Kembali ke Inspirasi dan Promo

Ragam Isian Soto Banjar

Image Banner

11 November 2019

Soto merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang akan dengan mudah Anda jumpai. Di setiap daerah di Indonesia memiliki ragam soto masing-masing, seperti soto madura, soto bandung, soto padang, soto betawi, soto Banjar dan masih banyak lagi. Masing-masing soto memiliki cita rasa yang berbeda. Salah satu soto yang cukup banyak disukai adalah Soto Banjar. Soto Banjar akan mudah kamu jumpai karena kini sudah banyak tersedia di seluruh Indonesia. Untuk harga satu porsinya biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp. 20.000,00-an. 

Soto Banjar merupakan soto khas suku Banjar, Kalimantan Selatan dengan bahan dasar ayam. Soto Banjar memiliki kuah yang bening, tetapi juga ada yang berkuah kental karena dicampur dengan susu sehingga kuah menjadi sedikit keruh. Soal rasa, soto Banjar memiliki rasa yang cukup kuat dengan aroma harum khas rempah seperti biji pala, cengkeh, dan kayu manis. 

Soto Banjar sebenarnya tidak berbeda jauh dengan soto lainnya. Beberapa bahan bumbu soto Banjar yang dibutuhkan seperti bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas, kemiri, garam, lada, dan gula secukupnya yang kemudian dihaluskan dan ditumis hingga wangi kemudian dicampurkan ke dalam kaldu rebusan ayam. Jika Anda ingin membuat kuah soto Banjar yang kental, Anda bisa menambahkan susu di rebusan kaldu ayam. Yang membedakan soto Banjar dengan soto lainnya adalah melimpahnya isian soto Banjar. Berikut ini beberapa bahan soto Banjar yang bisa Anda pilih atau campurkan satu sama lain sebagai isian.

1. Suwiran daging ayam

Suwiran daging ayam menjadi isian soto Banjar yang tak boleh terlewat. Daging ayam yang digunakan adalah daging ayam yang digunakan untuk membuat kaldu kemudian digoreng sebelum disuwir suwir. Untuk seberapa banyak suwiran daging yang Anda butuhkan tergantung selera masing-masing. 

2. Daging sapi

Selain daging ayam, Anda juga bisa menggunakan daging sapi sebagai isian dari soto Banjar. Anda bisa menggunakan bagian daging sapi apapun seperti tenderloin, sirloin hingga jeroan sebagai isian. Daging sapi terlebih dahulu direbus hingga empuk, kemudian ditiriskan dan dipotong dadu. 

3. Ceker ayam

Anda pecinta ceker ayam? Bagian tubuh ayam ini juga sangat cocok untuk digunakan sebagai isian soto Banjar. Teksturnya yang kenyal menjadikan ceker ayam sebagai pilihan yang tepat. Terlebih jika ceker ikut direbus bersama kuah soto Banjar hingga matang dan bumbu meresap. 

4. Babat sapi

Babat sapi merupakan salah satu bagian organ dalam sapi yang paling banyak digemari. Babat sapi memiliki tekstur yang sedikit alot dan kenyal sehingga Anda perlu merebusnya berjam-jam untuk menjadikannya lebih empuk. Babat sapi yang telah direbus kemudian dipotong dadu dengan ukuran yang Anda inginkan. Anda juga bisa menyajikan soto Banjar dengan babat sapi bacem yang manis. 

5. Telur

Selain suwiran daging ayam, telur juga tidak boleh terlewatkan untuk menjadi isian soto Banjar. Telur yang digunakan adalah telur rebus bisa menggunakan telur ayam atau telur puyuh sesuai selera. Potong-potong telur menjadi beberapa bagian kemudian letakkan di atas soto Banjar

6. Sayuran

Selain macam-macam daging, sayuran seperti tauge, irisan tipis kentang, lobak, dan berbagai sayuran lain bisa Anda jadikan sebagai isian. Selain nikmat, tentunya Anda tetap bisa sehat. Sayuran tersebut direbus terpisah terlebih dahulu kemudian letakkan di atas soto Banjar yang akan disajikan. 

7. Bihun dan perkedel

Sebagai pelengkap Anda juga bisa menambahkan perkedel kentang dan juga bihun putih ke dalam soto. Itulah beberapa macam isian soto Banjar yang membuat soto ini menjadi lebih nikmat. Selain isian, kunci kelezatan soto Banjar terletak pada kuahnya. Rasa kaldu ayam yang kental dengan dicampur bahan soto Banjar lainnya akan menjadikan soto Banjar terasa nikmat. Untuk ciptakan rasa kaldu ayam yang lebih nikmat Anda bisa menambahkan ROYCO bumbu pelezat serbaguna rasa ayamyang terbuat dari daging ayam pilihan dan rempah-rempah alami khas Indonesia yang menjadikan masakan Anda semakin lebih nikmat. Ciptakan sajian lezat bersama ROYCO.


Berita Lainnya

Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

Nov 11, 2019

Tips Memasak Sate Kambing Agar Tidak Alot dan TIdak Amis

Sate menjadi salah satu kuliner yang paling banyak diminati. Sate bisa menggunakan berbagai jenis daging seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi, daging kelinci bahkan keong dan belalang juga bisa dijadikan sate. Anda juga bisa membuat berbagai macam sate sendiri di rumah. Sate kambing menjadi salah satu sate yang tidak terlewatkan terutama ketika musim lebaran idul adha datang. Berbeda dengan jenis daging lainnya, daging kambing cenderung alot dan berbau amis. Hal ini yang kadang menjadi kendala seseorang untuk mengonsumsi sate kambing. Tidak semua orang bisa mengolah daging kambing menjadi empuk dan tidak berbau amis. Berikut ini beberapa tips dan cara yang bisa Anda ikuti untuk mengolah daging kambing agar tidak alot dan bau.1. Pilih daging kambing yang tepatTidak semua daging kambing memiliki tekstur alot. Beberapa bagian daging kambing memiliki tekstur yang empuk sehingga cocok untuk disate, yaitu bagian punggung sate, tenderloin, sirloin serta bagian punuk. Bagian-bagian tersebut tergolong mahal bila dibandingkan dengan bagian kambing lainnya. Selain pemilihan bagian daging kambing yang tepat, Anda juga bisa memilih berdasarkan jenis kambing. Daging kambing muda cenderung lebih empuk bila dibandingkan daging kambing dewasa. Sate kambing muda memang cukup banyak digemari karena teksturnya yang cukup empuk dan baunya yang tidak terlalu amis bila dibandingkan sate kambing biasa. Bukan hanya berdasarkan usia dan bagian tubuh kambing saja, jenis budidaya kambing juga akan mempengaruhi tingkat kealotan daging. Kambing lepas yang mencari makan sendiri dan bukan di kandang cenderung memiliki otot yang cukup kuat sehingga tekstur daging menjadi lebih alot bila dibandingkan daging kambing yang dikandang. Dalam memilih daging kambing Anda juga perlu memperhatikan kesegaran daging. Pilih daging kambing yang masih merah cerah atau cenderung menjadi merah muda. Pilih daging kambing yang beraroma khas yaitu aroma prengus khas kambing. Namun, jika aroma terlalu menyengat artinya daging kambing tersebut sudah tidak segar lagi.2. Potong daging dengan arah yang tepatKetika mengolah daging kambing, Anda perlu memperhatikan arah pemotongan daging. Pemotongan daging kambing harus berlawanan arah dengan arah serat daging. Hal ini akan mempermudah daging untuk diurai dan tidak alot ketika selesai dimasak. Sebelum memotong daging, Anda perlu untuk membersihkan selaput yang membungkus daging terlebih dahulu karena bagian ini akan menjadikan daging kambing alot dan susah untuk dipotong. Pisahkan juga bagian lemak pada daging agar daging kambing menjadi lebih empuk. 3. Cuci daging dengan air kelapa dan rendam daging dengan potongan buah nanasJangan pernah cuci daging kambing dengan menggunakan air keran karena akan membuat daging semakin bau amis. Air keran bisa saja mengandung bakteri yang akan bereaksi ketika terkena daging kambing sehingga membuat daging menjadi lebih amis. Untuk mencuci daging kambing, Anda bisa mengganti air keran dengan air kelapa. Air kelapa akan membantu menghilangkan bau amis pada daging dan membuat rasanya menjadi lebih legit. Anda hanya perlu merendam daging selama kurang lebih 30 menit ke dalam air kelapa sebelum diolah. Selanjutnya Anda juga bisa menggunakan potongan buah nanas untuk menjadikan daging menjadi lebih empuk. Nanas mengandung enzim bromelain yang mampu menghindrolisis ikatan peptida atau polipeptida pada protein daging menjadi asam amino sehingga serat daging kambing akan lebih mudah terurai dan menjadi lebih empuk. Anda hanya cukup merendam daging kambing yang sudah dicuci dengan air kelapa ke dalam parutan nanas dengan perbandingan 1 buah nanas untuk 3 kg daging. 4. Bungkus daging dengan daun pepayaSelain dengan merendam daging dengan potongan nanas, terdapat teknik khusus untuk membuat daging kambing menjadi lebih empuk yaitu dengan membungkus daging dengan daun pepaya. Rebus daging yang telah dibungkus dengan daun pepaya selama kurang lebih 30 menit. Enzim yang terkandung pada daun pepaya akan membantu untuk menguraikan serat pada daging kambing sehingga menjadikan daging lebih empuk. Selain daun pepaya, Anda juga bisa menggunakan daun jambu biji atau daun jati sebagai pembungkusnya. 5. Rendam daging dengan bumbu aromatik (beraroma tajam)Anda juga bisa merendam daging kambing dengan bumbu aromatik seperti jahe, serai dan jeruk nipis untuk menghilangkan bau daging. Bumbu aromatik ini akan membuat bau amis pada daging kambing tersamarkan. Setelah itu, Anda bisa merendam daging kambing dengan bumbu sate kambing lainnya dan diamkan beberapa saat sebelum dibakar. Biarkan bumbu sate kambing meresap ke dalam serat daging sehingga menjadikan daging kambing lebih nikmat.6. Bakar dengan api sedangKetika membakar sate kambing, usahakan gunakan api sedang dan jangan membakar sate langsung ke api karena akan menyebabkan sate lebih cepat gosong tetapi bagian dalam justru belum matang. Itulah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk membuat sate kambing tidak berbau amis dan tidak alot. Untuk ciptakan rasa sate kambing yang lebih nikmat gunakan Bango Kecap Manis saat membakar sate. Anda bisa mengoleskan Bango Kecap Manis pada sate ketika sedang dibakar. Kenikmatan kecap Bango akan membuat sate kambing Anda semakin nikmat. Terakhir sajikan sate kambing dengan potongan kubis, tomat, cabai, bawang merah dan Bango Kecap Manis yang dipadukan dengan bubuk merica. 

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nov 11, 2019

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nasi goreng merupakan salah satu sajian yang sangat mudah didapat di Indonesia. Mulai dari warung di pinggir jalan hingga restoran terkenal, tidak sedikit tempat yang menjadikan nasi gorengsebagai salah satu menunya. Dapat dipahami, nasi goreng memang sangat populer di Indonesia, bahkan di dunia. Tak mengherankan ketika nasi goreng mendapatkan peringkat ke-2 pada daftar World’s 50 Best Foods dari CNN pada tahun 2017 lalu.Seperti banyak masakan khas Indonesia lainnya, nasi goreng muncul dengan berbagai variasi di Indonesia. Variasi bumbu nasi goreng serta bahan tambahan yang digunakan menghasilkan begitu banyak kreasi nasi goreng yang bisa Anda nikmati. Berikut ini adalah 7 variasi sajian nasi goreng yang tidak hanya lezat, tetapi juga mudah disiapkan.1. Nasi Goreng JawaBumbu nasi goreng Jawa adalah sambal ulek yang terdiri dari cabai dan bawang. Penggunaan sambal ulek ini tak hanya memberikan cita rasa yang istimewa pada nasi goreng, tapi juga memberi warna merah pada nasi goreng Jawa. Selain itu, nasi goreng Jawa juga dibumbui dengan terasi goreng. Dengan bahan tambahan seperti suwiran ayam, toge, telur, babat goreng, dan bahan lainnya, nasi goreng Jawa menjadi nasi goreng yang disukai banyak orang.2. Nasi Goreng RendangKetika Nasi Goreng mendapatkan peringkat 2 pada daftar World’s 50 Best Foods, rendang menjadi sajian Indonesia yang mendapatkan peringkat 1. Lalu, bagaimana bila kedua makanan terbaik di dunia ini berpadu menjadi sepiring Nasi Goreng Rendang? Bumbu rendang yang kaya rasa dari berbagai rempah dipadu dengan nasi putih, lalu ditambahkan dengan daging sapi iris, telur, dan bawang daun. Hasilnya luar biasa. Jadi, ketika Anda memiliki bumbu rendang sisa, jangan langsung dibuang ya. Olah saja menjadi Nasi Goreng Rendang yang lezat!3. Nasi Goreng GilaSekilas, Nasi Goreng Gila alias nasi gila tampak serupa dengan nasi goreng yang lain. Namun, nasi gila tidak sama dengan nasi goreng biasa, karena nasi pada nasi gila tidak diaduk bersama bahan-bahan lainnya. Jadi, nasi hanya digoreng di wajan dengan bumbu bawang putih, garam, dan lada. Setelah itu, nasi langsung diletakkan di piring. Bahan-bahan lain seperti kol, ayam, ampela ati, dll kemudian ditumis bersama bumbu dan rempah secara terpisah. Setelah bahan tambahan tercampur merata dengan bumbu, bahan tambahan tersebut diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui sebelumnya. Perbedaan ini mungkin sederhana, tapi memberikan cita rasa dan kelezatan yang berbeda pada nasi goreng gila.4. Nasi Goreng AcehKelezatan dan keunikan nasi goreng Aceh datang dari berbagai rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu nasi goreng ini. Rasa pedasnya bukan datang dari cabai saja, tapi juga rempah lain seperti kunyit, kapulaga, jintan, pala, merica, dan lain-lain. Sensasi hangat dari rempah-rempah ini pun dirasakan tubuh saat menikmati nasi goreng Aceh. Untuk melengkapi sajian, emping dan acar bawang merah pun tersaji di tepi piring. 5. Nasi Goreng Ikan AsinGurihnya nasi goreng akan semakin terasa nikmat bila diolah dengan ikan asin. Untuk Nasi Goreng Ikan Asin, Anda bisa menggunakan berbagai macam ikan asin, seperti jambal roti, teri Medan, dll. Trik penting saat membuat nasi goreng ikan asin adalah mengatur proporsi ikan asin dan nasi. Jangan sampai nasi goreng terasa terlalu asin karena terlalu banyak tambahan ikan asin, ya.6. Nasi Goreng KambingNasi goreng kambing bisa disebut sebagai salah satu variasi sajian nasi goreng yang paling populer, terutama di Jakarta. Merek Nasi Goreng Kebon Sirih bahkan terus dikenal hingga saat ini, karena sukses menyajikan nasi goreng kambing yang lezat sejak tahun 1958. Bumbu nasi goreng ini adalah rempah seperti kunyit, sereh, kapulaga, lada, dll. Saat membuat Nasi Goreng Kambing, pastikan potongan daging kambing sudah benar-benar empuk sehingga nikmat disantap bersama nasi goreng. 7. Nasi Goreng MawutDilema memilih antara mie goreng atau nasi goreng pun menghasilkan Nasi Goreng Mawut, yaitu nasi goreng yang menggunakan mie sebagai salah satu bahan tambahannya. Jadi, sajian nasi goreng ini dijamin mengenyangkan! Bumbu nasi goreng seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri digunakan untuk memperkaya rasa nasi goreng. Jangan lupa tambahkan bahan lain pula seperti kol, toge, telur, atau bahan lain sesuai selera Anda.Keistimewaan nasi goreng adalah cara memasaknya yang mudah. Selain itu, nasi goreng juga mudah dipanaskan dan bisa dinikmati kapan saja.  

Memasak Semur Jengkol Lezat dan Tidak Berbau

Mar 17, 2020

Memasak Semur Jengkol Lezat dan Tidak Berbau

Semur jengkol adalah salah satu olahan jengkol yang sangat populer. Sayangnya, masih banyak yang kurang menyukai makanan khas Betawi ini karena baunya menyengat. Sebenarnya, Anda bisa membuat semur jengkol yang lezat dan tidak berbau jika sudah memahami tekniknya.Jangan menyerah begitu saja dengan semur jengkol yang berbau. Yuk, siapkan bumbu semur jengkol yang sedap dan ikuti beberapa tips efektif berikut ini:1. Memilih Jengkol yang Sudah TuaJenis jengkol yang paling cocok dijadikan bahan dasar semur adalah jengkol yang sudah tua. Karena jengkol tua memiliki ukuran yang besar dan teksturnya lebih legit. Pilihlah jengkol tua yang kulit arinya berwarna cokelat gelap dan bertekstur keras. Kulit ari tersebut biasanya akan mengelupas dengan sendirinya jika Anda merendam jengkol minimal semalaman. Bagian dalam jengkol tua yang belum diolah berwarna kuning dan teksturnya agak keras dibandingkan dengan jengkol muda. Namun, Anda tak perlu merendam jengkol untuk semur karena jengkol tersebut akan direbus agar kulitnya lepas dan teksturnya jadi empuk.2. Merebus Jengkol Dua KaliJika sudah menyiapkan jengkol tua, langkah selanjutnya adalah merebus jengkol tersebut. Rebuslah jengkol tua yang sudah dikupas dengan air mendidih dan daun jambu biji dalam jumlah banyak selama 5 menit. Penggunaan daun jambu sangat efektif untuk mengurangi bau jengkol. Setelah lima menit, matikan api kompor dan diamkan jengkol di dalam air rebusannya selama 30 menit. Selanjutnya, rebus kembali jengkol tersebut selama 7 menit sebelum siap ditiriskan. Kemudian, kupas kulitnya sampai bersih agar jengkol siap digeprek.3. Menggeprek Jengkol Hingga MerekahJengkol yang sudah direbus dua kali dan dikupas kulitnya bisa langsung digeprek di atas cobek dengan ulekan. Gepreklah jengkol hingga agak memar dan menjadi gepeng serta merekah. Proses ini akan membuat bumbu semur jengkol meresap sempurna ketika nanti jengkol dimasak.4. Menyiapkan Bumbu Semur Jengkol dalam Jumlah BanyakBumbu semur yang jumlahnya banyak adalah salah satu kunci untuk membuat semur jengkol lezat dan tidak berbau. Ada dua jenis bumbu semur yang patut Anda siapkan, yaitu bumbu yang dihaluskan dan bumbu iris. Bumbu yang dihaluskan terdiri dari campuran bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas dan serai.Saat bumbu halus sudah ditumis dan hampir matang, Anda bisa segera menambahkan bumbu iris yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe yang dimemarkan, daun salam, dan serai. Semua bumbu tersebut harus ditumis hingga matang dan harum sebelum dicampurkan dengan jengkol yang sudah digeprek. Jangan lupa pula menambahkan kecap manis untuk menyempurnakan rasa semur. Jika Anda menginginkan semur jengkol yang aromanya khas, Anda dapat menambahkan beberapa jenis rempah seperti kayu manis, kapulaga, pekak, dan jinten.5. Memasak Semur Jengkol dalam Waktu LamaProses memasak semur jengkol membutuhkan waktu lama supaya semua bumbunya meresap sempurna. Anda harus memasak jengkol minimal 45 menit sembari menambahkan sedikit air jika kuah semurnya mulai mengering. Jangan lupa menggunakan api kecil supaya bumbu benar-benar meresap ke dalam jengkol tanpa membuat jengkol mudah hangus. Semur jengkol yang sudah matang bisa segera disajikan dalam keadaan hangat dan diberi taburan bawang goreng sebagai pelengkap.Semur jengkol tak akan dihindari lagi oleh keluarga jika Anda memasaknya dengan teknik yang tepat. Yuk, ucapkan selamat tinggal pada semur jengkol yang baunya menyengat. Mari mencoba kreasi semur jengkol lezat dan tak berbau yang pasti disukai keluarga.

Manis, Pedas, Asin, Asem Gulai Belacan Khas Riau

Mar 17, 2020

Manis, Pedas, Asin, Asem Gulai Belacan Khas Riau

Indonesia memang beruntung dianugerahi kekayaan rempah-rempah yang sangat beragam. Tak heran kalau banyak masakan khas Indonesia yang mengandalkan berbagai rempah untuk memberikan cita rasa yang kuat. Salah satunya adalah beragam sajian gulai yang bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dari sekian banyak sajian gulai dari Indonesia, yang menonjol adalah sajian Gulai Belacan dari Riau.Di Indonesia, sajian gulai memang banyak ditemukan di Sumatera. Menurut pakar kuliner, Arie Parikesit, gulai di Indonesia memang mulai tumbuh di Sumatera dengan pengaruh dari India. Dari Sumatera, gulai Indonesia menyebar ke pulau Jawa dengan beberapa perubahan, misalnya kuah gulai dari Jawa yang lebih encer dan lebih manis karena penggunaan kecap atau gula merah dalam resepnya. Yang pasti, gulai di Indonesia jelas tidak sama dengan sajian India, karena bumbu dan rempah yang digunakan adalah bumbu dan rempah khas Indonesia. Selain itu, gulai di Indonesia juga tidak hanya menggunakan daging sapi atau daging ayam saja, tapi juga boga bahari serta sayur. Sajian gulai Indonesia yang menggunakan boga bahari sebagai bahan utamanya adalah Gulai Belacan dari Riau. Sesuai dengan namanya, Gulai Belacan menggunakan belacan atau terasi sebagai salah satu bumbunya, sehingga memberikan cita rasa kuat dan warna merah pada sajian ini. Santan dan air asam jawa juga digunakan dalam resep Gulai Belacan, melengkapi bumbu lain seperti lada, kemiri, bawang merah, dan bawang putih. Bahan lain yang sangat khas Indonesia dan digunakan dalam Gulai Belacan untuk memberikan aroma dan rasa khas adalah petai. Tak heran kalau Gulai Belacan memiliki rasa manis, pedas, gurih, dan asem yang unik dan berbeda dengan sajian gulai lain dari Indonesia.Seperti banyak sajian lain di Indonesia, Gulai Belacan Riau memiliki beberapa variasi, terutama dalam bahan utama yang digunakan. Beberapa jenis bahan yang bisa menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan adalah:1. UdangBelacan merupakan nama lain dari terasi udang. Karena itu, tentu pas bila udang menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan. Anda bisa menggunakan udang air tawar atau udang laut yang berukuran lebih besar. Bila suka, lobster pun bisa diolah dalam resep Gulai Belacan Riau. 2. AyamDaging ayam cukup umum diolah dalam berbagai sajian gulai. Karena itu, tak aneh bila daging ayam juga bisa diolah sebagai bahan utama dalam sajian Gulai Belacan. Agar sajian lebih lezat, daging ayam sebaiknya dimasak dengan tulangnya. Selain itu, pastikan bumbu meresap dengan baik pada daging ayam, ya. 3. IkanSelain Gulai Belacan, sajian lain yang juga dikenal merupakan sajian dari Riau adalah Gulai Ikan Patin. Nah, Gulai Belacan pun bisa disiapkan menggunakan ikan, baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Agar ikan terasa lebih segar dan tidak bau amis, Anda bisa menggunakan Knorr Bumbu Rasa Jeruk Nipis saat mencuci ikan. Setelah ikan dicuci bersih, barulah ikan bisa diolah bersama bahan-bahan lain dalam Gulai Belacan Riau.Bagaimana dengan Anda? Menurut Anda, bahan apa yang paling cocok diolah dalam sajian Gulai Belacan? Bahan apapun yang Anda gunakan, yang penting adalah memastikan bahwa bahan tersebut masih segar. Bila sajian diolah dengan bahan-bahan yang segar, sajian tentu akan terasa lebih lezat dan nikmat, bukan?