Kembali ke Inspirasi dan Promo

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Image Banner

17 March 2020

Surabaya bukan hanya terkenal dengan keindahan kotanya tetapi juga karena kekayaan kulinernya. Salah satu makanan khas Surabaya yang tak boleh Anda lewatkan adalah rujak cingur. Hidangan yang satu ini tak hanya unik karena terbuat dari cingur sapi, tetapi juga memiliki cita rasa yang khas dan sangat sedap. Apakah Anda sudah pernah mencicipi rujak cingur sebelumnya?

Ulasan berikut ini akan membahas tentang rujak cingur khas Surabaya. Anda yang belum pernah mencicipinya pasti akan tergiur dan Anda yang sudah pernah mencobanya pasti ingin menyantapnya lagi.

Resep Rujak Cingur Ternyata Berasal dari Mesir

Belum banyak orang yang tahu kalau resep rujak cingur awalnya berasal dari Mesir. Suatu hari, sang pemimpin Mesir yang bergelar Firaun Hanyokrowati sedang merayakan ulang tahun. Pada hari istimewa tersebut, sang Firaun memerintahkan seluruh juru masak istana agar membuat hidangan lezat untuk dirinya. Sayangnya, aneka hidangan koki kerajaan tersebut tak mampu menggugah selera sang raja.

Tak lama kemudian, seorang pengawal kerajaan masuk ke istana dan berkata pada Firaun bahwa ada seseorang yang ingin menyajikan makanan spesial untuknya. Orang tersebut bernama Abdul Rozak, seorang pengembara lautan yang sedang terdampar di Mesir. Abdul Rozak membawa seporsi makanan yang dibungkus daun pisang dan sudah diperiksa oleh ahli kesehatan kerajaan. Makanan tersebut sudah dinyatakan aman dan layak dimakan raja.

Tanpa pikir panjang, sang raja langsung menyantap makanan yang dibawa Abdul Rozak. Raja memakannya begitu lahap dan mulai bercucuran keringat karena rasa makanannya pedas dan nikmat. Saking senangnya, sang raja menghadiahkan sebuah kapal mewah, sebidang tanah, dan jabatan kepala juru masak istana untuk Abdul Rozak. Namun, Abdul Rozak hanya ingin menerima hadiah kapal untuk mengembara. Raja setuju dan mengajukan syarat agar Abdul Rozak mau memberikan resep masakan istimewa tersebut. Akhirnya, raja dan Abdul Rozak pun sepakat untuk saling bertukar resep dan kapal mewah.

Abdul Rozak melanjutkan pengembaraannya hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di Surabaya, Abdul Rozak juga mulai mempopulerkan resep makanan andalannya. Bahan dasar berupa cingur (mulut) unta sulit didapat dan mulai diganti dengan cingur sapi. Hasilnya, resep makanan Abdul Rozak semakin sedap dan disukai banyak orang. Masyarakat Surabaya yang sulit mengucapkan kata “Rozak” akhirnya menamai makanan itu dengan sebutan rujak cingur.   

Tips Memilih, Membersihkan, dan Mengolah Cingur Sapi

Secara harfiah, cingur didefinisikan sebagai bagian hidung dan mulut atas sapi. Bahan makanan yang satu ini memang jarang diolah menjadi aneka jenis hidangan. Namun, cita rasanya istimewa dan membuat rujak cingur terasa makin sempurna. Memilih, membersihkan, dan mengolah cingur sapi juga tidak sulit kalau Anda sudah tahu caranya. Yuk, simak dulu tips-tips ini supaya nanti Anda bisa membuat rujak cingur sendiri di rumah:

1. Memilih Cingur Sapi Segar

Cingur sapi yang masih segar biasanya berwarna kecokelatan, berbentuk utuh karena belum dipotong, dan bertekstur kenyal. Aromanya juga segar dan tidak berbau menyengat. Jadi, Anda wajib menghindari cingur yang teksturnya lembek, berair, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap karena ciri-ciri tersebut menunjukkan kalau cingur sudah tak segar. Agar Anda tak kerepotan saat mengolahnya, Anda bisa meminta bantuan penjual daging sapi untuk memotong cingur besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.

2. Membersihkan Cingur Sapi

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membersihkan cingur sapi. Gunakan air mengalir untuk membersihkan seluruh bagian cingur sapi sampai tuntas. Jangan sampai ada lendir atau kotoran yang tertinggal pada sela-sela cingur. Selanjutnya, cingur yang sudah dicuci bersih bisa segera diolah ke tahap selanjutnya.

3. Merebus Cingur Sapi

Sebelum bisa diolah menjadi bahan utama rujak cingur, Anda harus merebus cingur sapi terlebih dahulu. Rebuslah potongan-potongan cingur bersama daun salam, serai yang sudah dimemarkan, dan sedikit garam. Penggunaan daun salam dan serai penting untuk menghilangkan bau khas pada cingur sapi. Rebuslah cingur sapi dalam waktu lama (minimal 30 menit) supaya teksturnya jadi empuk dan tambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi. Cingur yang sudah matang dan empuk dapat segera diangkat dari air rebusan. Diamkan sejenak agar uap panasnya hilang sebelum Anda mulai memotong cingur tersebut menjadi potongan berbentuk dadu kecil.

4. Dua Cara Penyajian Rujak Cingur

Rujak cingur sapi ternyata biasanya disajikan dengan dua cara penyajian. Masing-masing cara penyajian tersebut terdiri dari bahan isian yang berbeda, yaitu:

  • Rujak cingur mentahan: jenis rujak cingur yang satu ini biasanya terdiri dari buah-buahan. Buah yang sering digunakan yaitu timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).
  • Rujak cingur matengan: berbeda dengan mentahan, rujak cingur matengan terdiri dari aneka sayuran dan bahan matang lainnya seperti aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Rujak cingur matengan biasanya juga ditambah potongan lontong supaya porsinya jadi besar dan lebih mengenyangkan. Jika dilihat sekilas, rujak cingur matengan memang mirip gado-gado tetapi cita rasanya sangat berbeda.

Mengenal Petis: Bumbu Utama Rujak Cingur

Apakah Anda familiar dengan petis? Petis merupakan bumbu utama yang harus ada dalam proses pembuatan rujak cingur. Bumbu rujak cingur ini merupakan produk turunan hasil olahan hidangan laut ( seperti ikan, udang, atau kerang). Air rebusan hidangan laut diolah kembali hingga menjadi saus yang berwarna gelap dan kental. Proses perebusannya membutuhkan waktu lama dan harus diberi tambahan bahan berupa gula tradisional yang dibuat di batok kelapa.

Selain memiliki rasa gurih dan aroma hidangan laut yang khas, petis juga memiliki sedikit cita rasa manis. Penggunaan petis pada aneka hidangan khas Surabaya membuat cita rasanya jadi gurih, beraroma khas, dan sangat berbeda dengan hidangan lain yang bahan dasarnya hampir sama. Jenis petis yang paling sering digunakan untuk rujak cingur adalah petis udang.

Bahan-Bahan untuk Membuat Rujak Cingur

Rujak cingur sapi khas Surabaya membutuhkan beberapa bahan sederhana yaitu:

Bahan Bumbu:

  • Petis udang secukupnya
  • Kacang tanah goreng yang sudah dihaluskan
  • Cabai rawit yang jumlahnya disesuaikan dengan selera
  • Air asam Jawa
  • Terasi goreng
  • 1 buah pisang batu yang diiris-iris (jika ada)
  • Garam, gula, dan kaldu penyedap rasa secukupnya
  • Semua bahan tersebut harus diulek hingga halus sebelum dicampurkan dengan cingur sapi, buah-buahan, sayuran, dan bahan lainnya.

Bahan Isian

  • Cingur sapi yang sudah direbus dan dipotong berbentuk dadu.
  • Rujak cingur mentahan: timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).
  • Rujak cingur matengan: aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur sebaiknya tidak direbus terlalu lama supaya teksturnya tetap renyah dan kandungan gizinya tidak hilang. Jenis rujak cingur ini juga cocok ditambahkan potongan lontong supaya lebih mengenyangkan. Namun, ada pula orang yang suka menyantap rujak cingur matengan dengan nasi hangat.
  • Bahan pelengkap lainnya berupa taburan bawang goreng dan kerupuk.

Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Konsumsi Rujak Cingur

Rujak cingur sapi memiliki kandungan gizi yang lengkap karena terdiri bahan dasar yang beraneka ragam. Anda pasti tak ragu lagi menyantap makanan khas Surabaya yang satu ini setelah mengetahui fakta tentang kandungan gizi dan manfaatnya, yaitu:

1. Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Cingur merupakan bagian tubuh sapi yang banyak mengandung kolagen. Asupan kolagen bagi tubuh sangat bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan rambut. Bila tubuh Anda mendapatkan asupan kolagen dalam jumlah cukup, Anda akan terhindar dari risiko penuaan dini. Kulit akan senantiasa elastis dan rambut pun sehat tanpa kerontokan parah meskipun usia bertambah.

2. Sumber Energi untuk Beraktivitas

Kandungan kalori yang terdapat dalam rujak cingur berasal dari bumbu, cingur sapi, dan penambahan lontong atau nasi. Bahan-bahan tersebut membuat rujak cingur menjadi hidangan mengenyangkan yang bisa menjadi asupan sumber energi untuk mendukung aktivitas Anda. Jika sedang tak ingin makan nasi, seporsi rujak cingur cukup untuk menggantikan satu kali porsi makan berat.

3. Memperlancar Sistem Pencernaan

Anda tak perlu khawatir akan sembelit atau mengalami masalah pencernaan lainnya kalau Anda menyukai rujak cingur. Sayuran yang terdapat dalam hidangan tersebut mengandung asupan serat yang baik untuk memperlancar sistem pencernaan. Risiko sembelit dan penyakit pencernaan lainnya dapat diminimalkan dengan mengonsumsi sayuran dalam jumlah seimbang setiap hari. Sayuran yang diolah dalam bentuk rujak cingur pasti membuat Anda tak bosan menyantapnya.

4. Memenuhi Kebutuhan Protein Bagi Tubuh

Kandungan protein dalam rujak cingur berasal dari berbagai jenis bahan, yaitu cingur sapi, petis, kacang tanah, serta tempe dan tahu goreng. Asupan protein tersebut penting untuk mendukung regenerasi sel-sel tubuh, memenuhi kebutuhan gizi otak, dan memaksimalkan proses pembentukan otot. Asupan protein dibutuhkan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Anda yang sedang bertekad hidup sehat dan menambah massa otot juga cocok menyantap rujak cingur yang kaya kandungan protein. Karena makanan sehat tak selalu identik dengan rasa yang hambar dan membosankan.

5. Memberikan Asupan Vitamin dan Mineral Bagi Tubuh

Rujak cingur juga kaya kandungan vitamin dan mineral karena terdiri dari beragam bahan makanan bergizi. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin A, B, C, E, serta sejumlah mineral lainnya yang penting untuk mendukung metabolisme dan sistem daya tahan tubuh. Menikmati seporsi rujak cingur sama seperti menyantap porsi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, asupan protein, sayuran, atau buah-buahan.

Beberapa tahun lalu, rujak cingur Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai makanan penuh gizi baik di ajang seminar Nasional Pangan dan Gizi 2013. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan serangkaian pengamatan dari literatur buku hingga kunjungan lapangan langsung ke penjual rujak cingur. Tak cuma sedap, rujak cingur memang kaya kandungan gizi dan cocok menjadi kebanggaan Surabaya.

Jadi, kapan Anda akan mencoba membuat rujak cingur sendiri di rumah? Bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak sulit. Nanti, Anda tak perlu lagi jauh-jauh liburan ke Surabaya jika kangen dengan cita rasa rujak cingur sapi yang legendaris. Rujak cingur istimewa buatan Anda pasti disukai keluarga.


Berita Lainnya

Soto Mie Khas Bogor yang Menggugah Selera

Oct 14, 2019

Soto Mie Khas Bogor yang Menggugah Selera

Kita semua tentu sudah sangat hafal dengan makanan bernama soto, bukan? Hampir semua orang mengenal soto. Kita sangat mudah menjumpai pedagang soto di pinggir trotoar jalanan. Dan kita juga bisa dengan mudah mengenali pedagang soto keliling. Lagipula varian soto juga banyak dijajakan. Soto mie salah satunya.Lantas apa yang membedakan soto mie dengan jenis soto lainnya? Kuliner satu ini dipercaya berasal dari Bogor. Rasanya gurih, dengan sedikit aksen pedas. Sebagai salah satu dari sekian banyak opsi menu sarapan, soto mie bogor bisa Anda jadikan pilihan utama. Tapi jangan salah, makanan ini juga cocok dimakan di waktu apapun, baik malam, siang, maupun pagi.Karena rasanya pula banyak orang menyukai soto mie khas Bogor. Jadi, jangan lupa mencicipi menu satu ini ketika Anda berkunjung ke Bogor. Ada lima hal spesial yang membuat makanan itu sangat disukai:1. Menggunakan mie kuningSebetulnya soto mie menggunakan dua jenis mie, yakni mie putih dan mie kuning. Namun, rasa soto yang menggunakan mie kuning jauh lebih gurih dibandingkan dengan soto yang menggunakan mie putih. Kalau Anda berkunjung ke Bogor, Anda wajib mencicipi soto mie dengan kuah berwarna kuning.Biasanya kuah soto yang berwarna kuning memiliki rasa yang jauh lebih gurih dibandingkan soto dengan kuah berwarna bening. Ini dikarenakan kuah soto berwarna kuning mengandung lebih banyak rempah dan bumbu yang membuat rasanya jauh lebih kaya dibanding soto jenis lain.2. Menggunakan daging kikilPenggemar jeroan tentu takkan menolak bila ada soto dengan isi jeroan. Diantara banyak jenis jeroan, daging kikil menciptakan rasa soto yang diperkaya dengan tekstur daging yang kenyal. Cocok untuk disantap di pagi hari. Kalau beruntung, di Bogor Anda bisa menemukan soto mie dengan isi yang penuh dengan jeroan.3. Tambahan risolSatu tambahan yang membuat rasa soto mie tambah gaya. Gorengan risol sebagai pelengkap soto membuat rasanya tambah lebih kaya dibanding jenis soto lain. Penyuka menu makanan yang kaya dengan variasi dan isi pasti akan mudah menyukainya. Bayangkanlah diri Anda menyantap semangkuk soto, kemudian mendapat rasa tambahan yang renyah dan gurih ketika menggigit sepotong kecil risol. Tentu menyenangkan!4. Tambahan daging yang beragamKekhasan soto mie juga bisa dilihat dari pemakaian daging sapi. Namun, bagi yang tidak terlalu menyukai daging sapi, ada juga opsi lain, yakni soto dengan daging ayam. Dengan varian daging yang beragam, soto mie jadi sebuah opsi menu sarapan yang menyenangkan.5. Sayur yang bervariasi (lobak, kentang, tomat, dan daun bawang) Lobak, tomat, dan kentang wajib ada di dalam semangkuk soto. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kolesterol yang menumpuk di dalam tubuh. Dari segi rasa, bahan-bahan tersebut juga membantu Anda mendapatkan rasa yang jauh lebih kaya dari semangkuk soto mie.Dengan rasanya yang kaya, soto mie menyenangkan untuk dipilih sebagai makanan utama. Lebih jauh lagi, menu satu ini juga mudah dibuat di rumah. Kalau Anda berniat membuatnya di rumah, jangan lupa gunakan Royco penyedap rasa sapi supaya rasanya lebih nendang.Royco penyedap rasa sapi mengandung bahan-bahan terpilih yang menjadikan masakan Anda lebih lezat dan gurih. Semangkuk soto mie dengan Royco akan membuat keluarga lebih bersemangat menyantap hidangan enak yang Anda siapkan untuk keluarga tercinta. Reference: pegipegi.com/travel/soto-mie-bogor-kuliner-gurih-khas-kota-hujan-yang-menggoyang-lidah/indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/colenak-eksotisme-peuyeum-bakar-dari-tanah-parahyangantravelblog.id/soto-mie-bogor-enak-dan-cocok-untuk-makan-siang/resepkoki.id/resep-soto-mie-bogor/     

Lauk Lezat Teman Nasi Timbel

Mar 16, 2020

Lauk Lezat Teman Nasi Timbel

Makanan yang dibungkus dengan daun pisang memang akan jadi lebih harum. Karena itu, tidak heran kalau Indonesia memang memiliki banyak masakan yang diolah dan disajikan dengan cara dibungkus dengan daun pisang. Salah satunya adalah Nasi Timbel yang merupakan makanan khas Sunda.Nasi timbel pada mulanya merupakan bekal makanan bagi para petani yang bekerja di sawah. Nasi yang masih hangat dibungkus dengan daun pisang agar lebih praktis dibawa. Selain itu, ternyata daun pisang juga membuat nasi menjadi lebih harum dan menggoda selera. Karena itulah, nasi timbel terus populer dan tidak cuma dinikmati oleh para petani saja. Kini nasi timbel sudah bisa didapatkan di banyak warung dan restoran, baik di Jawa Barat maupun di daerah lain di Indonesia. Tentu saja, nasi timbel kurang lengkap bila tidak disajikan bersama sajian pendampingnya. Nasi timbel komplit biasanya disajikan bersama hidangan-hidangan lezat berikut ini:1. Ulukuteuk LeuncaJawa Barat memang sering mengolah oncom jadi sajian lezat. Salah satunya adalah ulukuteuk leunca alias tumis leunca yang memadukan leunca dengan oncom dan daun kemangi. Harmoni rasa ulukuteuk leunca dengan nasi timbel hangat dijamin membuat Anda ingin tambah lagi dan lagi. Kedua makanan khas Sunda ini memang sangat cocok dinikmati bersama-sama.2. Ayam GorengAyam goreng seolah jadi teman setia sajian nasi timbel yang lezat. Ayam cukup dilumuri dengan bumbu yang terbuat dari bawang putih, bawang merah, ketumbar bubuk, Rocyo Bumbu Pelezat Rasa Ayam, dan garam yang dihaluskan. Setelah digoreng hingga matang, ayam goreng pun siap disajikan bersama nasi timbel hangat.3. Tahu & Tempe GorengTahu dan tempe goreng juga bisa jadi sajian tambahan untuk nasi timbel. Agar semakin lezat, bumbui tahu dan tempe dulu sebelum digoreng. Anda bisa menggunakan bumbu yang sama seperti bumbu ayam goreng yang telah disebutkan di atas, yaitu bumbu halus dari bawang putih, bawang merah, ketumbar bubuk, dan garam.4. Ikan AsinNasi timbel akan semakin nikmat bila disajikan bersama ikan asin. Berbagai macam ikan asin cocok dipadukan dengan nasi timbel, namun bisa dibilang jambal roti adalah pilihan favorit banyak orang. Walaupun harganya yang relatif lebih mahal dibandingkan jenis ikan asin lainnya, jambal roti memang sangat cocok disandingkan dengan nasi timbel. Pilihlah jambal roti berwarna terang dan memiliki daging yang masih lunak dan tidak kering. Mengingat rasanya yang cukup asin, potongan jambal roti yang disajikan dengan nasi timbel tidak perlu terlalu besar, kok.5. Sambal TerasiPecinta pedas pasti setuju, masakan Indonesia terasa kurang lengkap kalau tidak dinikmati dengan sambal. Jenis sambal di Indonesia memang banyak, tapi sambal terasi adalah yang paling sering disajikan bersama nasi timbel. Apakah Anda punya sambal favorit lain yang sering Anda nikmati bersama nasi timbel?6. LalapanNasi timbel dan sajian pendampingnya hampir semuanya memiliki cita rasa gurih. Untuk mengimbanginya, tentu dibutuhkan sajian yang bisa memberikan rasa segar. Karena itulah lalapan sering juga disajikan bersama nasi timbel. Daun kemangi, selada, dan timun merupakan lalapan segar yang paling sering dijumpai sebagai pendamping nasi timbel. 

Memasak Semur Jengkol Lezat dan Tidak Berbau

Mar 17, 2020

Memasak Semur Jengkol Lezat dan Tidak Berbau

Semur jengkol adalah salah satu olahan jengkol yang sangat populer. Sayangnya, masih banyak yang kurang menyukai makanan khas Betawi ini karena baunya menyengat. Sebenarnya, Anda bisa membuat semur jengkol yang lezat dan tidak berbau jika sudah memahami tekniknya.Jangan menyerah begitu saja dengan semur jengkol yang berbau. Yuk, siapkan bumbu semur jengkol yang sedap dan ikuti beberapa tips efektif berikut ini:1. Memilih Jengkol yang Sudah TuaJenis jengkol yang paling cocok dijadikan bahan dasar semur adalah jengkol yang sudah tua. Karena jengkol tua memiliki ukuran yang besar dan teksturnya lebih legit. Pilihlah jengkol tua yang kulit arinya berwarna cokelat gelap dan bertekstur keras. Kulit ari tersebut biasanya akan mengelupas dengan sendirinya jika Anda merendam jengkol minimal semalaman. Bagian dalam jengkol tua yang belum diolah berwarna kuning dan teksturnya agak keras dibandingkan dengan jengkol muda. Namun, Anda tak perlu merendam jengkol untuk semur karena jengkol tersebut akan direbus agar kulitnya lepas dan teksturnya jadi empuk.2. Merebus Jengkol Dua KaliJika sudah menyiapkan jengkol tua, langkah selanjutnya adalah merebus jengkol tersebut. Rebuslah jengkol tua yang sudah dikupas dengan air mendidih dan daun jambu biji dalam jumlah banyak selama 5 menit. Penggunaan daun jambu sangat efektif untuk mengurangi bau jengkol. Setelah lima menit, matikan api kompor dan diamkan jengkol di dalam air rebusannya selama 30 menit. Selanjutnya, rebus kembali jengkol tersebut selama 7 menit sebelum siap ditiriskan. Kemudian, kupas kulitnya sampai bersih agar jengkol siap digeprek.3. Menggeprek Jengkol Hingga MerekahJengkol yang sudah direbus dua kali dan dikupas kulitnya bisa langsung digeprek di atas cobek dengan ulekan. Gepreklah jengkol hingga agak memar dan menjadi gepeng serta merekah. Proses ini akan membuat bumbu semur jengkol meresap sempurna ketika nanti jengkol dimasak.4. Menyiapkan Bumbu Semur Jengkol dalam Jumlah BanyakBumbu semur yang jumlahnya banyak adalah salah satu kunci untuk membuat semur jengkol lezat dan tidak berbau. Ada dua jenis bumbu semur yang patut Anda siapkan, yaitu bumbu yang dihaluskan dan bumbu iris. Bumbu yang dihaluskan terdiri dari campuran bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas dan serai.Saat bumbu halus sudah ditumis dan hampir matang, Anda bisa segera menambahkan bumbu iris yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe yang dimemarkan, daun salam, dan serai. Semua bumbu tersebut harus ditumis hingga matang dan harum sebelum dicampurkan dengan jengkol yang sudah digeprek. Jangan lupa pula menambahkan kecap manis untuk menyempurnakan rasa semur. Jika Anda menginginkan semur jengkol yang aromanya khas, Anda dapat menambahkan beberapa jenis rempah seperti kayu manis, kapulaga, pekak, dan jinten.5. Memasak Semur Jengkol dalam Waktu LamaProses memasak semur jengkol membutuhkan waktu lama supaya semua bumbunya meresap sempurna. Anda harus memasak jengkol minimal 45 menit sembari menambahkan sedikit air jika kuah semurnya mulai mengering. Jangan lupa menggunakan api kecil supaya bumbu benar-benar meresap ke dalam jengkol tanpa membuat jengkol mudah hangus. Semur jengkol yang sudah matang bisa segera disajikan dalam keadaan hangat dan diberi taburan bawang goreng sebagai pelengkap.Semur jengkol tak akan dihindari lagi oleh keluarga jika Anda memasaknya dengan teknik yang tepat. Yuk, ucapkan selamat tinggal pada semur jengkol yang baunya menyengat. Mari mencoba kreasi semur jengkol lezat dan tak berbau yang pasti disukai keluarga.

Uniknya Sate Matang khas Aceh yang Menggoda Selera

Mar 17, 2020

Uniknya Sate Matang khas Aceh yang Menggoda Selera

Indonesia memang tidak kekurangan ragam sajian sate. Bahkan, bisa dibilang hampir semua daerah di Indonesia memiliki jenis sajian sate-nya sendiri, dengan keunikan yang datang dari budaya dan kebiasaan lokal. Menurut peneliti senior Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada, Murdjiati Gardjito, Indonesia memiliki 252 jenis sate. Dari seluruh jumlah tersebut, baru 175 jenis sate yang telah ditelusuri asalnya. Karena itu, tak mengherankan kalau ada jenis sate yang belum pernah Anda kenal atau cicipi sebelumnya, terutama bila sate tersebut berasal dari luar daerah asal Anda. Contohnya saja Sate Matang dari Aceh yang belum terlalu dikenal masyarakat awam sebaik jenis sate lain seperti Sate Maranggi, Sate Madura, dan lain-lain. Padahal Sate Matang memiliki banyak keunikan yang membuatnya menjadi sajian yang lezat, lho.Sajian sate khas dari Aceh ini memang memiliki nama yang unik. Toh, semua jenis sate memang sebaiknya diolah hingga matang agar bisa dinikmati dengan aman, bukan? Lalu mengapa jenis sate ini diberi nama Sate Matang? Ternyata kata 'Matang' pada nama Sate Matang bukan menunjukkan tingkat kematangan potongan daging pada sate, melainkan menunjukkan asal sate ini, yaitu dari kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kota inilah yang menjadi kota kelahiran Sate Matang hingga popularitasnya meningkat pada tahun 90-an.Kini, Sate Matang tidak hanya bisa dijumpai di Aceh saja, tapi juga di beberapa kota besar lain di Indonesia. Namun, masih ada orang yang belum pernah mencoba Sate Matang khas Aceh. Padahal pada tahun 2013 lalu Sate Matang telah menjadi salah sajian dari Indonesia yang terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia. Sebagai orang Indonesia, tentu kita juga harus mengenal dan mencicipi sajian lezat ini, bukan?Apa yang membuat Sate Matang begitu disukai? Salah satu hal yang menjadi keistimewaan Sate Matang dan membedakannya dengan sajian sate yang lain adalah cara penyajiannya. Bila jenis sate lainnya hanya dihidangkan bersama bumbu kacang, maka Sate Matang biasanya disajikan bersama nasi dan kuah soto yang diberi isian potongan daging dan kentang. Perpaduan kuah soto hangat yang gurih dengan bumbu kacang yang manis serta daging sate yang empuk inilah yang membuat Sate Matang begitu istimewa dan dicintai penggemarnya.Untuk benar-benar memahami kelezatan Sate Matang, simak elemen sate Matang yang perlu Anda ketahui.1. Sate MatangSate Matang biasanya dibuat menggunakan daging kambing. Namun, karena daging kambing relatif mahal, maka dibuat pula Sate Matang yang menggunakan daging sapi. Agar daging terasa sedap dengan bumbu yang meresap, daging yang sudah dipotong-potong ditumis dulu dengan bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, serai, jahe, lengkuas, kemiri, kunyit, garam, dan gula merah. Anda juga bisa menambahkan Knorr Bumbu Pelezat Ayam Rostip pada bumbu halus ini untuk memberikan aroma bawang putih yang lebih kuat, sehingga sate terasa lebih harum saat dibakar.Selain ditumis dengan bumbu, beberapa penjual Sate Matang khas Aceh menyarankan agar potongan daging dibiarkan terendam dalam bumbu selama beberapa jam untuk memastikan bahwa bumbu benar-benar meresap dengan baik. Perlu diingat, daging kambing atau daging sapi yang diolah untuk Sate Matang biasanya dipotong dengan ukuran tidak terlalu besar, sehingga bumbu lebih mudah meresap. Setelah direndam selama beberapa saat, barulah potongan daging ditusuk dengan tusuk sate dan dibakar hingga matang. 2. Bumbu kacangBumbu kacang Sate Matang tidak hanya terasa manis, tapi juga kaya rasa berkat berbagai rempah yang digunakan untuk membumbuinya. Rempah yang digunakan dalam bumbu kacang Sate Matang merupakan bahan seperti bawang putih, daun salam, daun jeruk, daun pandan, kayu manis, sereh, gula merah, gula, dan cabai. Bahan-bahan ini dihaluskan dan ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama santan dan kacang tanah yang telah digoreng dan dihaluskan. Setelah dimasak hingga mengental dan berminyak, tambahkan Bango Kecap Manis untuk menambah rasa dan warna bumbu kacang. 3. Kuah SotoKuah soto yang gurih merupakan elemen penting dalam sajian Sate Matang. Kuah soto ini biasanya merupakan kaldu dari tulang kambing atau tulang sapi yang direbus bersama bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, lengkuas, kemiri, kunyit, gula merah, dan garam. Santan juga ditambahkan dalam kuah soto Sate Matang, sehingga kuah soto terasa lebih kental dan gurih. Penambahan rempah seperti kapulaga, kayu manis, serta herba seperti daun bawang, daun jeruk, daun salam, dan daun pandan pun bisa Anda lakukan agar kuah soto semakin harum dan lezat. Bila suka, Anda bisa menambahkan potongan kentang dan daging kambing ke dalam kuah soto ini. Setelah kuah soto matang, Anda bisa menikmatinya bersama sate serta bumbu kacang dan nasi.Selain ketiga elemen di atas, sepiring nasi putih juga dihidangkan agar sajian lebih mengenyangkan. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menikmati seporsi Sate Matang yang tersaji di depan kita? Cara menikmatinya tentu terserah Anda. Tapi konon ada 2 cara yang mesti Anda coba, yaitu:1. Cara pertama menikmati Sate Matang adalah dengan cara mencampur kuah soto dengan bumbu kacang. Setelah itu, masukkan daging sate yang sudah dilepas dari tusukannya ke dalam campuran kuah dan bumbu kacang ini. Aduk hingga campuran kuah dan bumbu kacang melumuri potongan daging dengan merata, lalu santap bersama nasi putih hangat. Perpaduan rasa gurih dari kuah soto dan rasa manis dari bumbu kacang membuat sajian ini begitu nikmat!2. Cara kedua yang bisa Anda coba juga saat menikmati Sate Matang adalah dengan cara menyiram nasi putih dengan kuah soto, lalu cocolkan sate ke dalam bumbu kacang. Kemudian nikmati daging sate yang berlumur bumbu kacang dengan nasi putih yang telah diguyur dengan kuah soto yang gurih. Hangatnya kuah soto yang berpadu dengan potongan daging yang gurih dan manis dijamin mantap!Ingin mencoba mencicipi kenikmatan Sate Matang? Kuliner lezat ini kini merupakan hidangan yang diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Beberapa restoran di Aceh yang populer berkat Sate Matang yang mereka sajikan adalah:1. Sate Matang ApalehRestoran Sate Matang Apaleh milik Bapak Muhammad Saleh ini sudah dirintis sejak awal tahun 1990-an. Saat mulai berjualan sate, Pak Saleh hanya menjual Sate Matang dari gerobaknya. Kini, dia sudah berjualan di 11 ruko yang berderet di lokasi yang sama, yaitu di Keude (Pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Menurut Pak Saleh, dulu dia hanya menyiapkan sate dengan 5 kg daging sapi per hari. Kini, dia menyembelih 2 ekor sapi setiap hari untuk menyiapkan Sate Matang jualannya.Setiap hari, restoran Sate Matang Apaleh ini tidak pernah sepi, walaupun lokasinya tidak terletak di pusat kota Banda Aceh. Lokasi restoran Sate Matang Apaleh ini sebenarnya cukup strategis, karena berada di jalur sibuk di lintas Banda Aceh-Medan. Itulah sebabnya banyak penumpang bis dan truk yang melintas di jalan ini dan singgah di restoran Sate Matang Apaleh.2. Warung D’WanWarung D’Wan merupakan salah satu warung Sate Matang yang populer di Banda Aceh. Warung sate yang berlokasi di Jl. T Imum Lueng Bata, Banda Aceh, ini telah buka sejak lebih dari 23 tahun yang lalu. Di warung ini, 1 porsi Sate Matang yang terdiri dari 10 tusuk sate, bumbu kacang, kuah soto, dan nasi bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 25.000,- saja. Bumbu rempah seperti bunga lawang, merica, cengkeh, kapulaga, dan bumbu rahasia lainnya digunakan untuk membumbui Sate Matang di Warung Sate D'Wan, sehingga aroma sate yang sedang dibakar saja sudah cukup mengundang orang yang lewat untuk singgah di warung ini. Agar lebih segar, pesan juga jus timun atau timun serut di warung ini untuk menemani sajian Sate Matang.3. Sate Matang Yakin RasaWarung Sate Matang memang tidak sulit dicari di Banda Aceh. Salah satu warung sate di Banda Aceh yang menyajikan Sate Matang adalah Warung Sate Yakin Rasa. Saat menunggu pesanan Sate Matang di warung ini, jangan bingung bila Anda mendengar juru masak yang sedang membakar sate meletakkan botol kecap dengan cara dibanting ke atas meja. Menurut si juru masak, tidak ada alasan khusus dari cara meletakkan botol kecap ini. Menurutnya, hal tersebut hanya dia lakukan untuk menarik pengunjung saja. Apapun alasannya, yang pasti Warung Sate Yakin Rasa ini menyajikan Sate Matang yang lezat dan patut dicoba.4. Jambo KupiWarung yang menjual Sate Matang memang lebih mudah dicari di wilayah asalnya, yaitu di Aceh. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menemukan warung Aceh di Jakarta yang menjual Sate Matang. Salah satu restoran Aceh di Jakarta yang menyediakan Sate Matang adalah Jambo Kupi yang terletak di Pasar Minggu. Selain Sate Matang, Jambo Kupi juga menyediakan masakan khas Aceh lainnya seperti Kari Bebek, Rujak Aceh, dll.Saat ini, popularitas Sate Matang khas Aceh memang belum terlalu besar, terutama di daerah di luar Sumatera dan Aceh. Namun, potensi Sate Matang untuk jadi sajian yang disukai banyak orang jelas sangat besar. Nyatanya, orang Indonesia menyukai sajian sate dan sajian soto. Sate Matang bisa memberikan kedua hal tersebut secara sekaligus pada penikmatnya. Selain itu, rempah yang digunakan untuk membumbui Sate Matang memang cocok dengan lidah orang Indonesia yang menyukai hidangan yang kaya rasa.Popularitas Sate Matang yang meningkat pesat di Aceh pada tahun 1990-an menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia memang menyukai sajian sate yang unik ini. Bila sudah dicicipi, Sate Matang pasti akan mencuri hati penikmatnya. Sayangnya, belum banyak restoran di luar Aceh yang menyediakan sajian sate ini. Jadi, apakah Anda berminat mencoba menjadikan Sate Matang sebagai salah satu menu andalan Anda?