< Kembali ke Berita dan Promo
Image Banner

Pindang Patin khas Palembang, Alternatif Makanan di Musim Hujan

17 March 2020

Palembang adalah salah satu kota besar di tanah air yang terkenal dengan kekayaan kulinernya. Saat mengunjungi Palembang, jangan lupa mencicipi pindang patin yang istimewa. Menu yang satu ini memang selalu bikin penasaran dan cocok disantap di musim hujan.

Ingin tahu fakta menarik seputar olahan ikan pindang patin ala Palembang? Inilah ulasan selengkapnya!

  1. Palembang Punya Banyak Olahan Pindang

Sebenarnya bukan hanya pindang patin saja yang bisa Anda temui di Palembang. Ibu kota Sumatera Selatan ini punya banyak menu olahan pindang, misalnya pindang tulang, pindang ikan baung, pindang gabus, hingga pindang telur ikan. Namun, olahan pindang patin merupakan salah satu yang paling spesial karena ikan patin adalah komoditas andalan Palembang. Itulah sebabnya Anda tak boleh melewatkan kesempatan mencicipi pindang patin ketika berada di Palembang. Meskipun ikan patin dikenal lebih amis dibandingkan ikan air tawar lainnya, resep pindang khas Palembang bisa membuat olahan ikan tersebut terasa gurih, pedas, manis, dan bebas bau amis.

  1. Panduan Memilih Ikan Patin untuk Pindang

Proses pemilihan ikan patin untuk pindang harus dilakukan secara cermat agar cita rasa pindang semakin sempurna. Kalau Anda berencana membuat pindang patin sendiri di rumah, pastikan bahwa Anda memperhatikan beberapa kriteria berikut ini:

  • Ikan patin berukuran cukup besar, sisiknya masih melekat kuat, dan berwarna mengkilap.
  • Mata ikan patin masih jernih, tidak merah dan tidak rusak.
  • Tekstur ikan masih kenyal dan tidak berlendir.
  • Insang ikan berwarna merah cerah, tidak pucat.
  • Aroma ikan patin segar tidak terlalu amis atau berbau busuk.
  1. Bagian-Bagian Ikan Patin yang Diolah Jadi Pindang

Ikan patin berukuran besar bisa dibagi menjadi beberapa bagian saat dipindang, yaitu bagian kepala, tengah, dan ekor. Kalau Anda tak ingin repot menyantap pindang ikan yang tulangnya banyak, Anda bisa menikmati bagian tengahnya. Namun, bagian kepala juga memiliki kenikmatan istimewa karena terdiri dari lemak yang gurih. Kepala patin paling sedap bila diseruput bersama kuah yang masih hangat meskipun bagian dagingnya terbilang sedikit.

Rasa masakan ikan pindang patin ala Palembang yang gurih, asam, dan segar memang paling cocok disantap saat musim hujan. Selain memuaskan lidah, daya tahan tubuh pun terjaga karena mendapat asupan gizi seimbang. Jadi, kapan Anda berencana membuat pindang patin Palembang sendiri di rumah?


Berita Terkait