Kembali ke Inspirasi dan Promo

Perbedaan Nasi Goreng Jawa dengan Nasi Goreng Lainnya

Image Banner

14 October 2019

Variasi nasi goreng di seluruh dunia memang sangat beragam, termasuk di Indonesia. Penggunaan bumbu dan bahan yang berbeda saja memberikan cita rasa, warna, dan tekstur berbeda pada nasi goreng, sehingga tiap variasi nasi goreng tampil unik dan lezat. Salah satu sajian nasi goreng yang populer di Indonesia adalah Nasi Goreng Jawa atau dikenal juga sebagai nasi goreng kampung. Seperti apakah bumbu Nasi Goreng Jawa yang membedakannya dengan jenis nasi goreng lain dari Indonesia? Faktor apa lagi yang membentuk ciri khas dari Nasi Goreng Jawa?

Cara membuat Nasi Goreng Jawa tentu tidak jauh berbeda dengan jenis nasi goreng lainnya. Tapi ada beberapa hal yang membuat Nasi Goreng Jawa tampil unik di antara berbagai variasi nasi goreng di Indonesia, di antaranya:

1. Bumbu dasar

Ciri khas bumbu Nasi Goreng Jawa adalah penggunaan sambal ulek sebagai bumbunya. Jadi, Nasi Goreng Jawa mengandalkan bahan-bahan seperti cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit, serta bawang merah dan bawang putih untuk memberikan rasa pedas yang sedap. Selain itu, Nasi Goreng Jawa juga mendapatkan cita rasa khasnya dari penambahan terasi dan kemiri sebagai salah satu bumbu dasar. Rasa gurih dari bahan-bahan ini kemudian diseimbangkan dengan penambahan bango kecap manis yang memberikan rasa manis. Kecap asin juga bisa ditambahkan untuk memperkaya rasa nasi goreng.

2. Warna

Karena penggunaan cabai segar serta kecap manis dalam bumbu dasarnya, Nasi Goreng Jawa biasanya memiliki warna merah kecokelatan. Tapi tiap daerah di Jawa memiliki warna nasi goreng yang sedikit bervariasi, misalnya Nasi Goreng Jawa Tengah biasanya memiliki warna merah agak muda, sedangkan Nasi Goreng Kampung dari Yogyakarta memiliki warna merah tua. Warna merah kecoklatan dimiliki oleh nasi goreng dari Surabaya.

3. Isian

Banyak bahan yang bisa Anda tambahkan dalam sajian Nasi Goreng Jawa, di antaranya adalah ikan teri atau ikan bilis goreng, ayam kampung yang disuwir, tauge, babat goreng, serta irisan kol dan sawi hijau. Telur mata sapi atau irisan telur dadar juga bisa jadi isian Nasi Goreng Jawa yang lezat.

4. Aroma

Yang membuat aroma Nasi Goreng Jawa menjadi begitu sedap dan khas adalah penambahan terasi pada bumbu Nasi Goreng Jawa. Tapi sebelum menambahkan terasi pada Nasi Goreng Jawa, terasi harus dibakar hingga matang terlebih dahulu. Langkah ini sangat penting dan tidak boleh dilewatkan demi mendapatkan rasa dan aroma terasi yang lebih mantap.

5. Cara masak

Salah satu ciri khas Nasi Goreng Jawa adalah cara memasaknya yang memanfaatkan anglo alias tungku tanah liat yang dipanaskan dengan kayu atau arang. Memang tidak semua Nasi Goreng Jawa diolah dengan anglo, tetapi Nasi Goreng Jawa yang otentik memang dimasak dengan anglo, sehingga aroma nasi goreng jadi semakin sedap dan membangkitkan selera.

6. Penyajian

Bahan apa saja yang digunakan untuk menghias Nasi Goreng Jawa dalam penyajiannya? Nasi goreng Jawa biasanya disajikan bersama potongan tomat segar, mentimun segar, dan daun kol. Kerupuk udang, acar, serta sate jeroan juga sering disajikan bersama Nasi Goreng Jawa. Bahan-bahan tersebut merupakan bahan yang paling umum digunakan untuk menghias Nasi Goreng Jawa. Namun, tentu saja Anda bisa memilih menggunakan bahan tambahan lainnya.

Nasi goreng sangat populer karena mudah disiapkan dan mudah dikreasikan. Karenanya, nasi goreng bisa dinikmati saat sarapan, makan siang, atau makan malam. Apakah Nasi Goreng Jawa merupakan jenis nasi goreng kesukaan Anda? Bila tidak, lalu nasi goreng apa yang paling keluarga Anda sukai?

Sumber:

  • batam.tribunnews.com/2017/12/13/simak-rahasia-membuat-nasi-goreng-jawa-gurih-dan-lezat
  • food.detik.com/info-kuliner/d-3314762/nasi-goreng-indonesia-punya-bumbu-dan-rasa-yang-khas
  • selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-nasi-goreng-jawa-spesial-pedas-yang-enak
  • goodnewsfromindonesia.id/2016/09/21/apa-saja-macam-macam-nasi-goreng-di-indonesia
  • idntimes.com/food/dining-guide/putriana-cahya/7-nasi-goreng-khas-indonesia-yang-paling-populer-1/full
  • liputan6.com/lifestyle/read/3682599/cara-membuat-nasi-goreng-kampung-sederhana-yang-jadi-favorit-banyak-orang
  • theboxsceneproject.org/resep-nasi-goreng-jawa/

 

 


Berita Lainnya

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Nov 11, 2019

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Aneka kuliner di Indonesia memang banyak menyita perhatian. Beraneka macam makanan akan dengan mudah Anda temui dengan harga yang beragam. Anda akan menemukan beragam kelezatan kuliner Indonesia di setiap daerah dengan rasa khas masing-masing. Bahkan, meski memiliki nama kuliner yang sama, rasa yang ditawarkan pasti akan berbeda di setiap daerah.Sate menjadi salah satu andalan kuliner Indonesia yang memiliki lebih dari 1 macam jenis, seperti sate madura, sate padang, sate klatak, dan berbagai jenis sate lainnya. Salah satu sate yang kini banyak diminati adalah sate taichan dan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup populer saat ini. Pernah mencoba sate taichan? Sate taichan merupakan sate ayam biasa yang dibakar tanpa menggunakan bumbu yang beraneka ragam dan hanya menggunakan garam dan jeruk nipis saja sebagai bumbu. Sate taichan disajikan dengan sambal dan disantap bisa dengan lontong. Untuk kisaran harganya yaitu sekitar Rp. 2.500,00/tusuk atau Rp. 20.000,00/porsi. Jika Anda pergi ke daerah Senayan, Anda akan menemui banyak sekali kedai sate taichan. Tahukah Anda asal usul sate taichan?Jika dilihat dari nama “taichan”, tentu yang ada di pikiran kita adalah sate ini berasal dari China atau Jepang. Asal usul sate taichan sebenarnya belum terkonfirmasi dengan benar. Menurut beberapa informasi yang ada, sate taichan tercipta berawal dari datangnya sepasang muda-mudi Jepang-Indonesia yang ingin membeli sate di salah satu kedai sate madura di kawasan Senayan, Indonesia. Si pria yang berasal dari Jepang ini tidak terlalu menyukai sate berbumbu kacang seperti yang biasa dijumpai di Indonesia. Kemudian si Pria berinisiatif membakar sendiri sate yang telah ditusuk-tusuk dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Setelah matang sebagai pendamping sate, si Pria menambahkan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh pemilik kedai apa nama sate tersebut, si pria langsung menjawab “sate taichan”. Berawal dari sini lah sate taichan mulai berkembang di Indonesia. Awalnya sate taichan hanya dijual oleh 2 orang pedagang sate di kawasan Senayan, yaitu pak Amir sebagai cikal bakal sate taichan dan seorang temannya, tetapi kini sate taichan telah berkembang ke seluruh Indonesia. Sate taichan mulai berkembang pesat sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bukan hanya di Jakarta saja, sate taichan bahkan sudah berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Anda bisa menemui dengan mudah sate taichan di segala penjuru Indonesia. Semakin lama, sate taichan semakin berinovasi, bukan hanya bakar Anda juga dapat memilih sate taichan goreng sebagai menu pilihan. Tapi tahukah Anda apa perbedaan dari sate taichan dengan sate lainnya?Sebenarnya sate taichan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan sate ayam pada umumnya. Sate taichan juga menggunakan daging ayam yang dipotong dadu berukuran kecil sama seperti dengan sate ayam pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dengan sate ayam biasa, yaitu seperti:1. Dari segi penampilanSate taichan terkesan lebih pucat bila dibandingkan dengan sate ayam pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada sate ayam umumnya menggunakan bumbu khusus dengan beraneka macam bahan dan kecap sehingga menjadikan tampilannya lebih berwarna. Berbeda dengan sate taichan yang hanya dibakar dengan bumbu garam dan jeruk nipis tanpa kecap sehingga penampilannya lebih pucat. Dalam penyajiannya, sate taichan juga berbeda dengan sate ayam biasanya. Jika biasanya sate ayam dilumuri dengan bumbu kacang sebagai pendampingnya, sate taichan justru hanya menggunakan sambal sebagai pendampingnya. Anda bisa menyantapnya bersama lontong ataupun nasi sesuai dengan pilihan Anda. 2. Dari segi rasaKarena bumbu yang digunakan sate taichan cukup sederhana, maka rasa yang ditawarkan juga sederhana, tapi tidak kalah lezat bila dibandingkan dengan sate ayam biasa. Sate biasa memiliki rasa yang beragam dan beradu padu antara manis, pedas, gurih dari berbagai bumbu yang digunakan, sedangkan sate taichan memiliki rasa yang gurih dari garam dan asam dari jeruk nipis serta pedas dari sambal yang digunakan. Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu kacang, sate taichan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan makanan Anda. 3. Perbedaan bumbu sateJika bumbu sate ayam biasa itu cukup rumit dan sulit, berbeda dengan bumbu sate taichan. Bumbu sate taichan lebih sederhana dan bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah dijumpai di dapur sehingga anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Ada dua variasi sate taichan yang bisa Anda buat yaitu sate taichan bakar dan sate taichan goreng. Hal yang membedakan antara keduanya adalah proses memasaknya. Jika sate taichan bakar dibakar di atas arang maka sate taichan goreng cukup dipanggang atau digoreng tipis di atas teflon. Namun, kedua tetap dihidangkan bersama dengan sambal khasnya. Tips untuk menjadikan sate taichan menjadi lebih nikmat1. Gunakan daging ayam terbaikGunakan daging ayam yang masih segar sebagai bahan utama sate. Kualitas daging akan mempengaruhi cita rasa dari sate taichan. Jika daging yang digunakan berkualitas buruk maka rasa yang dihasilkan dari sate taichan pun akan menjadi kurang. Oleh karena itu, kualitas daging ayam sangat perlu diperhatikan. Anda dapat menggunakan semua bagian daging ayam untuk membuat sate, tetapi umumnya bagian yang digunakan adalah bagian dada ayam. Jika Anda tidak terlalu suka dengan bagian dada, Anda bisa menggantinya dengan bagian kulit atau jeroan ayam sesuai selera.2. Perhatikan tingkat kematangan sate taichanPastikan ketika membakar atau menggoreng sate taichan benar-benar matang hingga bagian dalam daging, karena daging ayam mentah mengandung bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Anda dapat membakarnya di api sedang atau di teflon dengan selalu membolak-balikkan daging agar tidak gosong. 3. Pilih sambal sesuai seleraUntuk membuat sambal taichan, Anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambahkan lebih banyak cabe rawit merah. Sedangkan jika Anda tidak terlalu suka pedas, Anda bisa mengurangi cabe rawit merah dan menambahkan cabe keriting atau cabe besar untuk membuat sambal lebih banyak.4. Gunakan bahan-bahan bumbu sate taichan terbaikGunakan bahan-bahan terbaik sebagai bahan pembuat sate taichan, termasuk dalam pemilihan bumbu sate taichan. Bumbu-bumbu sate taichan yang berasal dari bahan-bahan terbaik memiliki rasa sate yang lezat. Meskipun bumbu sate taichan cukup sederhana, tetapi pemilihan bahan yang salah akan membuat cita rasa sate taichan akan berubah. Beberapa bahan seperti jeruk nipis dan jeruk limau harus dipilih yang tidak terlalu matang. Jika Anda memilih yang terlalu matang maka akan berdampak pada rasa sate taichan yang justru manis bukan gurih dan segar seperti umumnya. Untuk ciptakan rasa gurih pada sate taichan, gunakan Knorr Bumbu Ekstrak Daging Ayam sebagai pengganti garam yang diformulasikan khusus dengan kandungan 5 kali lebih banyak daging ayam bila dibandingkan dengan varian bumbu rasa ayam lainnya. Tanpa menghilangkan cita rasa asli dari makanan, memasak jadi lebih mudah dan nikmat dengan KnorrBumbu Ekstrak Daging Ayam.

Lezatnya Gulai Ikan Patin Berlumur Rempah

Mar 17, 2020

Lezatnya Gulai Ikan Patin Berlumur Rempah

Mencari ikan segar di Indonesia memang sangat mudah. Indonesia sangat beruntung sebagai sebuah negara kepulauan yang perairannya berlimpah ikan dari berbagai jenis, baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Karena itu, tidak mengherankan kalau Indonesia juga memiliki banyak sajian khas yang menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Setiap sajian ikan diolah dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan keunikan dan kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing daerah di Indonesia. Misalnya saja, sungai-sungai di Pulau Sumatera sangat kaya ikan patin, sehingga ikan tersebut banyak diolah menjadi berbagai sajian khas di banyak daerah di Sumatera, seperti Gulai Ikan Patin.Mengenal Ikan PatinIkan patin memang merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Hampir semua daerah di Sumatera merupakan sentra penghasil patin, ikan patin tak hanya ditangkap dari sungai, tetapi juga dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan ikan patin di Indonesia dan di dunia.Mengapa ikan patin begitu disukai oleh banyak orang? Alasan utama tentu saja karena kelezatannya. Ikan patin memiliki daging yang tebal, tetapi tetap lembut sehingga sangat nikmat disantap dalam berbagai macam olahan. Selain itu, ikan patin juga mengandung nutrisi tinggi. Kandungan asam lemak Omega-3 dalam ikan patin bahkan tidak kalah dengan ikan air laut seperti salmon dan tuna. Selain itu, ikan patin juga mengandung protein tinggi, sehingga sangat membantu menjaga kesehatan. Sebaliknya, kandungan lemak dan kolesterol dalam ikan patin justru cukup rendah, sehingga ikan patin aman dan sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi.Kandungan nutrisi yang tinggi dalam ikan patin membuat ikan air tawar ini memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya adalah untuk mencegah penyakit kardiovaskular, mengurangi kadar kolesterol, menjaga kesehatan tulang, dan manfaat sehat lainnya. Selain itu, ikan patin juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, karena kandungan DHA dan omega-3 tinggi dalam ikan patin membantu mengoptimalkan pertumbuhan janin dan merangsang pembentukan otak janin.Jadi, jangan menganggap remeh ikan patin, ya. Walaupun harganya tidak semahal jenis ikan lain, bukan berarti ikan patin tidak bisa diolah menjadi sajian yang lezat dan bergizi tinggi!Memilih Ikan PatinKesegaran ikan patin yang Anda gunakan punya pengaruh besar dalam kelezatan olahan ikan patin yang Anda siapkan. Dengan cara apapun Anda mengolah ikan patin, Anda tentu harus menggunakan ikan patin yang segar. Bagaimanakah cara memilih ikan patin yang segar? Berikut ini adalah beberapa tipsnya:1. Pilih ikan dengan mata yang bulat dan jernihIkan yang matanya sudah rusak menunjukkan bahwa ikan tersebut sudah disimpan lama. Sebaliknya, ikan dengan mata yang bulat cembung dan jernih menunjukkan bahwa ikan masih segar.2. Periksa sisik dan insangnyaIkan yang segar memiliki sisik yang masih melekat kuat pada tubuhnya. Sedangkan sisik ikan yang sudah mengelupas menunjukkan bahwa ikan sudah lama disimpan dan sudah tidak segar. Selain itu, pilihlah ikan patin yang memiliki insang dengan warna merah cerah yang menjadi tanda bahwa ikan masih segar.3. Pilih ikan dengan daging elastis dan tidak berlendirPilihlah ikan segar yang memiliki daging yang kenyal, tidak lembek, elastis, dan tidak berlendir. Bila  ikan terasa berlendir saat disentuh, berarti ikan tersebut sudah rusak.4. Pastikan ikan bebas formalinFormalin sering digunakan oleh penjual ikan yang bandel untuk mengawetkan ikan, sehingga ikan tidak mudah busuk. Untuk memastikan ikan patin bebas formalin, usapkan jari Anda pada bagian tubuh ikan. Setelah itu, gosokkan jari Anda tersebut pada punggung tangan Anda. Bila punggung tangan Anda terasa gatal, bisa jadi ikan tersebut diawetkan dengan formalin. Cara lain untuk memastikan bahwa ikan patin pilihan Anda tidak mengandung formalin, perhatikan apakah ada lalat yang hinggap pada tubuh ikan. Ikan yang sama sekali tidak dihinggapi lalat justru merupakan ikan yang diawetkan dengan formalin.5. Cek karakter fisik ikan patinUntuk memilih ikan patin berkualitas, pilihlah ikan patin berukuran sedang dan memiliki lemak perut yang tebal. Lemak pada perut ikan inilah yang membuat ikan patin terasa lebih gurih saat diolah dalam masakan.Bila Anda menggunakan ikan patin segar dan berkualitas, olahan ikan patin yang akan Anda siapkan tentu akan terasa lebih nikmat.Tips Mengolah Ikan PatinCara mengolah ikan air tawar seperti ikan patin memang sedikit lebih rumit dibandingkan ikan air laut. Maklum, bila diolah dengan cara yang salah, ikan air tawar akan memiliki rasa lumpur yang tidak enak. Jadi, bagaimana cara terbaik dalam mengolah ikan patin? Beberapa tips berikut ini patut Anda coba saat Anda sedang menyiapkan Gulai Ikan Patin:1. Setelah dibersihkan, potong ikan patin secara melintang. Lapisan lemak tebal di bagian perut ikan patin tidak perlu dibuang, karena lemak inilah yang akan membuat ikan patin terasa lebih gurih. Bagian kepala ikan patin juga bisa diolah dalam masakan. Belah saja kepala ikan menjadi dua, lalu beri sedikit air jeruk nipis.2. Untuk menghilangkan lendir dari ikan patin, rendam ikan dalam perasan jeruk limau. Selain itu, ikan patin yang sudah dibersihkan juga bisa digosok dengan abu gosok, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan.3. Cara lain untuk menghilangkan lendir dari ikan patin adalah dengan mencampur ikan patin dengan daun bambu muda dan melumuri permukaan ikan dengan garam. Biarkan selama sekitar 5 menit, lalu remas-remas ikan patin bersama daun bambu. Setelah itu, bilas ikan hingga bersih.4. Untuk menghilangkan bau amis ikan patin, campur ikan dengan timun yang sudah diparut, lalu remas-remas selama sekitar 15 menit. Selain itu, bersihkan pula perut ikan patin dengan campuran garam dan perasan jeruk, lalu gosok-gosokkan garam pada bagian dalam ikan. Terakhir, cuci ikan hingga bersih.5. Untuk menghilangkan bau lumpur pada ikan patin, masukkan 1-2 lembar roti tawar ke dalam minyak yang akan digunakan untuk menggoreng ikan patin. Setelah itu, goreng ikan hingga matang. Cara ini memang tidak bisa digunakan untuk ikan patin yang akan diolah untuk Gulai Ikan Patin, tapi tentu tetap bisa Anda lakukan saat mengolah ikan patin goreng.Langkah-langkah di atas patut Anda perhatikan saat mengolah ikan patin, sehingga Anda berhasil menghidangkan sajian ikan patin yang segar dan bebas dari bau lumpur.Variasi Gulai Ikan PatinGulai Ikan Patin merupakan salah satu cara mengolah ikan patin yang populer di Indonesia. Sajian ini merupakan sajian ikan khas dari Sumatera, terutama dari Riau dan Jambi. Ikan patin memang mudah didapat di kedua daerah tersebut, karena aliran Sungai Siak, Sungai Kampar, Sungai Rokan, dan Sungai Indragiri merupakan tempat hidup alami ikan patin. Itulah sebabnya ikan patin telah diolah oleh masyarakat lokal menjadi sajian lezat sejak jaman dulu. Namun, bila dahulu masyarakat Sumatera hanya mengolah ikan patin dengan cara digoreng atau dibakar, perlahan-lahan masyarakat Sumatera berkenalan dengan teknik pengolahan serta bumbu yang berbeda dengan teknik dan bumbu yang biasa mereka lakukan. Hal ini terjadi ketika Riau menjadi pusat perdagangan internasional, sehingga banyak pedagang dari berbagai negara yang singgah di Riau dan memberikan pengaruh budayanya pada masyarakat lokal. Hasilnya adalah pengaruh budaya lain seperti Tionghoa, Arab, dan Melayu pada kuliner lokal Indonesia. Salah satunya adalah Gulai Ikan Patin yang sangat terasa pengaruh Melayu-nya.Seperti banyak sajian lain di Indonesia, Gulai Ikan Patin pun memiliki beberapa variasi. Bahkan 2 daerah yang berdekatan di Sumatera, yaitu Riau dan Jambi, masing-masing memiliki jenis Gulai Ikan Patin yang berbeda. Kedua variasi Gulai Ikan Patin menggunakan bumbu dan rempah yang tidak jauh berbeda, di antaranya, kunyit, ketumbar, lengkuas, cabai merah, jahe, adas, serai, bawang merah, bawang putih, dll. Namun, yang jadi pembeda utama antara Gulai Ikan Patin Jambi dan Gulai Ikan Patin Riau adalah penggunaan tempoyak alias durian yang sudah difermentasi.Tempoyak merupakan bumbu khas Indonesia yang banyak digunakan dalam berbagai sajian khas Pulau Sumatera. Bahan ini dibuat dari durian matang pohon yang dihaluskan dan diberi garam, lalu difermentasi dalam wadah tertutup rapat selama 3-5 hari. Hasilnya adalah fermentasi durian yang beraroma menyengat dan memiliki cita rasa khas untuk memberikan rasa asam yang unik pada hidangan. Bumbu ini tidak hanya bisa diolah dalam sajian seperti gulai saja, tapi juga sambal serta bermacam hidangan lain di Sumatera dan Kalimantan. Bahan istimewa inilah yang membedakan antara Gulai Ikan Patin Jambi dengan Gulai Ikan Patin Riau. Namun, karena tidak semua orang menyukai aroma dan rasa tempoyak, bahan ini kadang digantikan dengan santan untuk menghasilkan gulai dengan kuah yang kental.Di Riau dan Jambi, Gulai Ikan Patin merupakan suguhan yang hampir selalu bisa ditemukan di acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan, dll. Tak jarang pula pemilik hajatan yang khusus memesan Gulai Ikan Patin yang dibuat dengan ikan patin yang ditangkap dari sungai, alih-alih ikan patin yang dibudidayakan di tambak. Alasannya karena ikan patin yang ditangkap dari sungai biasanya berukuran lebih besar dan memiliki cita rasa yang lebih gurih. Tekstur daging ikan patin sungai juga dianggap lebih lembut dibandingkan ikan patin tambak. Namun, bukan berarti ikan patin budidaya tambak rasanya kurang enak, ya. Asalkan diolah dengan cara yang tepat menggunakan ikan patin serta bumbu dan rempah segar, Gulai Ikan Patin lezat pun bisa tersaji dengan nikmat.Kelezatan dan manfaat sehat ikan patin memang tidak kalah dengan ikan air laut. Selain itu, ikan patin juga mudah didapat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa jenis ikan laut yang lebih populer. Jadi, Anda tidak perlu ragu mengolah ikan patin menjadi sajian yang lezat dan sehat. Apalagi banyak pilihan olahan ikan patin yang bisa Anda coba. Ikan patin tidak cuma bisa digulai saja, tapi juga digoreng, dibuat sup, pindang, serta banyak pilihan sajian lezat lainnya. Sajian ikan patin mana yang paling Anda sukai?

Mie Lendir Kuliner Unik dan Lezat Khas Batam

Mar 17, 2020

Mie Lendir Kuliner Unik dan Lezat Khas Batam

Anda pernah berkunjung ke Batam?Mengunjungi Batam rasanya belum lengkap jika Anda tak mencicipi mie lendir. Varian olahan mie tersebut memang menjadi salah satu makanan khas Batam yang digemari banyak orang. Cita rasa mie lendir Batam sangat khas dan berbeda dibandingkan sajian mie lainnya.Penasaran dengan keistimewaan mie lendir dari Batam? Yuk simak ulasan ini bila Anda belum pernah mencicipinya.Sejarah Mie Lendir di BatamBerdasarkan penuturan sastrawan dan budayawan Melayu Riau, Rida K. Liamsi, mie lendir pertama kali dibuat oleh seorang pedagang jawa bernama Sailun. Mie istimewa tersebut dijual dengan cara berkeliling kota pada tahun 1960-an hingga populer dengan nama Mie Pak Sailun. Setelah Pak Sailun wafat, bisnis kulinernya diteruskan oleh pedagang Jawa lain yang bernama Lek Man. Kala itu, Lek Man menjual mie lendir di kedainya sejak pagi hingga malam hari.Kini, popularitas mie lendir Batam sudah tak perlu diragukan lagi sehingga kerap menjadi buruan wisatawan. Banyak sekali kedai dan restoran yang menjajakan mie lendir dengan ciri khasnya masing-masing, misalnya mengandalkan topping yang berbeda. Namun, resep dasar mie lendir Batam tetap terdiri dari mie, tauge, potongan telur rebus, dan siraman kuah kental.Beragam Bahan Isian dalam Seporsi Mie LendirBahan utama mie lendir terdiri dari mie kuning basah berukuran besar. Jenis mie ini lebih bertekstur lembut dan sering dijadikan bahan masakan lain seperti mie Aceh dan soto mie Bogor. Selain mie kuning, ada pula bahan pelengkap lainnya berupa taoge, irisan telur rebus, irisan daun seledri, dan potongan cabai rawit hijau. Anda juga bisa menggunakan bahan tambahan berupa udang atau irisan ayam bila menyukainya. Semua bahan tersebut disiram dengan kuah kental berwarna cokelat. Untuk memperkaya aroma mie lendir, jangan lupa menambahkan taburan bawang goreng sebagai topping.Bahan-Bahan untuk Membuat Kuah Mie LendirKuah yang kental dan pekat merupakan ciri khas yang membuat mie lendir terasa berbeda dengan sajian mie lainnya. Tekstur kental tersebut akhirnya menginspirasi nama mie lendir. Bahan-bahan untuk membuat kuah mie lendir terdiri dari bumbu yang dihaluskan (kacang tanah goreng, bawang putih, cabai merah , jahe halus, gula Jawa) air, minyak goreng, Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi dan sedikit larutan tepung maizena.Selanjutnya, semua bumbu halus ditumis dengan sedikit minyak goreng sampai matang dan harum sebelum ditambahkan air. Bumbu yang sudah matang dan dicampur air harus diberi sedikit larutan tepung maizena supaya teksturnya mengental. Kalau Anda menyukai mie lendir pedas, Anda bisa menambahkan jumlah cabai merah sesuai selera atau menambahkan jumlah cabai rawit sebagai topping.Mie Lendir Biasa Disantap Sebagai Menu SarapanMie lendir yang merupakan hidangan khas Batam sangat mudah dijumpai karena dijajakan sebagai menu sarapan pagi. Masyarakat Batam dan Pulau Bintan serta para wisatawan gemar menikmati mie lendir bersama secangkir kopi. Seporsi mie lendir memang sedap disantap selagi hangat sebelum mulai beraktivitas. Porsinya juga tergolong besar sehingga mengenyangkan.Sajian mie lendir Batam yang lezat pasti menggugah selera Anda dan keluarga. Cara membuatnya ternyata praktis dan bahan-bahannya mudah didapat. Jadi, Anda bisa mencoba membuat mie lendir sendiri di rumah. Tak perlu repot mengurus perjalanan ke Batam bila ingin mencicipi mie lendir. Yuk, cari dulu resepnya supaya bisa langsung berkreasi di dapur rumah Anda.

Pindang Patin khas Palembang, Alternatif Makanan di Musim Hujan

Mar 17, 2020

Pindang Patin khas Palembang, Alternatif Makanan di Musim Hujan

Palembang adalah salah satu kota besar di tanah air yang terkenal dengan kekayaan kulinernya. Saat mengunjungi Palembang, jangan lupa mencicipi pindang patin yang istimewa. Menu yang satu ini memang selalu bikin penasaran dan cocok disantap di musim hujan.Ingin tahu fakta menarik seputar olahan ikan pindang patin ala Palembang? Inilah ulasan selengkapnya!1. Palembang Punya Banyak Olahan PindangSebenarnya bukan hanya pindang patin saja yang bisa Anda temui di Palembang. Ibu kota Sumatera Selatan ini punya banyak menu olahan pindang, misalnya pindang tulang, pindang ikan baung, pindang gabus, hingga pindang telur ikan. Namun, olahan pindang patin merupakan salah satu yang paling spesial karena ikan patin adalah komoditas andalan Palembang. Itulah sebabnya Anda tak boleh melewatkan kesempatan mencicipi pindang patin ketika berada di Palembang. Meskipun ikan patin dikenal lebih amis dibandingkan ikan air tawar lainnya, resep pindang khas Palembang bisa membuat olahan ikan tersebut terasa gurih, pedas, manis, dan bebas bau amis.2. Panduan Memilih Ikan Patin untuk PindangProses pemilihan ikan patin untuk pindang harus dilakukan secara cermat agar cita rasa pindang semakin sempurna. Kalau Anda berencana membuat pindang patin sendiri di rumah, pastikan bahwa Anda memperhatikan beberapa kriteria berikut ini:Ikan patin berukuran cukup besar, sisiknya masih melekat kuat, dan berwarna mengkilap.Mata ikan patin masih jernih, tidak merah dan tidak rusak.Tekstur ikan masih kenyal dan tidak berlendir.Insang ikan berwarna merah cerah, tidak pucat.Aroma ikan patin segar tidak terlalu amis atau berbau busuk.3. Bagian-Bagian Ikan Patin yang Diolah Jadi PindangIkan patin berukuran besar bisa dibagi menjadi beberapa bagian saat dipindang, yaitu bagian kepala, tengah, dan ekor. Kalau Anda tak ingin repot menyantap pindang ikan yang tulangnya banyak, Anda bisa menikmati bagian tengahnya. Namun, bagian kepala juga memiliki kenikmatan istimewa karena terdiri dari lemak yang gurih. Kepala patin paling sedap bila diseruput bersama kuah yang masih hangat meskipun bagian dagingnya terbilang sedikit.Rasa masakan ikan pindang patin ala Palembang yang gurih, asam, dan segar memang paling cocok disantap saat musim hujan. Selain memuaskan lidah, daya tahan tubuh pun terjaga karena mendapat asupan gizi seimbang. Jadi, kapan Anda berencana membuat pindang patin Palembang sendiri di rumah?