Kembali ke Inspirasi dan Promo

Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat Khas Purwakarta

Image Banner

16 March 2020

Variasi sajian sate di Indonesia memang sangat beragam. Tiap jenis sate memiliki kelezatan tersendiri yang datang dari jenis daging, bumbu bakar sate, hingga cara memasak sate yang berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis sate yang ada di Indonesia, bisa dibilang Sate Maranggi termasuk jenis sate yang paling populer.

Popularitas Sate Maranggi bahkan semakin mendunia ketika sate ini menjadi sajian yang dinikmati oleh Presiden Jokowi dalam sebuah pertemuan dengan para CEO di Korea Selatan pada tahun 2016 lalu. Kelezatan Sate Maranggi memang cocok dengan lidah dan selera siapa saja. Terbukti pula dengan terpilihnya Sate Maranggi sebagai salah satu makanan terenak menurut Kemenparekraf pada 14 Desember 2012 lalu. Selain itu, Sate Maranggi juga terpilih menjadi satu dari 8 jajanan kaki lima favorit versi CNN. Tak perlu lagi meragukan kelezatan dan popularitas Sate Maranggi, bukan? 

Sebenarnya apa yang membuat Sate Maranggi begitu lezat dan istimewa? Lalu, darimana asal usul Sate Maranggi hingga akhirnya menjadi sajian khas di Indonesia?

ASAL-USUL SATE MARANGGI

Sate Maranggi dikenal sebagai kuliner khas yang berasal dari Purwakarta. Menurut sejarah, Sate Maranggi memiliki filosofi "Tiga Daging Setusuk" yang melambangkan Tri Tangtu, yaitu tekad, ucap, dan tindakan dalam bahasa Sunda. Itu sebabnya tiap tusuk Sate Maranggi terdiri dari 3 potongan daging berukuran besar. Namun, jika kita mencari tahu tentang sejarah Sate Maranggi, ternyata ada berbagai kisah berbeda yang sama-sama diklaim sebagai asal-usul Sate Maranggi.

Kisah yang pertama menyebutkan bahwa Sate Maranggi merupakan hasil asimilasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Menurut Chef Haryo Pramoe, Sate Maranggi dibawa oleh pendatang dari Cina yang menetap di daerah Jawa Barat. Awalnya, Sate Maranggi dibuat dengan daging babi. Namun ketika ajaran Islam masuk, Sate Maranggi pun tak lagi menggunakan daging babi, melainkan digantikan dengan daging sapi. Sejarah Sate Maranggi ini bisa dilihat dari bumbu rempah Sate Maranggi yang sama dengan bumbu yang digunakan pada dendeng babi dan dendeng aya, yang dijual di Cina.

Sedangkan, kisah yang kedua menyatakan bahwa Sate Maranggi asli berasal dari Indonesia. Menurut Dedi Mulyadi, budayawan Sunda, nama ‘Maranggi’ didapat dari penjual Sate Maranggi pada jaman dahulu yang bernama Mak Ranggi. Kisah ini juga disebutkan oleh Heri Apandi, seorang pemilik rumah makan Sate Maranggi di Purwakarta. Menurutnya, karena pada jaman dahulu tidak ada lemari es, maka Mak Ranggi berusaha mengawetkan daging domba dengan cara didendeng menggunakan bumbu rempah. Setelah itu, daging domba kemudian dimasak dengana dibakar. Hasilnya adalah Sate Maranggi yang unik. Karena rasanya yang enak, popularitas Sate Maranggi pun terus menyebar. Ketika Mak Ranggi menjual satenya, para pelanggan sangat menyukainya. Dari situlah nama “Sate Mak Ranggi” lama-lama berubah menjadi “Sate Maranggi”.

Lalu, ada pula kisah ketiga yang menyebutkan bahwa Sate Maranggi adalah hasil kreasi para pekerja peternakan domba di Kecamatan Plered. Para pekerja ini biasanya hanya mendapatkan daging sisa dari peternakan domba tempat mereka bekerja. Mereka pun berusaha agar daging domba sisa ini tetap terasa lezat. Caranya, mereka memotong daging domba dalam potongan kecil-kecil, lalu merendamnya dalam racikan rempah dan sedikit gula aren. Bumbu ini membantu menjaga daging domba tetap awet dan menambah cita rasa daging domba. Cara pembuatan sate inilah yang kemudian melahirkan Sate Maranggi yang lezat. 

Mungkin kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kisah mana yang benar-benar merupakan sejarah dari asal-usul Sate Maranggi yang sebenarnya. Namun, hal ini tentu tidak akan menghalangi kita dari menikmati kelezatan Sate Maranggi, bukan?

VARIASI SATE MARANGGI

Seperti yang telah disebutkan di atas, Sate Maranggi merupakan makanan khas yang berasal dari Purwakarta. Namun, Sate Maranggi juga bisa ditemui di daerah Cianjur dengan bentuk yang sedikit berbeda. Perbedaan utama antara Sate Maranggi Purwakarta dengan Sate Maranggi Cianjur terletak pada cara penyajiannya. Sate Maranggi Purwakarta biasanya disajikan dengan kecap dan acar sambal tomat, sedangkan Sate Maranggi Cianjur disajikan bersama sambal oncom dan dinikmati dengan ketan bakar sebagai pengganti nasi. Selain itu, ada juga penjual Sate Maranggi yang memberi pilihan pada pelanggannya yang kurang menyukai rasa pedas, yaitu untuk mengganti sambal tomat dan kecap dengan sambal kacang.

Walaupun ada beberapa variasi Sate Maranggi seperti yang telah disebutkan di atas, bumbu Sate Maranggi dari rempah-rempah dan gula aren tetap menjadi ciri khas yang menjadi dasar pembuatan setiap jenis Sate Maranggi. Lalu, variasi Sate Maranggi yang mana yang jadi kesukaan Anda?

KEISTIMEWAAN SATE MARANGGI

Sate Maranggi sangat populer karena cita rasanya yang sangat kaya dan berbeda dengan jenis sate lainnya. Walaupun sama-sama merupakan daging yang dibakar di atas arang, tapi cita rasa Sate Maranggi memang sangat berbeda dengan jenis sate lainnya. Keistimewaan ini datang dari banyak hal, di antaranya:

1.Proses memasak

Sate Maranggi terasa begitu nikmat karena bumbunya terasa meresap ke dalam daging, sehingga sate tetap terasa nikmat walaupun disantap tanpa bumbu tambahan. Hal ini bisa didapat karena daging untuk Sate Maranggi direndam dulu dalam bumbu sebelum dibakar. Proses perendaman bisa berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Selama sate dibakar, bumbu juga terus dioleskan kembali ke atas daging. Itulah sebabnya bumbu bakar Sate Maranggi sangat meresap ke dalam daging sate.

2.Bumbu bakar sate

Proses marinasi daging Sate Maranggi tentu akan sia-sia kalau bumbu bakar sate kurang lezat, bukan? Karena itulah, Sate Maranggi dibumbui dengan berbagai rempah yang tak hanya menambah cita rasa, tapi juga aroma sate. Bumbu bakar sate ini terdiri dari jahe, kunyit, ketumbar, lengkuas, cuka lahang, dan Bango Kecap Manis yang dihaluskan. Bawang merah, bawang putih, dan gula merah juga bisa ditambahkan sebagai bumbu bakar Sate Maranggi. Bahan yang paling unik adalah bunga kecombrang dan tepung ketan yang membuat Sate Maranggi terasa semakin mantap. Aroma daging kambing yang kuat pun jadi berkurang setelah dibumbui dengan bumbu bakar Sate Maranggi ini.

3.Bumbu acar

Selain bumbu bakar sate, bumbu yang disajikan bersama Sate Maranggi juga menjadi ciri khasnya. Kebanyakan jenis sate biasanya disajikan dengan bumbu kacang. Tapi seperti yang disebutkan sebelumnya, Sate Maranggi bisa dinikmati tanpa bumbu kacang tambahan, karena rasa bumbu bakarnya yang begitu meresap. Itulah sebabnya Sate Maranggi disajikan bersama bumbu yang disebut bumbu acar Sate Maranggi. Bumbu ini terbuat dari irisan tomat, cabe rawit, bawang merah, kecap serta daun kemangi. Irisan tomat memberikan rasa segar pada Sate Maranggi, sedangkan cabe rawit tentu disukai oleh Anda yang menggemari rasa pedas. Lalu, daun kemangi yang harum berpadu dengan aroma Sate Maranggi dijamin akan menggoda selera Anda.

WARUNG SATE MARANGGI POPULER

Karena popularitasnya, penjual sate yang menyajikan Sate Maranggi tidak hanya bisa ditemukan di Purwakarta saja. Namun, tentunya ada warung Sate Maranggi yang terkenal karena kelezatan sate yang dijualnya. Ingin mencoba Sate Maranggi? Coba saja mampir ke beberapa warung Sate Maranggi berikut ini:

1.Sate Maranggi Haji Yetty

Salah satu warung Sate Maranggi yang paling terkenal tentu saja berlokasi di kota asalnya, yaitu di Purwakarta. Warung Sate Maranggi Haji Yetty sudah berdiri sejak tahun 1985 dan berlokasi di Cibungur, Purwakarta. Walau berlokasi di Purwakarta, pelanggan Sate Maranggi Haji Yetty datang dari berbagai kota. Bahkan tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tol Purbaleunyi yang sengaja keluar dari tol demi singgah di warung ini untuk menikmati Sate Maranggi. Pada saat Lebaran, Sate Maranggi Haji Yetty bahkan bisa menjual hingga 2 ton daging sapi dan daging kambing. Sedangkan pada hari biasa, warung sate ini menghabiskan sekitar 4 kuintal daging sapi dan kambing.

2.Sate Maranggi Pak Nur

Karena popularitasnya, Sate Maranggi Pak Nur memiliki beberapa cabang. Salah satunya adalah restoran yang berlokasi di Lengkong, Bandung. Di tempat makan ini, tersedia tiga menu Sate Maranggi, yaitu sate dengan daging kambing, daging ayam, dan daging sapi. Menu lain seperti sop iga, sop buntut, gule, dll juga tersedia di sini. Tapi tentunya yang menu yang harus dicoba Sate Maranggi-nya.

3.Sate Maranggi Sari Asih

Saat jam sibuk, warung Sate Maranggi Sari Asih benar-benar penuh dengan pelanggan. Warung sate ini bahkan bisa menjual lebih dari 3000 tusuk sate setiap hari. Walaupun warung sate penuh pelanggan, Anda tak perlu khawatir harus menunggu lama sampai sepiring Sate Maranggi tersaji di hadapan Anda. Warung Sate Maranggi Sari Asih yang berlokasi di Cisarua, Bogor ini memiliki banyak karyawan, sehingga pesanan sate akan siap dengan cepat. Lagipula, tidak ada salahnya menunggu sedikit lebih lama untuk menikmati sate Maranggi di warung ini. Selain lezat, keunikan Sate Maranggi Sari Asih adalah tersedianya menu ketan bakar yang bisa Anda nikmati bersama Sate Maranggi.

4.Sate Maranggi Ibu Yayah

Jakarta pun punya banyak warung Sate Maranggi yang lezat. Salah satunya adalah warung Sate Maranggi Ibu Yayah yang berlokasi di Komp. PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan. Warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 2001. Menurut sang pemilik, Sate Maranggi yang disajikan di warung ini adalah asli ala Plered, Purwakarta. Yang pasti, kelezatan Sate Maranggi di warung ini sudah diakui para pelanggan setia warung sate ini. Salah satunya adalah almarhum Bondan Winarno yang fotonya dipajang di warung sate ini.

Masyarakat Indonesia memang sangat menyukai sate. Bagaimana tidak? Aroma sate yang sedang dibakar saja memang sangat mengundang selera. Selain itu, sate merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya variasi dan ragam sate di Indonesia menunjukkan bahwa sate bisa dibilang merupakan bagian dari budaya Indonesia, karena budaya setiap daerah menghasilkan variasi sate yang berbeda-beda.

Sate Maranggi memang terasa istimewa berkat berbagai keunikannya yang membedakan sate ini dengan jenis sate lainnya. Bila bumbu lezat yang memberikan cita rasa Sate Maranggi dipadukan dengan daging yang segar dan empuk, Sate Maranggi lezat pun tersaji dan siap dinikmati.


Berita Lainnya

Sensasi Unik dan Pedas, Nasi Goreng Jancuk Surabaya

Oct 14, 2019

Sensasi Unik dan Pedas, Nasi Goreng Jancuk Surabaya

Pecinta kuliner pedas pasti suka berkunjung ke Surabaya, karena di kota ini ada banyak sajian pedas yang pasti memuaskan selera para penyuka rasa pedas. Bukan hanya Sambal Bu Rudy saja sajian pedas di Surabaya yang populer, tapi juga Bebek Mercon, Pentol Gila, Mie Setan, Ceker Koleng, dan banyak kuliner lezat lainnya yang diolah dengan cita rasa super pedas. Kalau Anda menyukai nasi goreng, Anda harus mencoba Nasi Goreng Jancuk dari Surabaya.Anda mungkin mengenal ‘jancuk’ sebagai kata umpatan yang diucapkan orang Surabaya. Lalu mengapa kata umpatan ini justru menjadi nama sajian khas Surabaya? Ternyata alasannya adalah karena umpatan ‘jancuk’ ini akan keluar dari penikmat Nasi Goreng Jancuk Surabaya. Saking pedasnya sajian ini, lidah Anda pun tak bisa menahan diri untuk melontarkan umpatan kasar.Memang sebenarnya seberapa pedasnya sih Nasi Goreng Jancuk ini? Ada 2 level pedas dari Nasi Goreng Jancuk yang bisa Anda coba. Level pertama merupakan level pedas biasa. Untuk level ini, tiap porsi nasi goreng disiapkan dengan 1 ons cabe rawit. Jumlah ini saja sebenarnya sudah cukup untuk memberikan rasa pedas pada nasi goreng. Tapi ternyata jumlah ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan jumlah cabe rawit yang digunakan pada Nasi Goreng Jancuk level kedua alias Nasi Goreng Jancuk Ekstra Pedas. Di level kedua ini, Nasi Goreng Jancuk menggunakan 20-30 buah cabe rawit pada tiap porsinya! Bumbu seperti sambal dan bumbu rempah pun masih ditambahkan pada Nasi Goreng Jancuk ini, sehingga cita rasa pedasnya pasti terasa. Walaupun pedas, Nasi Goreng Jancuk tetap kaya cita rasa. Bahan-bahan seperti suwiran ayam, udang, irisan telur dadar, serta kerupuk udang dan taburan bawang goreng melengkapi sajian ini. Jadi, Nasi Goreng Jancuk ini tidak hanya mengandalkan rasa pedas cabai saja, kok! Perpaduan rasa pedas dan bahan-bahan nasi goreng yang lain akan membuat Anda tak bisa berhenti menikmati nasi goreng ini.Saat ini Nasi Goreng Jancuk hanya bisa ditemukan di Surabaya. Walaupun nasi goreng merupakan sajian yang bisa ditemukan di kota-kota lain, tapi Anda tetap tak boleh melewatkan kesempatan untuk menikmati Nasi Goreng Jancuk bila Anda sedang berada di Surabaya. Keunikan Nasi Goreng Jancuk bukan hanya dari cita rasa pedasnya, tapi juga cara penyajiannya yang unik. Nasi Goreng Jancuk disajikan ke atas meja menggunakan penggorengan ukuran besar! Tak heran, porsi Nasi Goreng Jancuk memang sangat besar dan bisa untuk dinikmati oleh 3-4 orang. Makan rame-rame selalu lebih seru, kan? Apalagi kalau hidangan yang dinikmati bersama rasanya sangat lezat dan super pedas!Pecinta kuliner pedas melihat sajian pedas bukan hanya sebagai makanan biasa, tapi sebagai tantangan yang menarik. Tak heran kalau para pecinta kuliner pedas sering berburu sajian pedas yang ingin mereka cicipi, untuk menantang ketahanan mereka terhadap rasa pedas. Jadi, kalau Anda sedang berada di Surabaya, jangan terlewat untuk mencicipi Nasi Goreng Jancuk yang berada di Surabaya Plaza Hotel. Banyak pula tempat lain yang menyajikan nasi goreng di Surabaya dengan embel-embel ‘Jancuk’ pada namanya. Tapi kalau Anda ingin mencicipi Nasi Goreng Jancuk yang paling otentik, Surabaya Plaza Hotel adalah tempatnya. Jadi, apakah Anda berani menerima tantangan pedas dari Nasi Goreng Jancuk?Sumber :phinemo.com/nasi-goreng-jancuk-buronan-kuliner-big-hot-di-surabaya/ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-surabaya/nasi-goreng-jancuk-surabaya-sensasi-pedas-luar-biasa.htmltravel.tribunnews.com/2018/10/12/5-kuliner-surabaya-yang-menggugah-selera-coba-nasi-goreng-jancuk-hingga-rawon-setan?page=2greatnessindonesia.com/nasi-goreng-jancuk/idntimes.com/food/diet/venitabe0607/9-kuliner-pedas-ini-harus-kamu-coba-saat-berkunjung-ke-surabaya-c1c2/full  

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Nov 11, 2019

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Aneka kuliner di Indonesia memang banyak menyita perhatian. Beraneka macam makanan akan dengan mudah Anda temui dengan harga yang beragam. Anda akan menemukan beragam kelezatan kuliner Indonesia di setiap daerah dengan rasa khas masing-masing. Bahkan, meski memiliki nama kuliner yang sama, rasa yang ditawarkan pasti akan berbeda di setiap daerah.Sate menjadi salah satu andalan kuliner Indonesia yang memiliki lebih dari 1 macam jenis, seperti sate madura, sate padang, sate klatak, dan berbagai jenis sate lainnya. Salah satu sate yang kini banyak diminati adalah sate taichan dan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup populer saat ini. Pernah mencoba sate taichan? Sate taichan merupakan sate ayam biasa yang dibakar tanpa menggunakan bumbu yang beraneka ragam dan hanya menggunakan garam dan jeruk nipis saja sebagai bumbu. Sate taichan disajikan dengan sambal dan disantap bisa dengan lontong. Untuk kisaran harganya yaitu sekitar Rp. 2.500,00/tusuk atau Rp. 20.000,00/porsi. Jika Anda pergi ke daerah Senayan, Anda akan menemui banyak sekali kedai sate taichan. Tahukah Anda asal usul sate taichan?Jika dilihat dari nama “taichan”, tentu yang ada di pikiran kita adalah sate ini berasal dari China atau Jepang. Asal usul sate taichan sebenarnya belum terkonfirmasi dengan benar. Menurut beberapa informasi yang ada, sate taichan tercipta berawal dari datangnya sepasang muda-mudi Jepang-Indonesia yang ingin membeli sate di salah satu kedai sate madura di kawasan Senayan, Indonesia. Si pria yang berasal dari Jepang ini tidak terlalu menyukai sate berbumbu kacang seperti yang biasa dijumpai di Indonesia. Kemudian si Pria berinisiatif membakar sendiri sate yang telah ditusuk-tusuk dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Setelah matang sebagai pendamping sate, si Pria menambahkan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh pemilik kedai apa nama sate tersebut, si pria langsung menjawab “sate taichan”. Berawal dari sini lah sate taichan mulai berkembang di Indonesia. Awalnya sate taichan hanya dijual oleh 2 orang pedagang sate di kawasan Senayan, yaitu pak Amir sebagai cikal bakal sate taichan dan seorang temannya, tetapi kini sate taichan telah berkembang ke seluruh Indonesia. Sate taichan mulai berkembang pesat sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bukan hanya di Jakarta saja, sate taichan bahkan sudah berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Anda bisa menemui dengan mudah sate taichan di segala penjuru Indonesia. Semakin lama, sate taichan semakin berinovasi, bukan hanya bakar Anda juga dapat memilih sate taichan goreng sebagai menu pilihan. Tapi tahukah Anda apa perbedaan dari sate taichan dengan sate lainnya?Sebenarnya sate taichan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan sate ayam pada umumnya. Sate taichan juga menggunakan daging ayam yang dipotong dadu berukuran kecil sama seperti dengan sate ayam pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dengan sate ayam biasa, yaitu seperti:1. Dari segi penampilanSate taichan terkesan lebih pucat bila dibandingkan dengan sate ayam pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada sate ayam umumnya menggunakan bumbu khusus dengan beraneka macam bahan dan kecap sehingga menjadikan tampilannya lebih berwarna. Berbeda dengan sate taichan yang hanya dibakar dengan bumbu garam dan jeruk nipis tanpa kecap sehingga penampilannya lebih pucat. Dalam penyajiannya, sate taichan juga berbeda dengan sate ayam biasanya. Jika biasanya sate ayam dilumuri dengan bumbu kacang sebagai pendampingnya, sate taichan justru hanya menggunakan sambal sebagai pendampingnya. Anda bisa menyantapnya bersama lontong ataupun nasi sesuai dengan pilihan Anda. 2. Dari segi rasaKarena bumbu yang digunakan sate taichan cukup sederhana, maka rasa yang ditawarkan juga sederhana, tapi tidak kalah lezat bila dibandingkan dengan sate ayam biasa. Sate biasa memiliki rasa yang beragam dan beradu padu antara manis, pedas, gurih dari berbagai bumbu yang digunakan, sedangkan sate taichan memiliki rasa yang gurih dari garam dan asam dari jeruk nipis serta pedas dari sambal yang digunakan. Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu kacang, sate taichan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan makanan Anda. 3. Perbedaan bumbu sateJika bumbu sate ayam biasa itu cukup rumit dan sulit, berbeda dengan bumbu sate taichan. Bumbu sate taichan lebih sederhana dan bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah dijumpai di dapur sehingga anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Ada dua variasi sate taichan yang bisa Anda buat yaitu sate taichan bakar dan sate taichan goreng. Hal yang membedakan antara keduanya adalah proses memasaknya. Jika sate taichan bakar dibakar di atas arang maka sate taichan goreng cukup dipanggang atau digoreng tipis di atas teflon. Namun, kedua tetap dihidangkan bersama dengan sambal khasnya. Tips untuk menjadikan sate taichan menjadi lebih nikmat1. Gunakan daging ayam terbaikGunakan daging ayam yang masih segar sebagai bahan utama sate. Kualitas daging akan mempengaruhi cita rasa dari sate taichan. Jika daging yang digunakan berkualitas buruk maka rasa yang dihasilkan dari sate taichan pun akan menjadi kurang. Oleh karena itu, kualitas daging ayam sangat perlu diperhatikan. Anda dapat menggunakan semua bagian daging ayam untuk membuat sate, tetapi umumnya bagian yang digunakan adalah bagian dada ayam. Jika Anda tidak terlalu suka dengan bagian dada, Anda bisa menggantinya dengan bagian kulit atau jeroan ayam sesuai selera.2. Perhatikan tingkat kematangan sate taichanPastikan ketika membakar atau menggoreng sate taichan benar-benar matang hingga bagian dalam daging, karena daging ayam mentah mengandung bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Anda dapat membakarnya di api sedang atau di teflon dengan selalu membolak-balikkan daging agar tidak gosong. 3. Pilih sambal sesuai seleraUntuk membuat sambal taichan, Anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambahkan lebih banyak cabe rawit merah. Sedangkan jika Anda tidak terlalu suka pedas, Anda bisa mengurangi cabe rawit merah dan menambahkan cabe keriting atau cabe besar untuk membuat sambal lebih banyak.4. Gunakan bahan-bahan bumbu sate taichan terbaikGunakan bahan-bahan terbaik sebagai bahan pembuat sate taichan, termasuk dalam pemilihan bumbu sate taichan. Bumbu-bumbu sate taichan yang berasal dari bahan-bahan terbaik memiliki rasa sate yang lezat. Meskipun bumbu sate taichan cukup sederhana, tetapi pemilihan bahan yang salah akan membuat cita rasa sate taichan akan berubah. Beberapa bahan seperti jeruk nipis dan jeruk limau harus dipilih yang tidak terlalu matang. Jika Anda memilih yang terlalu matang maka akan berdampak pada rasa sate taichan yang justru manis bukan gurih dan segar seperti umumnya. Untuk ciptakan rasa gurih pada sate taichan, gunakan Knorr Bumbu Ekstrak Daging Ayam sebagai pengganti garam yang diformulasikan khusus dengan kandungan 5 kali lebih banyak daging ayam bila dibandingkan dengan varian bumbu rasa ayam lainnya. Tanpa menghilangkan cita rasa asli dari makanan, memasak jadi lebih mudah dan nikmat dengan KnorrBumbu Ekstrak Daging Ayam.

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nov 11, 2019

7 Aneka Olahan Nasi Goreng Nusantara yang Lezat dan Mudah

Nasi goreng merupakan salah satu sajian yang sangat mudah didapat di Indonesia. Mulai dari warung di pinggir jalan hingga restoran terkenal, tidak sedikit tempat yang menjadikan nasi gorengsebagai salah satu menunya. Dapat dipahami, nasi goreng memang sangat populer di Indonesia, bahkan di dunia. Tak mengherankan ketika nasi goreng mendapatkan peringkat ke-2 pada daftar World’s 50 Best Foods dari CNN pada tahun 2017 lalu.Seperti banyak masakan khas Indonesia lainnya, nasi goreng muncul dengan berbagai variasi di Indonesia. Variasi bumbu nasi goreng serta bahan tambahan yang digunakan menghasilkan begitu banyak kreasi nasi goreng yang bisa Anda nikmati. Berikut ini adalah 7 variasi sajian nasi goreng yang tidak hanya lezat, tetapi juga mudah disiapkan.1. Nasi Goreng JawaBumbu nasi goreng Jawa adalah sambal ulek yang terdiri dari cabai dan bawang. Penggunaan sambal ulek ini tak hanya memberikan cita rasa yang istimewa pada nasi goreng, tapi juga memberi warna merah pada nasi goreng Jawa. Selain itu, nasi goreng Jawa juga dibumbui dengan terasi goreng. Dengan bahan tambahan seperti suwiran ayam, toge, telur, babat goreng, dan bahan lainnya, nasi goreng Jawa menjadi nasi goreng yang disukai banyak orang.2. Nasi Goreng RendangKetika Nasi Goreng mendapatkan peringkat 2 pada daftar World’s 50 Best Foods, rendang menjadi sajian Indonesia yang mendapatkan peringkat 1. Lalu, bagaimana bila kedua makanan terbaik di dunia ini berpadu menjadi sepiring Nasi Goreng Rendang? Bumbu rendang yang kaya rasa dari berbagai rempah dipadu dengan nasi putih, lalu ditambahkan dengan daging sapi iris, telur, dan bawang daun. Hasilnya luar biasa. Jadi, ketika Anda memiliki bumbu rendang sisa, jangan langsung dibuang ya. Olah saja menjadi Nasi Goreng Rendang yang lezat!3. Nasi Goreng GilaSekilas, Nasi Goreng Gila alias nasi gila tampak serupa dengan nasi goreng yang lain. Namun, nasi gila tidak sama dengan nasi goreng biasa, karena nasi pada nasi gila tidak diaduk bersama bahan-bahan lainnya. Jadi, nasi hanya digoreng di wajan dengan bumbu bawang putih, garam, dan lada. Setelah itu, nasi langsung diletakkan di piring. Bahan-bahan lain seperti kol, ayam, ampela ati, dll kemudian ditumis bersama bumbu dan rempah secara terpisah. Setelah bahan tambahan tercampur merata dengan bumbu, bahan tambahan tersebut diletakkan di atas nasi yang sudah dibumbui sebelumnya. Perbedaan ini mungkin sederhana, tapi memberikan cita rasa dan kelezatan yang berbeda pada nasi goreng gila.4. Nasi Goreng AcehKelezatan dan keunikan nasi goreng Aceh datang dari berbagai rempah-rempah yang digunakan sebagai bumbu nasi goreng ini. Rasa pedasnya bukan datang dari cabai saja, tapi juga rempah lain seperti kunyit, kapulaga, jintan, pala, merica, dan lain-lain. Sensasi hangat dari rempah-rempah ini pun dirasakan tubuh saat menikmati nasi goreng Aceh. Untuk melengkapi sajian, emping dan acar bawang merah pun tersaji di tepi piring. 5. Nasi Goreng Ikan AsinGurihnya nasi goreng akan semakin terasa nikmat bila diolah dengan ikan asin. Untuk Nasi Goreng Ikan Asin, Anda bisa menggunakan berbagai macam ikan asin, seperti jambal roti, teri Medan, dll. Trik penting saat membuat nasi goreng ikan asin adalah mengatur proporsi ikan asin dan nasi. Jangan sampai nasi goreng terasa terlalu asin karena terlalu banyak tambahan ikan asin, ya.6. Nasi Goreng KambingNasi goreng kambing bisa disebut sebagai salah satu variasi sajian nasi goreng yang paling populer, terutama di Jakarta. Merek Nasi Goreng Kebon Sirih bahkan terus dikenal hingga saat ini, karena sukses menyajikan nasi goreng kambing yang lezat sejak tahun 1958. Bumbu nasi goreng ini adalah rempah seperti kunyit, sereh, kapulaga, lada, dll. Saat membuat Nasi Goreng Kambing, pastikan potongan daging kambing sudah benar-benar empuk sehingga nikmat disantap bersama nasi goreng. 7. Nasi Goreng MawutDilema memilih antara mie goreng atau nasi goreng pun menghasilkan Nasi Goreng Mawut, yaitu nasi goreng yang menggunakan mie sebagai salah satu bahan tambahannya. Jadi, sajian nasi goreng ini dijamin mengenyangkan! Bumbu nasi goreng seperti bawang merah, bawang putih, dan kemiri digunakan untuk memperkaya rasa nasi goreng. Jangan lupa tambahkan bahan lain pula seperti kol, toge, telur, atau bahan lain sesuai selera Anda.Keistimewaan nasi goreng adalah cara memasaknya yang mudah. Selain itu, nasi goreng juga mudah dipanaskan dan bisa dinikmati kapan saja.  

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Mar 17, 2020

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Surabaya bukan hanya terkenal dengan keindahan kotanya tetapi juga karena kekayaan kulinernya. Salah satu makanan khas Surabaya yang tak boleh Anda lewatkan adalah rujak cingur. Hidangan yang satu ini tak hanya unik karena terbuat dari cingur sapi, tetapi juga memiliki cita rasa yang khas dan sangat sedap. Apakah Anda sudah pernah mencicipi rujak cingur sebelumnya?Ulasan berikut ini akan membahas tentang rujak cingur khas Surabaya. Anda yang belum pernah mencicipinya pasti akan tergiur dan Anda yang sudah pernah mencobanya pasti ingin menyantapnya lagi.Resep Rujak Cingur Ternyata Berasal dari MesirBelum banyak orang yang tahu kalau resep rujak cingur awalnya berasal dari Mesir. Suatu hari, sang pemimpin Mesir yang bergelar Firaun Hanyokrowati sedang merayakan ulang tahun. Pada hari istimewa tersebut, sang Firaun memerintahkan seluruh juru masak istana agar membuat hidangan lezat untuk dirinya. Sayangnya, aneka hidangan koki kerajaan tersebut tak mampu menggugah selera sang raja.Tak lama kemudian, seorang pengawal kerajaan masuk ke istana dan berkata pada Firaun bahwa ada seseorang yang ingin menyajikan makanan spesial untuknya. Orang tersebut bernama Abdul Rozak, seorang pengembara lautan yang sedang terdampar di Mesir. Abdul Rozak membawa seporsi makanan yang dibungkus daun pisang dan sudah diperiksa oleh ahli kesehatan kerajaan. Makanan tersebut sudah dinyatakan aman dan layak dimakan raja.Tanpa pikir panjang, sang raja langsung menyantap makanan yang dibawa Abdul Rozak. Raja memakannya begitu lahap dan mulai bercucuran keringat karena rasa makanannya pedas dan nikmat. Saking senangnya, sang raja menghadiahkan sebuah kapal mewah, sebidang tanah, dan jabatan kepala juru masak istana untuk Abdul Rozak. Namun, Abdul Rozak hanya ingin menerima hadiah kapal untuk mengembara. Raja setuju dan mengajukan syarat agar Abdul Rozak mau memberikan resep masakan istimewa tersebut. Akhirnya, raja dan Abdul Rozak pun sepakat untuk saling bertukar resep dan kapal mewah.Abdul Rozak melanjutkan pengembaraannya hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di Surabaya, Abdul Rozak juga mulai mempopulerkan resep makanan andalannya. Bahan dasar berupa cingur (mulut) unta sulit didapat dan mulai diganti dengan cingur sapi. Hasilnya, resep makanan Abdul Rozak semakin sedap dan disukai banyak orang. Masyarakat Surabaya yang sulit mengucapkan kata “Rozak” akhirnya menamai makanan itu dengan sebutan rujak cingur.   Tips Memilih, Membersihkan, dan Mengolah Cingur SapiSecara harfiah, cingur didefinisikan sebagai bagian hidung dan mulut atas sapi. Bahan makanan yang satu ini memang jarang diolah menjadi aneka jenis hidangan. Namun, cita rasanya istimewa dan membuat rujak cingur terasa makin sempurna. Memilih, membersihkan, dan mengolah cingur sapi juga tidak sulit kalau Anda sudah tahu caranya. Yuk, simak dulu tips-tips ini supaya nanti Anda bisa membuat rujak cingur sendiri di rumah:1. Memilih Cingur Sapi SegarCingur sapi yang masih segar biasanya berwarna kecokelatan, berbentuk utuh karena belum dipotong, dan bertekstur kenyal. Aromanya juga segar dan tidak berbau menyengat. Jadi, Anda wajib menghindari cingur yang teksturnya lembek, berair, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap karena ciri-ciri tersebut menunjukkan kalau cingur sudah tak segar. Agar Anda tak kerepotan saat mengolahnya, Anda bisa meminta bantuan penjual daging sapi untuk memotong cingur besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.2. Membersihkan Cingur SapiLangkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membersihkan cingur sapi. Gunakan air mengalir untuk membersihkan seluruh bagian cingur sapi sampai tuntas. Jangan sampai ada lendir atau kotoran yang tertinggal pada sela-sela cingur. Selanjutnya, cingur yang sudah dicuci bersih bisa segera diolah ke tahap selanjutnya.3. Merebus Cingur SapiSebelum bisa diolah menjadi bahan utama rujak cingur, Anda harus merebus cingur sapi terlebih dahulu. Rebuslah potongan-potongan cingur bersama daun salam, serai yang sudah dimemarkan, dan sedikit garam. Penggunaan daun salam dan serai penting untuk menghilangkan bau khas pada cingur sapi. Rebuslah cingur sapi dalam waktu lama (minimal 30 menit) supaya teksturnya jadi empuk dan tambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi. Cingur yang sudah matang dan empuk dapat segera diangkat dari air rebusan. Diamkan sejenak agar uap panasnya hilang sebelum Anda mulai memotong cingur tersebut menjadi potongan berbentuk dadu kecil.4. Dua Cara Penyajian Rujak CingurRujak cingur sapi ternyata biasanya disajikan dengan dua cara penyajian. Masing-masing cara penyajian tersebut terdiri dari bahan isian yang berbeda, yaitu:Rujak cingur mentahan: jenis rujak cingur yang satu ini biasanya terdiri dari buah-buahan. Buah yang sering digunakan yaitu timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: berbeda dengan mentahan, rujak cingur matengan terdiri dari aneka sayuran dan bahan matang lainnya seperti aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Rujak cingur matengan biasanya juga ditambah potongan lontong supaya porsinya jadi besar dan lebih mengenyangkan. Jika dilihat sekilas, rujak cingur matengan memang mirip gado-gado tetapi cita rasanya sangat berbeda.Mengenal Petis: Bumbu Utama Rujak CingurApakah Anda familiar dengan petis? Petis merupakan bumbu utama yang harus ada dalam proses pembuatan rujak cingur. Bumbu rujak cingur ini merupakan produk turunan hasil olahan hidangan laut ( seperti ikan, udang, atau kerang). Air rebusan hidangan laut diolah kembali hingga menjadi saus yang berwarna gelap dan kental. Proses perebusannya membutuhkan waktu lama dan harus diberi tambahan bahan berupa gula tradisional yang dibuat di batok kelapa.Selain memiliki rasa gurih dan aroma hidangan laut yang khas, petis juga memiliki sedikit cita rasa manis. Penggunaan petis pada aneka hidangan khas Surabaya membuat cita rasanya jadi gurih, beraroma khas, dan sangat berbeda dengan hidangan lain yang bahan dasarnya hampir sama. Jenis petis yang paling sering digunakan untuk rujak cingur adalah petis udang.Bahan-Bahan untuk Membuat Rujak CingurRujak cingur sapi khas Surabaya membutuhkan beberapa bahan sederhana yaitu:Bahan Bumbu:Petis udang secukupnyaKacang tanah goreng yang sudah dihaluskanCabai rawit yang jumlahnya disesuaikan dengan seleraAir asam JawaTerasi goreng1 buah pisang batu yang diiris-iris (jika ada)Garam, gula, dan kaldu penyedap rasa secukupnyaSemua bahan tersebut harus diulek hingga halus sebelum dicampurkan dengan cingur sapi, buah-buahan, sayuran, dan bahan lainnya.Bahan IsianCingur sapi yang sudah direbus dan dipotong berbentuk dadu.Rujak cingur mentahan: timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur sebaiknya tidak direbus terlalu lama supaya teksturnya tetap renyah dan kandungan gizinya tidak hilang. Jenis rujak cingur ini juga cocok ditambahkan potongan lontong supaya lebih mengenyangkan. Namun, ada pula orang yang suka menyantap rujak cingur matengan dengan nasi hangat.Bahan pelengkap lainnya berupa taburan bawang goreng dan kerupuk.Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Konsumsi Rujak CingurRujak cingur sapi memiliki kandungan gizi yang lengkap karena terdiri bahan dasar yang beraneka ragam. Anda pasti tak ragu lagi menyantap makanan khas Surabaya yang satu ini setelah mengetahui fakta tentang kandungan gizi dan manfaatnya, yaitu:1. Menjaga Kesehatan Kulit dan RambutCingur merupakan bagian tubuh sapi yang banyak mengandung kolagen. Asupan kolagen bagi tubuh sangat bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan rambut. Bila tubuh Anda mendapatkan asupan kolagen dalam jumlah cukup, Anda akan terhindar dari risiko penuaan dini. Kulit akan senantiasa elastis dan rambut pun sehat tanpa kerontokan parah meskipun usia bertambah.2. Sumber Energi untuk BeraktivitasKandungan kalori yang terdapat dalam rujak cingur berasal dari bumbu, cingur sapi, dan penambahan lontong atau nasi. Bahan-bahan tersebut membuat rujak cingur menjadi hidangan mengenyangkan yang bisa menjadi asupan sumber energi untuk mendukung aktivitas Anda. Jika sedang tak ingin makan nasi, seporsi rujak cingur cukup untuk menggantikan satu kali porsi makan berat.3. Memperlancar Sistem PencernaanAnda tak perlu khawatir akan sembelit atau mengalami masalah pencernaan lainnya kalau Anda menyukai rujak cingur. Sayuran yang terdapat dalam hidangan tersebut mengandung asupan serat yang baik untuk memperlancar sistem pencernaan. Risiko sembelit dan penyakit pencernaan lainnya dapat diminimalkan dengan mengonsumsi sayuran dalam jumlah seimbang setiap hari. Sayuran yang diolah dalam bentuk rujak cingur pasti membuat Anda tak bosan menyantapnya.4. Memenuhi Kebutuhan Protein Bagi TubuhKandungan protein dalam rujak cingur berasal dari berbagai jenis bahan, yaitu cingur sapi, petis, kacang tanah, serta tempe dan tahu goreng. Asupan protein tersebut penting untuk mendukung regenerasi sel-sel tubuh, memenuhi kebutuhan gizi otak, dan memaksimalkan proses pembentukan otot. Asupan protein dibutuhkan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Anda yang sedang bertekad hidup sehat dan menambah massa otot juga cocok menyantap rujak cingur yang kaya kandungan protein. Karena makanan sehat tak selalu identik dengan rasa yang hambar dan membosankan.5. Memberikan Asupan Vitamin dan Mineral Bagi TubuhRujak cingur juga kaya kandungan vitamin dan mineral karena terdiri dari beragam bahan makanan bergizi. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin A, B, C, E, serta sejumlah mineral lainnya yang penting untuk mendukung metabolisme dan sistem daya tahan tubuh. Menikmati seporsi rujak cingur sama seperti menyantap porsi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, asupan protein, sayuran, atau buah-buahan.Beberapa tahun lalu, rujak cingur Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai makanan penuh gizi baik di ajang seminar Nasional Pangan dan Gizi 2013. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan serangkaian pengamatan dari literatur buku hingga kunjungan lapangan langsung ke penjual rujak cingur. Tak cuma sedap, rujak cingur memang kaya kandungan gizi dan cocok menjadi kebanggaan Surabaya.Jadi, kapan Anda akan mencoba membuat rujak cingur sendiri di rumah? Bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak sulit. Nanti, Anda tak perlu lagi jauh-jauh liburan ke Surabaya jika kangen dengan cita rasa rujak cingur sapi yang legendaris. Rujak cingur istimewa buatan Anda pasti disukai keluarga.