Kembali ke Inspirasi dan Promo

Manis, Pedas, Asin, Asem Gulai Belacan Khas Riau

Image Banner

17 March 2020

Indonesia memang beruntung dianugerahi kekayaan rempah-rempah yang sangat beragam. Tak heran kalau banyak masakan khas Indonesia yang mengandalkan berbagai rempah untuk memberikan cita rasa yang kuat. Salah satunya adalah beragam sajian gulai yang bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dari sekian banyak sajian gulai dari Indonesia, yang menonjol adalah sajian Gulai Belacan dari Riau.

Di Indonesia, sajian gulai memang banyak ditemukan di Sumatera. Menurut pakar kuliner, Arie Parikesit, gulai di Indonesia memang mulai tumbuh di Sumatera dengan pengaruh dari India. Dari Sumatera, gulai Indonesia menyebar ke pulau Jawa dengan beberapa perubahan, misalnya kuah gulai dari Jawa yang lebih encer dan lebih manis karena penggunaan kecap atau gula merah dalam resepnya. Yang pasti, gulai di Indonesia jelas tidak sama dengan sajian India, karena bumbu dan rempah yang digunakan adalah bumbu dan rempah khas Indonesia. Selain itu, gulai di Indonesia juga tidak hanya menggunakan daging sapi atau daging ayam saja, tapi juga boga bahari serta sayur. 

Sajian gulai Indonesia yang menggunakan boga bahari sebagai bahan utamanya adalah Gulai Belacan dari Riau. Sesuai dengan namanya, Gulai Belacan menggunakan belacan atau terasi sebagai salah satu bumbunya, sehingga memberikan cita rasa kuat dan warna merah pada sajian ini. Santan dan air asam jawa juga digunakan dalam resep Gulai Belacan, melengkapi bumbu lain seperti lada, kemiri, bawang merah, dan bawang putih. Bahan lain yang sangat khas Indonesia dan digunakan dalam Gulai Belacan untuk memberikan aroma dan rasa khas adalah petai. Tak heran kalau Gulai Belacan memiliki rasa manis, pedas, gurih, dan asem yang unik dan berbeda dengan sajian gulai lain dari Indonesia.

Seperti banyak sajian lain di Indonesia, Gulai Belacan Riau memiliki beberapa variasi, terutama dalam bahan utama yang digunakan. Beberapa jenis bahan yang bisa menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan adalah:

1. Udang

Belacan merupakan nama lain dari terasi udang. Karena itu, tentu pas bila udang menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan. Anda bisa menggunakan udang air tawar atau udang laut yang berukuran lebih besar. Bila suka, lobster pun bisa diolah dalam resep Gulai Belacan Riau.

 2. Ayam

Daging ayam cukup umum diolah dalam berbagai sajian gulai. Karena itu, tak aneh bila daging ayam juga bisa diolah sebagai bahan utama dalam sajian Gulai Belacan. Agar sajian lebih lezat, daging ayam sebaiknya dimasak dengan tulangnya. Selain itu, pastikan bumbu meresap dengan baik pada daging ayam, ya.

 3. Ikan

Selain Gulai Belacan, sajian lain yang juga dikenal merupakan sajian dari Riau adalah Gulai Ikan Patin. Nah, Gulai Belacan pun bisa disiapkan menggunakan ikan, baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Agar ikan terasa lebih segar dan tidak bau amis, Anda bisa menggunakan Knorr Bumbu Rasa Jeruk Nipis saat mencuci ikan. Setelah ikan dicuci bersih, barulah ikan bisa diolah bersama bahan-bahan lain dalam Gulai Belacan Riau.

Bagaimana dengan Anda? Menurut Anda, bahan apa yang paling cocok diolah dalam sajian Gulai Belacan? Bahan apapun yang Anda gunakan, yang penting adalah memastikan bahwa bahan tersebut masih segar. Bila sajian diolah dengan bahan-bahan yang segar, sajian tentu akan terasa lebih lezat dan nikmat, bukan?


Berita Lainnya

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Nov 11, 2019

Mengenal Asal Usul Sate Taichan

Aneka kuliner di Indonesia memang banyak menyita perhatian. Beraneka macam makanan akan dengan mudah Anda temui dengan harga yang beragam. Anda akan menemukan beragam kelezatan kuliner Indonesia di setiap daerah dengan rasa khas masing-masing. Bahkan, meski memiliki nama kuliner yang sama, rasa yang ditawarkan pasti akan berbeda di setiap daerah.Sate menjadi salah satu andalan kuliner Indonesia yang memiliki lebih dari 1 macam jenis, seperti sate madura, sate padang, sate klatak, dan berbagai jenis sate lainnya. Salah satu sate yang kini banyak diminati adalah sate taichan dan ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup populer saat ini. Pernah mencoba sate taichan? Sate taichan merupakan sate ayam biasa yang dibakar tanpa menggunakan bumbu yang beraneka ragam dan hanya menggunakan garam dan jeruk nipis saja sebagai bumbu. Sate taichan disajikan dengan sambal dan disantap bisa dengan lontong. Untuk kisaran harganya yaitu sekitar Rp. 2.500,00/tusuk atau Rp. 20.000,00/porsi. Jika Anda pergi ke daerah Senayan, Anda akan menemui banyak sekali kedai sate taichan. Tahukah Anda asal usul sate taichan?Jika dilihat dari nama “taichan”, tentu yang ada di pikiran kita adalah sate ini berasal dari China atau Jepang. Asal usul sate taichan sebenarnya belum terkonfirmasi dengan benar. Menurut beberapa informasi yang ada, sate taichan tercipta berawal dari datangnya sepasang muda-mudi Jepang-Indonesia yang ingin membeli sate di salah satu kedai sate madura di kawasan Senayan, Indonesia. Si pria yang berasal dari Jepang ini tidak terlalu menyukai sate berbumbu kacang seperti yang biasa dijumpai di Indonesia. Kemudian si Pria berinisiatif membakar sendiri sate yang telah ditusuk-tusuk dengan hanya memberi garam dan jeruk nipis sebagai bumbu satenya. Setelah matang sebagai pendamping sate, si Pria menambahkan sambal sebagai pengganti bumbu kacang. Ketika ditanya oleh pemilik kedai apa nama sate tersebut, si pria langsung menjawab “sate taichan”. Berawal dari sini lah sate taichan mulai berkembang di Indonesia. Awalnya sate taichan hanya dijual oleh 2 orang pedagang sate di kawasan Senayan, yaitu pak Amir sebagai cikal bakal sate taichan dan seorang temannya, tetapi kini sate taichan telah berkembang ke seluruh Indonesia. Sate taichan mulai berkembang pesat sejak tahun 2016 hingga sekarang. Bukan hanya di Jakarta saja, sate taichan bahkan sudah berkembang pesat ke seluruh Indonesia. Anda bisa menemui dengan mudah sate taichan di segala penjuru Indonesia. Semakin lama, sate taichan semakin berinovasi, bukan hanya bakar Anda juga dapat memilih sate taichan goreng sebagai menu pilihan. Tapi tahukah Anda apa perbedaan dari sate taichan dengan sate lainnya?Sebenarnya sate taichan ini tidak terlalu berbeda jauh dengan sate ayam pada umumnya. Sate taichan juga menggunakan daging ayam yang dipotong dadu berukuran kecil sama seperti dengan sate ayam pada umumnya. Namun, terdapat beberapa perbedaan dengan sate ayam biasa, yaitu seperti:1. Dari segi penampilanSate taichan terkesan lebih pucat bila dibandingkan dengan sate ayam pada umumnya. Hal ini dikarenakan pada sate ayam umumnya menggunakan bumbu khusus dengan beraneka macam bahan dan kecap sehingga menjadikan tampilannya lebih berwarna. Berbeda dengan sate taichan yang hanya dibakar dengan bumbu garam dan jeruk nipis tanpa kecap sehingga penampilannya lebih pucat. Dalam penyajiannya, sate taichan juga berbeda dengan sate ayam biasanya. Jika biasanya sate ayam dilumuri dengan bumbu kacang sebagai pendampingnya, sate taichan justru hanya menggunakan sambal sebagai pendampingnya. Anda bisa menyantapnya bersama lontong ataupun nasi sesuai dengan pilihan Anda. 2. Dari segi rasaKarena bumbu yang digunakan sate taichan cukup sederhana, maka rasa yang ditawarkan juga sederhana, tapi tidak kalah lezat bila dibandingkan dengan sate ayam biasa. Sate biasa memiliki rasa yang beragam dan beradu padu antara manis, pedas, gurih dari berbagai bumbu yang digunakan, sedangkan sate taichan memiliki rasa yang gurih dari garam dan asam dari jeruk nipis serta pedas dari sambal yang digunakan. Bagi Anda yang tidak terlalu suka bumbu kacang, sate taichan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk santapan makanan Anda. 3. Perbedaan bumbu sateJika bumbu sate ayam biasa itu cukup rumit dan sulit, berbeda dengan bumbu sate taichan. Bumbu sate taichan lebih sederhana dan bahan yang dibutuhkan juga cukup mudah dijumpai di dapur sehingga anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Ada dua variasi sate taichan yang bisa Anda buat yaitu sate taichan bakar dan sate taichan goreng. Hal yang membedakan antara keduanya adalah proses memasaknya. Jika sate taichan bakar dibakar di atas arang maka sate taichan goreng cukup dipanggang atau digoreng tipis di atas teflon. Namun, kedua tetap dihidangkan bersama dengan sambal khasnya. Tips untuk menjadikan sate taichan menjadi lebih nikmat1. Gunakan daging ayam terbaikGunakan daging ayam yang masih segar sebagai bahan utama sate. Kualitas daging akan mempengaruhi cita rasa dari sate taichan. Jika daging yang digunakan berkualitas buruk maka rasa yang dihasilkan dari sate taichan pun akan menjadi kurang. Oleh karena itu, kualitas daging ayam sangat perlu diperhatikan. Anda dapat menggunakan semua bagian daging ayam untuk membuat sate, tetapi umumnya bagian yang digunakan adalah bagian dada ayam. Jika Anda tidak terlalu suka dengan bagian dada, Anda bisa menggantinya dengan bagian kulit atau jeroan ayam sesuai selera.2. Perhatikan tingkat kematangan sate taichanPastikan ketika membakar atau menggoreng sate taichan benar-benar matang hingga bagian dalam daging, karena daging ayam mentah mengandung bakteri yang dapat mengganggu pencernaan. Anda dapat membakarnya di api sedang atau di teflon dengan selalu membolak-balikkan daging agar tidak gosong. 3. Pilih sambal sesuai seleraUntuk membuat sambal taichan, Anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya. Jika Anda pecinta pedas, Anda bisa menambahkan lebih banyak cabe rawit merah. Sedangkan jika Anda tidak terlalu suka pedas, Anda bisa mengurangi cabe rawit merah dan menambahkan cabe keriting atau cabe besar untuk membuat sambal lebih banyak.4. Gunakan bahan-bahan bumbu sate taichan terbaikGunakan bahan-bahan terbaik sebagai bahan pembuat sate taichan, termasuk dalam pemilihan bumbu sate taichan. Bumbu-bumbu sate taichan yang berasal dari bahan-bahan terbaik memiliki rasa sate yang lezat. Meskipun bumbu sate taichan cukup sederhana, tetapi pemilihan bahan yang salah akan membuat cita rasa sate taichan akan berubah. Beberapa bahan seperti jeruk nipis dan jeruk limau harus dipilih yang tidak terlalu matang. Jika Anda memilih yang terlalu matang maka akan berdampak pada rasa sate taichan yang justru manis bukan gurih dan segar seperti umumnya. Untuk ciptakan rasa gurih pada sate taichan, gunakan Knorr Bumbu Ekstrak Daging Ayam sebagai pengganti garam yang diformulasikan khusus dengan kandungan 5 kali lebih banyak daging ayam bila dibandingkan dengan varian bumbu rasa ayam lainnya. Tanpa menghilangkan cita rasa asli dari makanan, memasak jadi lebih mudah dan nikmat dengan KnorrBumbu Ekstrak Daging Ayam.

Uniknya Sate Matang khas Aceh yang Menggoda Selera

Mar 17, 2020

Uniknya Sate Matang khas Aceh yang Menggoda Selera

Indonesia memang tidak kekurangan ragam sajian sate. Bahkan, bisa dibilang hampir semua daerah di Indonesia memiliki jenis sajian sate-nya sendiri, dengan keunikan yang datang dari budaya dan kebiasaan lokal. Menurut peneliti senior Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gajah Mada, Murdjiati Gardjito, Indonesia memiliki 252 jenis sate. Dari seluruh jumlah tersebut, baru 175 jenis sate yang telah ditelusuri asalnya. Karena itu, tak mengherankan kalau ada jenis sate yang belum pernah Anda kenal atau cicipi sebelumnya, terutama bila sate tersebut berasal dari luar daerah asal Anda. Contohnya saja Sate Matang dari Aceh yang belum terlalu dikenal masyarakat awam sebaik jenis sate lain seperti Sate Maranggi, Sate Madura, dan lain-lain. Padahal Sate Matang memiliki banyak keunikan yang membuatnya menjadi sajian yang lezat, lho.Sajian sate khas dari Aceh ini memang memiliki nama yang unik. Toh, semua jenis sate memang sebaiknya diolah hingga matang agar bisa dinikmati dengan aman, bukan? Lalu mengapa jenis sate ini diberi nama Sate Matang? Ternyata kata 'Matang' pada nama Sate Matang bukan menunjukkan tingkat kematangan potongan daging pada sate, melainkan menunjukkan asal sate ini, yaitu dari kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kota inilah yang menjadi kota kelahiran Sate Matang hingga popularitasnya meningkat pada tahun 90-an.Kini, Sate Matang tidak hanya bisa dijumpai di Aceh saja, tapi juga di beberapa kota besar lain di Indonesia. Namun, masih ada orang yang belum pernah mencoba Sate Matang khas Aceh. Padahal pada tahun 2013 lalu Sate Matang telah menjadi salah sajian dari Indonesia yang terdaftar di UNESCO sebagai kuliner warisan dunia. Sebagai orang Indonesia, tentu kita juga harus mengenal dan mencicipi sajian lezat ini, bukan?Apa yang membuat Sate Matang begitu disukai? Salah satu hal yang menjadi keistimewaan Sate Matang dan membedakannya dengan sajian sate yang lain adalah cara penyajiannya. Bila jenis sate lainnya hanya dihidangkan bersama bumbu kacang, maka Sate Matang biasanya disajikan bersama nasi dan kuah soto yang diberi isian potongan daging dan kentang. Perpaduan kuah soto hangat yang gurih dengan bumbu kacang yang manis serta daging sate yang empuk inilah yang membuat Sate Matang begitu istimewa dan dicintai penggemarnya.Untuk benar-benar memahami kelezatan Sate Matang, simak elemen sate Matang yang perlu Anda ketahui.1. Sate MatangSate Matang biasanya dibuat menggunakan daging kambing. Namun, karena daging kambing relatif mahal, maka dibuat pula Sate Matang yang menggunakan daging sapi. Agar daging terasa sedap dengan bumbu yang meresap, daging yang sudah dipotong-potong ditumis dulu dengan bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, serai, jahe, lengkuas, kemiri, kunyit, garam, dan gula merah. Anda juga bisa menambahkan Knorr Bumbu Pelezat Ayam Rostip pada bumbu halus ini untuk memberikan aroma bawang putih yang lebih kuat, sehingga sate terasa lebih harum saat dibakar.Selain ditumis dengan bumbu, beberapa penjual Sate Matang khas Aceh menyarankan agar potongan daging dibiarkan terendam dalam bumbu selama beberapa jam untuk memastikan bahwa bumbu benar-benar meresap dengan baik. Perlu diingat, daging kambing atau daging sapi yang diolah untuk Sate Matang biasanya dipotong dengan ukuran tidak terlalu besar, sehingga bumbu lebih mudah meresap. Setelah direndam selama beberapa saat, barulah potongan daging ditusuk dengan tusuk sate dan dibakar hingga matang. 2. Bumbu kacangBumbu kacang Sate Matang tidak hanya terasa manis, tapi juga kaya rasa berkat berbagai rempah yang digunakan untuk membumbuinya. Rempah yang digunakan dalam bumbu kacang Sate Matang merupakan bahan seperti bawang putih, daun salam, daun jeruk, daun pandan, kayu manis, sereh, gula merah, gula, dan cabai. Bahan-bahan ini dihaluskan dan ditumis hingga harum, lalu dimasak bersama santan dan kacang tanah yang telah digoreng dan dihaluskan. Setelah dimasak hingga mengental dan berminyak, tambahkan Bango Kecap Manis untuk menambah rasa dan warna bumbu kacang. 3. Kuah SotoKuah soto yang gurih merupakan elemen penting dalam sajian Sate Matang. Kuah soto ini biasanya merupakan kaldu dari tulang kambing atau tulang sapi yang direbus bersama bumbu halus yang terdiri dari ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, lengkuas, kemiri, kunyit, gula merah, dan garam. Santan juga ditambahkan dalam kuah soto Sate Matang, sehingga kuah soto terasa lebih kental dan gurih. Penambahan rempah seperti kapulaga, kayu manis, serta herba seperti daun bawang, daun jeruk, daun salam, dan daun pandan pun bisa Anda lakukan agar kuah soto semakin harum dan lezat. Bila suka, Anda bisa menambahkan potongan kentang dan daging kambing ke dalam kuah soto ini. Setelah kuah soto matang, Anda bisa menikmatinya bersama sate serta bumbu kacang dan nasi.Selain ketiga elemen di atas, sepiring nasi putih juga dihidangkan agar sajian lebih mengenyangkan. Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menikmati seporsi Sate Matang yang tersaji di depan kita? Cara menikmatinya tentu terserah Anda. Tapi konon ada 2 cara yang mesti Anda coba, yaitu:1. Cara pertama menikmati Sate Matang adalah dengan cara mencampur kuah soto dengan bumbu kacang. Setelah itu, masukkan daging sate yang sudah dilepas dari tusukannya ke dalam campuran kuah dan bumbu kacang ini. Aduk hingga campuran kuah dan bumbu kacang melumuri potongan daging dengan merata, lalu santap bersama nasi putih hangat. Perpaduan rasa gurih dari kuah soto dan rasa manis dari bumbu kacang membuat sajian ini begitu nikmat!2. Cara kedua yang bisa Anda coba juga saat menikmati Sate Matang adalah dengan cara menyiram nasi putih dengan kuah soto, lalu cocolkan sate ke dalam bumbu kacang. Kemudian nikmati daging sate yang berlumur bumbu kacang dengan nasi putih yang telah diguyur dengan kuah soto yang gurih. Hangatnya kuah soto yang berpadu dengan potongan daging yang gurih dan manis dijamin mantap!Ingin mencoba mencicipi kenikmatan Sate Matang? Kuliner lezat ini kini merupakan hidangan yang diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke Aceh. Beberapa restoran di Aceh yang populer berkat Sate Matang yang mereka sajikan adalah:1. Sate Matang ApalehRestoran Sate Matang Apaleh milik Bapak Muhammad Saleh ini sudah dirintis sejak awal tahun 1990-an. Saat mulai berjualan sate, Pak Saleh hanya menjual Sate Matang dari gerobaknya. Kini, dia sudah berjualan di 11 ruko yang berderet di lokasi yang sama, yaitu di Keude (Pasar) Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Menurut Pak Saleh, dulu dia hanya menyiapkan sate dengan 5 kg daging sapi per hari. Kini, dia menyembelih 2 ekor sapi setiap hari untuk menyiapkan Sate Matang jualannya.Setiap hari, restoran Sate Matang Apaleh ini tidak pernah sepi, walaupun lokasinya tidak terletak di pusat kota Banda Aceh. Lokasi restoran Sate Matang Apaleh ini sebenarnya cukup strategis, karena berada di jalur sibuk di lintas Banda Aceh-Medan. Itulah sebabnya banyak penumpang bis dan truk yang melintas di jalan ini dan singgah di restoran Sate Matang Apaleh.2. Warung D’WanWarung D’Wan merupakan salah satu warung Sate Matang yang populer di Banda Aceh. Warung sate yang berlokasi di Jl. T Imum Lueng Bata, Banda Aceh, ini telah buka sejak lebih dari 23 tahun yang lalu. Di warung ini, 1 porsi Sate Matang yang terdiri dari 10 tusuk sate, bumbu kacang, kuah soto, dan nasi bisa Anda dapatkan dengan harga Rp 25.000,- saja. Bumbu rempah seperti bunga lawang, merica, cengkeh, kapulaga, dan bumbu rahasia lainnya digunakan untuk membumbui Sate Matang di Warung Sate D'Wan, sehingga aroma sate yang sedang dibakar saja sudah cukup mengundang orang yang lewat untuk singgah di warung ini. Agar lebih segar, pesan juga jus timun atau timun serut di warung ini untuk menemani sajian Sate Matang.3. Sate Matang Yakin RasaWarung Sate Matang memang tidak sulit dicari di Banda Aceh. Salah satu warung sate di Banda Aceh yang menyajikan Sate Matang adalah Warung Sate Yakin Rasa. Saat menunggu pesanan Sate Matang di warung ini, jangan bingung bila Anda mendengar juru masak yang sedang membakar sate meletakkan botol kecap dengan cara dibanting ke atas meja. Menurut si juru masak, tidak ada alasan khusus dari cara meletakkan botol kecap ini. Menurutnya, hal tersebut hanya dia lakukan untuk menarik pengunjung saja. Apapun alasannya, yang pasti Warung Sate Yakin Rasa ini menyajikan Sate Matang yang lezat dan patut dicoba.4. Jambo KupiWarung yang menjual Sate Matang memang lebih mudah dicari di wilayah asalnya, yaitu di Aceh. Tapi bukan berarti Anda tidak bisa menemukan warung Aceh di Jakarta yang menjual Sate Matang. Salah satu restoran Aceh di Jakarta yang menyediakan Sate Matang adalah Jambo Kupi yang terletak di Pasar Minggu. Selain Sate Matang, Jambo Kupi juga menyediakan masakan khas Aceh lainnya seperti Kari Bebek, Rujak Aceh, dll.Saat ini, popularitas Sate Matang khas Aceh memang belum terlalu besar, terutama di daerah di luar Sumatera dan Aceh. Namun, potensi Sate Matang untuk jadi sajian yang disukai banyak orang jelas sangat besar. Nyatanya, orang Indonesia menyukai sajian sate dan sajian soto. Sate Matang bisa memberikan kedua hal tersebut secara sekaligus pada penikmatnya. Selain itu, rempah yang digunakan untuk membumbui Sate Matang memang cocok dengan lidah orang Indonesia yang menyukai hidangan yang kaya rasa.Popularitas Sate Matang yang meningkat pesat di Aceh pada tahun 1990-an menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia memang menyukai sajian sate yang unik ini. Bila sudah dicicipi, Sate Matang pasti akan mencuri hati penikmatnya. Sayangnya, belum banyak restoran di luar Aceh yang menyediakan sajian sate ini. Jadi, apakah Anda berminat mencoba menjadikan Sate Matang sebagai salah satu menu andalan Anda?

3 Olahan Lezat dari Mie Gomak Khas Medan

Mar 17, 2020

3 Olahan Lezat dari Mie Gomak Khas Medan

Indonesia memang memiliki banyak variasi sajian mie. Beberapa di antaranya lebih populer dari yang lain, seperti Mie Aceh, Mie Celor, Mie Lethek, dan lain-lain. Namun, ada juga sajian mie yang popularitasnya belum meluas, walaupun rasanya sangat unik dan pantas dicoba. Sajian mie yang belum banyak dikenal ini adalah Mie Gomak, sajian mie lezat dari Sumatera Utara.Nama ‘Mie Gomak’ memang terdengar cukup unik di telinga. Ternyata asal-usul nama Mie Gomak ini cukup sederhana, yaitu dari kata ‘gomak’, kata dalam bahasa Batak yang berarti ‘digenggam’. Kata ini digunakan sebagai nama pembuatannya, karena dalam proses pembuatannya, Mie Gomak diaduk atau digenggam dengan tangan saat mencampurkan bumbu. Karena itu, jangan kaget kalau Anda melihat penjual Mie Gomak yang menyiapkan sajian mie dengan tangannya. Namun, jangan khawatir soal kebersihan sajian ini, ya. Kebanyakan penjual Mie Gomak menggunakan sarung tangan plastik saat mengolah mie demi menjaga higienitas sajian.Mie Gomak sering disebut juga sebagai spaghetti dari Tanah Batak, karena bentuk mie-nya yang tebal nan gendut, serupa spaghetti dari Italia. Maklum, Mie Gomak terbuat dari mie lidi yang memang sekilas mirip spaghetti. Walaupun tampak serupa, Mie Gomak jelas memiliki cita rasa yang beda dengan spaghetti. Pembeda utama datang dari bumbu khas Sumatera Utara yang digunakan untuk membumbui sajian dari Medan ini, yaitu bumbu andaliman. Penggunaan bumbu inilah yang memberikan cita rasa khas yang membedakan Mie Gomak dengan sajian mie lainnya dari Indonesia.Keunikan Mie Gomak lain tak hanya datang dari bumbu yang digunakan serta proses pencampuran bumbunya saja. Cara masak Mie Gomak juga cukup unik dan memberikan cita rasa khas pada sajian ini. Mie Gomak biasanya juga dimasak dengan tungku tradisional, demi memastikan bumbu menyerap dengan baik dan aroma bumbu andaliman tetap terjaga. Hasilnya, Mie Gomak juga terasa lebih lezat.Ingin mencoba Mie Gomak? Ada beberapa jenis sajian Mie Gomak yang bisa Anda coba, yaitu:1. Mie Gomak KuahUntuk membuat Mie Gomak kuah, mie lidi yang telah direbus kemudian dituangi kuah santan yang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, cabai merah, sereh, kunyit, kemiri, kelapa yang telah disangrai, serta tentu saja andaliman. Agar cita rasa gurihnya lebih terasa, Anda bisa menambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi pada kuah santan ini. Setelah itu, Mie Gomak Kuah disajikan dengan taburan irisan kol, bawang goreng, dan kerupuk.2. Mie Gomak GorengCara membuat Mie Gomak Goreng tidak jauh berbeda dengan cara membuat mie goreng biasa. Bahan tambahan seperti bakso, sosis, ayam, kol, atau sayur sawi juga sering digunakan untuk melengkapi sajian Mie Gomak Goreng.3. Mie Gomak Bumbu KacangPada sajian Mie Gomak Bumbu Kacang, mie lidi yang sudah direbus disiram dengan bumbu kacang, bumbu rempah, dan disajikan bersama telur rebus, kerupuk, dan bawang goreng. Sajian Mie Gomak Medan memang tidak mudah dicari di luar Sumatera Utara. Tapi kalau Anda sedang berkunjung ke Sumatera Utara, Anda bisa mendapatkan Mie Gomak dengan mudah. Di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, ada banyak pedagang mie gomak yang bisa Anda kunjungi. Baik Mie Gomak Kuah, Mie Gomak Goreng, atau Mie Gomak Bumbu Kacang bisa Anda jumpai dan cicipi di sana. Anda ingin mencobanya?

Sarapan Lezat dengan Burgo Kuah Santan Khas Palembang

Mar 17, 2020

Sarapan Lezat dengan Burgo Kuah Santan Khas Palembang

Kota Palembang memang identik dengan Pempek. Selain pempek, sebenarnya Palembang punya banyak makanan khas yang tak kalah lezat. Salah satu yang paling istimewa dan patut Anda coba adalah burgo.Burgo Palembang adalah sajian berkuah yang mengenyangkan dan terbuat dari bahan dasar ikan. Mau tahu lebih banyak info soal sajian Palembang tersebut? Inilah ulasan selengkapnya!Bahan-Bahan dan Cara Membuat Adonan BurgoKata burgo merupakan sebutan untuk bahan isian berwarna putih yang bentuknya menyerupai kwetiau. Bahan utama burgo terbuat dari campuran tepung beras, tepung sagu tani, air kapur sirih, air, dan sedikit garam. Semua bahan tersebut harus dicampur hingga merata dan bertekstur encer. Teksturnya harus benar-benar tepat agar menghasilkan burgo yang kenyal dan tidak mudah sobek.Selanjutnya, olesi loyang kue dengan sedikit minyak goreng supaya burgo tidak lengket. Masaklah lapisan-lapisan burgo dengan menuangkan satu centong adonan ke loyang lalu mengukusnya sampai matang. Ulangi proses tersebut sampai adonan burgo habis. Lembaran burgo yang sudah matang dan hilang uap panasnya harus segera digulung dan diiris-iris. Bila burgo telah matang, Anda tinggal membuat kuahnya.Membuat Kuah Burgo Berbahan Dasar IkanHampir semua hidangan khas Palembang terbuat dari bahan dasar ikan, termasuk burgo. Jenis ikan yang biasanya digunakan untuk membuat kuah burgo adalah daging ikan gabus segar tanpa tulang. Ikan gabus harus dipisahkan dari tulangnya sebelum dicuci bersih, dikukus hingga matang, lalu dihaluskan. Selain ikan gabus, Anda juga patut menyiapkan bahan-bahan lainnya, yaitu:Minyak goreng secukupnya untuk menumis.Bumbu yang dihaluskan (terdiri dari bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, dan ketumbar sangrai).Daun salam dan batang serai yang sudah dimemarkan.Santan dari setengah butir kelapa.Garam dan merica secukupnya.Knorr Bumbu Ekstrak daging AyamSemua bumbu halus harus ditumis dengan minyak goreng sampai matang dan harum. Kemudian, masukkan santan, daun salam dan serai, garam dan merica, serta daging ikan gabus rebus yang sudah dihaluskan. Masak sebentar sampai kuah mendidih sambil terus diaduk. Kuah yang sudah mendidih bisa segera disajikan dengan potongan burgo yang sudah Anda siapkan.Tambahan Bahan Pelengkap Lain untuk BurgoBiasanya penyajian burgo Palembang juga dilengkapi dengan taburan bawang goreng dan irisan telur rebus supaya cita rasanya makin gurih. Kalau Anda ingin menikmati burgo yang pedas, Anda bisa membuat sambal cabai rawit rebus yang dihaluskan atau sambal goreng. Sambal cabai rawit akan membuat burgo jadi pedas tanpa mempengaruhi cita rasa aslinya. Sedangkan sambal goreng lebih awet bila disimpan beberapa hari di lemari es. Masyarakat Palembang juga gemar menambahkan air perasan jeruk nipis supaya burgo terasa lebih segar.Asyiknya Menyantap Burgo di Pagi HariDi Palembang, Anda bisa menemukan para penjual burgo dengan mudah di pagi hari. Karena hidangan istimewa yang satu ini memang sering disantap sebagai menu sarapan. Porsi besar dan penyajiannya yang hangat membuat burgo menjadi alternatif menu sarapan yang sangat populer. Anda pasti kenyang dan bersemangat sebelum mulai beraktivitas bila menyantap burgo ketika sarapan.Jadi, kapan Anda akan mewujudkan rencana mengunjungi Kota Palembang? Jika belum sempat ke Palembang tetapi ingin merasakan kenikmatan burgo, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Bahan dasar burgo sangat mudah didapat dan proses pembuatannya juga tak sulit. Burgo Palembang bisa jadi menu sarapan atau selingan istimewa untuk Anda sekeluarga.