem

Mar 16, 2020

Rahasia Kelezatan Masakan Garang Asem

Bila Jawa Barat memiliki pepes sebagai sajian khas yang diolah dengan daun pisang, maka Jawa Tengah memiliki Garang Asem. Walaupun sama-sama diolah dengan cara dibungkus dengan daun pisang, cita rasa kedua macam masakan ini jelas berbeda. Garang Asem, sesuai namanya, memiliki rasa asam dan segar yang didapat dari penggunaan bahan seperti belimbing wuluh atau tomat hijau. Rasa asam ini kemudian berpadu dengan cita rasa pedas menciptakan sajian dengan cita rasa yang lezat dan membuat makanan khas Jawa Tengah ini sangat cocok dinikmati dengan nasi hangat.Garang Asem merupakan makanan khas Grobogan, Jawa Tengah. Namun seperti banyak sajian lain di Indonesia, Garang Asem kemudian mengalami beberapa perubahan, sehingga ada banyak variasi sajian Garang Asem yang bisa Anda temukan di Jawa Tengah dan daerah-daerah lain. Garang Asem yang 'asli' biasanya tidak menggunakan santan, sehingga kaldunya bening. Sedangkan, Garang Asem ayam dari Solo kuahnya tidak bening, karena menggunakan sedikit santan atau kocokan telur ayam. Garang Asem dari Yogyakarta lain lagi, karena tidak hanya menggunakan santan, tetapi juga menggunakan daging cincang yang dibentuk bola-bola kecil, dan bukan menggunakan daging ayam kampung seperti Garang Asem dari Grobogan. Selain itu, masih banyak variasi sajian Garang Asem yang bisa Anda temukan di Indonesia.Cara pembuatan garang asem sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, tentu saja ada beberapa faktor yang harus jadi perhatian Anda untuk bisa membuat Garang Asem yang segar dan lezat, yaitu:1. Gunakan ayam kampungSeperti yang telah dibahas sebelumnya, ada banyak variasi sajian Garang Asem, sehingga Anda bisa menggunakan berbagai macam bahan untuk membuat Garang Asem. Namun, bila ingin membuat Garang Asem dengan ayam seperti versi asli-nya, sebaiknya Anda menggunakan ayam kampung daripada ayam negeri. Hal ini sangat penting, karena ayam kampung tidak mudah hancur walaupun dikukus dalam waktu lama. Selain itu, ayam kampung juga membantu menghasilkan kaldu yang lebih gurih, sehingga Garang Asem akan terasa lebih lezat.2. Gunakan bahan asam alamiSalah satu keunikan Garang Asem adalah cita rasa asam-nya yang begitu segar. Rasa asam ini didapat dari bahan-bahan yang dikukus bersama ayam, yaitu tomat hijau atau belimbing wuluh. Dipadukan dengan kaldu dari ayam kampung serta cita rasa pedas dari cabai rawit hijau utuh, Garang Asem akan terasa sangat lezat.3. Gunakan berbagai rempahCita rasa garang asem yang kuat tidak hanya datang dari belimbung wuluh, tomat hijau, dan cabai saja. Siapkan juga berbagai rempah dan bumbu masak lain untuk bumbu Garang Asem buatan Anda, seperti bawang merah, bawang putih, daun salam, serai, jahe, dan lengkuas.4. Bungkus dengan daun pisang yang tebalGarang Asem harus dibungkus dengan rapat dan rapi, sehingga Anda tidak kehilangan cita rasa dari bumbu dan kaldu ayam yang terbentuk selama proses pengukusan. Agar Garang Asem tidak mudah bocor, gunakan daun pisang yang tebal untuk membungkusnya. Ada juga yang memilih untuk melapisi daun pisang dengan plastik agar bungkusan tidak mudah bocor. Namun, selain kurang baik untuk kesehatan, cara ini juga akan mengubah cita rasa Garang Asem, karena daun pisang yang digunakan untuk membungkus Garang Asem juga membantu meningkatkan cita rasa dan aroma Garang Asem.Bahan-bahan untuk membuat Garang Asem sangat mudah didapat. Cara membuatnya juga relatif tidak sulit. Berminat mencoba?

3 Olahan Lezat dari Mie Gomak Khas Medan

Mar 17, 2020

3 Olahan Lezat dari Mie Gomak Khas Medan

Indonesia memang memiliki banyak variasi sajian mie. Beberapa di antaranya lebih populer dari yang lain, seperti Mie Aceh, Mie Celor, Mie Lethek, dan lain-lain. Namun, ada juga sajian mie yang popularitasnya belum meluas, walaupun rasanya sangat unik dan pantas dicoba. Sajian mie yang belum banyak dikenal ini adalah Mie Gomak, sajian mie lezat dari Sumatera Utara.Nama ‘Mie Gomak’ memang terdengar cukup unik di telinga. Ternyata asal-usul nama Mie Gomak ini cukup sederhana, yaitu dari kata ‘gomak’, kata dalam bahasa Batak yang berarti ‘digenggam’. Kata ini digunakan sebagai nama pembuatannya, karena dalam proses pembuatannya, Mie Gomak diaduk atau digenggam dengan tangan saat mencampurkan bumbu. Karena itu, jangan kaget kalau Anda melihat penjual Mie Gomak yang menyiapkan sajian mie dengan tangannya. Namun, jangan khawatir soal kebersihan sajian ini, ya. Kebanyakan penjual Mie Gomak menggunakan sarung tangan plastik saat mengolah mie demi menjaga higienitas sajian.Mie Gomak sering disebut juga sebagai spaghetti dari Tanah Batak, karena bentuk mie-nya yang tebal nan gendut, serupa spaghetti dari Italia. Maklum, Mie Gomak terbuat dari mie lidi yang memang sekilas mirip spaghetti. Walaupun tampak serupa, Mie Gomak jelas memiliki cita rasa yang beda dengan spaghetti. Pembeda utama datang dari bumbu khas Sumatera Utara yang digunakan untuk membumbui sajian dari Medan ini, yaitu bumbu andaliman. Penggunaan bumbu inilah yang memberikan cita rasa khas yang membedakan Mie Gomak dengan sajian mie lainnya dari Indonesia.Keunikan Mie Gomak lain tak hanya datang dari bumbu yang digunakan serta proses pencampuran bumbunya saja. Cara masak Mie Gomak juga cukup unik dan memberikan cita rasa khas pada sajian ini. Mie Gomak biasanya juga dimasak dengan tungku tradisional, demi memastikan bumbu menyerap dengan baik dan aroma bumbu andaliman tetap terjaga. Hasilnya, Mie Gomak juga terasa lebih lezat.Ingin mencoba Mie Gomak? Ada beberapa jenis sajian Mie Gomak yang bisa Anda coba, yaitu:1. Mie Gomak KuahUntuk membuat Mie Gomak kuah, mie lidi yang telah direbus kemudian dituangi kuah santan yang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, cabai merah, sereh, kunyit, kemiri, kelapa yang telah disangrai, serta tentu saja andaliman. Agar cita rasa gurihnya lebih terasa, Anda bisa menambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi pada kuah santan ini. Setelah itu, Mie Gomak Kuah disajikan dengan taburan irisan kol, bawang goreng, dan kerupuk.2. Mie Gomak GorengCara membuat Mie Gomak Goreng tidak jauh berbeda dengan cara membuat mie goreng biasa. Bahan tambahan seperti bakso, sosis, ayam, kol, atau sayur sawi juga sering digunakan untuk melengkapi sajian Mie Gomak Goreng.3. Mie Gomak Bumbu KacangPada sajian Mie Gomak Bumbu Kacang, mie lidi yang sudah direbus disiram dengan bumbu kacang, bumbu rempah, dan disajikan bersama telur rebus, kerupuk, dan bawang goreng. Sajian Mie Gomak Medan memang tidak mudah dicari di luar Sumatera Utara. Tapi kalau Anda sedang berkunjung ke Sumatera Utara, Anda bisa mendapatkan Mie Gomak dengan mudah. Di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, ada banyak pedagang mie gomak yang bisa Anda kunjungi. Baik Mie Gomak Kuah, Mie Gomak Goreng, atau Mie Gomak Bumbu Kacang bisa Anda jumpai dan cicipi di sana. Anda ingin mencobanya?

Lebih Dekat dengan Soto Kudus yang Melegenda

Mar 17, 2020

Lebih Dekat dengan Soto Kudus yang Melegenda

Pulau Jawa memang terkenal dengan berbagai varian soto yang sangat lezat. Salah satu jenis soto yang paling populer di Pulau Jawa adalah soto Kudus. Anda yang menyukai hidangan berkuah bening pasti menggemari jenis soto yang satu ini.Apakah Anda sudah tahu tentang beberapa keunikan Soto Kudus berikut ini? Jangan ngaku penggemar soto Kudus jika belum tahu keistimewaannya dibandingkan jenis soto nusantara lainnya.1. Awalnya Terbuat dari Daging KerbauKini, soto Kudus memang terdiri dari bahan utama berupa suwiran daging ayam. Namun, sebenarnya dahulu soto ini terbuat dari daging kerbau. Kala itu, Sunan Kudus menyebarkan agama Islam di kota Kudus tanpa mengabaikan rasa simpatik terhadap pemeluk agama Budha dan Hindu. Salah satunya dengan ikut menyucikan sapi dan tidak menggunakannya dalam aneka penganan, termasuk soto. Hingga akhirnya masyarakat Kudus turut menghormati sesama warga yang beragama Hindu  dengan cara tidak mengonsumsi daging sapi. Itulah sebabnya daging kerbau dipilih sebagai alternatif bahan isian soto.Daging kerbau untuk soto Kudus harus direbus lebih lama supaya teksturnya empuk dan bau anyirnya hilang sebelum disajikan. Selain direbus, agar bau anyir hilang Anda bisa tambahkan Knorr Bumbu Jeruk Nipis. Seiring dengan berjalannya waktu, suwiran daging ayam dalam soto ternyata lebih populer dan disukai daripada daging kerbau atau sapi. Soto Kudus sekarang tak hanya dijajakan di restoran dan kedai kaki lima tetapi juga selalu menjadi menu wajib dalam acara khitanan dan pernikahan.2. Bahan-bahan Isian Soto KudusBahan-bahan isian soto Kudus sebenarnya mirip dengan jenis soto lainnya, yang terdiri dari sohun, taoge, irisan kol, suwiran daging ayam, sapi, atau kerbau, serta siraman kuah kaldu. Namun, kuah kaldu yang digunakan benar-benar bening tanpa tambahan santan atau kunyit. Jika Anda tidak terlalu menyukai santan, Anda pasti menyukai sajian soto Kudus karena kuahnya bening. Meskipun bening, kuah soto Kudus memiliki cita rasa istimewa karena terbuat dari aneka jenis rempah, yaitu cengkeh, kayu manis, kemiri, bawang putih, bawang merah, batang serai, daun salam, dan jintan. Selain itu, soto kudus juga memiliki aroma khas yang menggugah selera karena diberi taburan bawang putih goreng sebelum disajikan.3. Disajikan dalam Mangkuk KecilCiri khas berikutnya yang membedakan soto Kudus dengan jenis soto lainnya adalah cara penyajiannya yang menggunakan mangkuk kecil. Pada umumnya, soto Kudus disajikan dengan nasi dalam satu mangkuk kecil sehingga porsinya terbilang mini. Namun, Anda juga bisa meminta penyajian secara terpisah bila menginginkan porsi yang lebih besar. Jika Anda menyukai soto dengan cita rasa asam, pedas, dan segar, Anda bisa menambahkan air perasan jeruk nipis dan sambal sesuai selera sehingga rasa soto Kudus yang Anda santap terasa makin sempurna.4. Serunya Menyantap Soto Kudus Bersama Makanan Pelengkap LainnyaCita rasa soto Kudus semakin istimewa karena dibarengi dengan sajian makanan pelengkap lainnya. Hidangan pelengkap soto Kudus ternyata sangat beragam, yaitu perkedel kentang, tahu dan tempe goreng, sate telur puyuh, sate jeroan ayam, dan paru goreng. Anda bebas memilih menu pelengkap sesuai selera untuk disantap bersamaan dengan seporsi soto hangat dan tidak lupa menambahkan bumbu pelengkap Bango Kecap Manis agar rasanya lebih sedap. Meskipun porsi soto Kudus terbilang kecil, penyajian makanan pelengkapnya yang bervariasi tentu membuat Anda merasa kenyang ketika menikmatinya.Anda belum pantas disebut sebagai pencinta soto bila belum pernah mencicipi soto Kudus. Sajian makanan berkuah khas Jawa Tengah tersebut sangat mudah dibuat sendiri dan kandungan gizinya pun lengkap. Kalau Anda punya waktu luang, Anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.