Kembali ke Inspirasi dan Promo

Lezatnya Nasi Goreng Kepiting Rajungan

Image Banner

14 October 2019

Kepiting yang lezat bisa diolah dalam berbagai sajian yang dijamin akan menggugah selera para pecinta seafood. Baik diolah dengan cara yang rumit ataupun sederhana, kepiting bisa diolah untuk membuat hidangan menjadi lebih istimewa. Contohnya saja sajian Nasi Goreng Kepiting. Serpihan daging kepiting berpadu dengan nasi yang dibumbui dengan berbagai bumbu lezat serta bahan lainnya membuat sajian yang mudah disiapkan seperti nasi goreng pun terasa jadi lebih istimewa. Kepiting yang digunakan dalam Nasi Goreng Kepiting pun bervariasi, mulai dari kepiting segar hingga kepiting kalengan, baik kepiting biasa maupun kepiting rajungan. Semua bisa diolah jadi nasi goreng yang sedap!

Kepiting rajungan memang tidak sama dengan kepiting biasa. Kepiting rajungan cenderung lebih ramping daripada kepiting biasa, sehingga daging kepiting rajungan lebih sedikit dibandingkan kepiting biasa. Rasa daging kepiting rajungan juga tidak semanis kepiting biasa. Tapi kandungan gizi kepiting rajungan lebih bagus daripada kepiting biasa, karena rajungan mengandung protein yang lebih tinggi serta lemak dan kolesterol yang lebih rendah dari kepiting.

Di antara perbedaan tersebut, kepiting maupun rajungan bisa diolah dalam berbagai hidangan, baik diolah secara utuh maupun diambil dagingnya saja. Nasi goreng kepiting merupakan salah satu cara untuk mengolah daging kepiting dan rajungan. Caranya juga tidak sulit dan tidak jauh berbeda dengan cara membuat nasi goreng lainnya. Salah satu resep Nasi Goreng Kepiting yang bisa Anda coba ada di sini.

Ingin mencoba membuat Nasi Goreng Kepiting di rumah? Selain daging kepiting, ada beberapa bahan lain yang bisa Anda tambahkan untuk membuat sajian Nasi Goreng Kepiting semakin lezat:

1. Crab Stick

Tahukah Anda, bahwa crab stick alias kani sebenarnya tidak terbuat dari kepiting, melainkan dari daging ikan? Walaupun bukan menggunakan daging kepiting asli, crab stick tetap bisa jadi andalan Anda untuk memperlezat sajian Nasi Goreng Kepiting. Cita rasa khas seafood akan semakin terasa di Nasi Goreng Kepiting buatan Anda.

2. Telur

Telur memang cocok dipadukan dengan berbagai macam bahan. Karena itu, tak heran kalau telur hampir selalu ditemukan dalam berbagai jenis sajian nasi goreng, termasuk nasi goreng kepiting. Anda pilih saja, mau telur mata sapi, telur dadar, atau telur orak-arik?

3. Udang

Dengan rasanya yang khas, nasi goreng Kepiting yang lezat tentu akan membuat bahagia para pecinta seafood. Tapi agar cita rasa khas sajian seafood semakin terasa, Anda juga bisa menambahkan udang segar pada sajian Nasi Goreng Kepiting buatan Anda. Tapi tentu saja, agar cita rasa kepiting tidak tenggelam dan dikalahkan oleh cita rasa udang, gunakan udang dalam jumlah secukupnya saja.

4. Jagung manis

Jagung manis yang telah dipipil juga bisa Anda tambahkan pada nasi goreng Kepiting. Bahan ini tidak hanya membantu memberikan rasa manis segar pada nasi goreng kepiting, tapi juga menambah tekstur.

5. Sayuran

Dengan penggunaan nasi, daging kepiting, dan bahan-bahan lainnya, Nasi Goreng Kepiting tentu cukup mengenyangkan. Tapi agar kandungan nutrisi Nasi Goreng Kepiting makin lengkap dan seimbang, jangan lupa untuk menambahkan sayuran, ya. Irisan kol, wortel, cuciwis, daun bawang, atau sayuran lain akan membuat Nasi Goreng Kepiting semakin sedap dan kaya gizi.

Nasi Goreng Kepiting merupakan salah satu cara untuk menikmati kepiting dengan cara yang tidak terlalu sulit. Dengan waktu dan metode yang relatif sederhana, sajian yang kaya rasa kepiting pun siap dinikmati. Anda mau mencoba?

Sumber:

  • kumparan.com/@kumparanfood/crab-stick-bukan-terbuat-dari-daging-kepiting-asli-27431110790557175
  • lifestyle.okezone.com/read/2015/07/31/298/1188430/resep-nasi-goreng-kepiting-spesial
  • resepkoki.id/apa-bedanya-kepiting-rajungan/
  • unileverfoodsolutions.co.id/id/recipe/nasi-goreng-kepiting-rajungan-R0079994.html

 

 


Berita Lainnya

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Mar 17, 2020

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Surabaya bukan hanya terkenal dengan keindahan kotanya tetapi juga karena kekayaan kulinernya. Salah satu makanan khas Surabaya yang tak boleh Anda lewatkan adalah rujak cingur. Hidangan yang satu ini tak hanya unik karena terbuat dari cingur sapi, tetapi juga memiliki cita rasa yang khas dan sangat sedap. Apakah Anda sudah pernah mencicipi rujak cingur sebelumnya?Ulasan berikut ini akan membahas tentang rujak cingur khas Surabaya. Anda yang belum pernah mencicipinya pasti akan tergiur dan Anda yang sudah pernah mencobanya pasti ingin menyantapnya lagi.Resep Rujak Cingur Ternyata Berasal dari MesirBelum banyak orang yang tahu kalau resep rujak cingur awalnya berasal dari Mesir. Suatu hari, sang pemimpin Mesir yang bergelar Firaun Hanyokrowati sedang merayakan ulang tahun. Pada hari istimewa tersebut, sang Firaun memerintahkan seluruh juru masak istana agar membuat hidangan lezat untuk dirinya. Sayangnya, aneka hidangan koki kerajaan tersebut tak mampu menggugah selera sang raja.Tak lama kemudian, seorang pengawal kerajaan masuk ke istana dan berkata pada Firaun bahwa ada seseorang yang ingin menyajikan makanan spesial untuknya. Orang tersebut bernama Abdul Rozak, seorang pengembara lautan yang sedang terdampar di Mesir. Abdul Rozak membawa seporsi makanan yang dibungkus daun pisang dan sudah diperiksa oleh ahli kesehatan kerajaan. Makanan tersebut sudah dinyatakan aman dan layak dimakan raja.Tanpa pikir panjang, sang raja langsung menyantap makanan yang dibawa Abdul Rozak. Raja memakannya begitu lahap dan mulai bercucuran keringat karena rasa makanannya pedas dan nikmat. Saking senangnya, sang raja menghadiahkan sebuah kapal mewah, sebidang tanah, dan jabatan kepala juru masak istana untuk Abdul Rozak. Namun, Abdul Rozak hanya ingin menerima hadiah kapal untuk mengembara. Raja setuju dan mengajukan syarat agar Abdul Rozak mau memberikan resep masakan istimewa tersebut. Akhirnya, raja dan Abdul Rozak pun sepakat untuk saling bertukar resep dan kapal mewah.Abdul Rozak melanjutkan pengembaraannya hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di Surabaya, Abdul Rozak juga mulai mempopulerkan resep makanan andalannya. Bahan dasar berupa cingur (mulut) unta sulit didapat dan mulai diganti dengan cingur sapi. Hasilnya, resep makanan Abdul Rozak semakin sedap dan disukai banyak orang. Masyarakat Surabaya yang sulit mengucapkan kata “Rozak” akhirnya menamai makanan itu dengan sebutan rujak cingur.   Tips Memilih, Membersihkan, dan Mengolah Cingur SapiSecara harfiah, cingur didefinisikan sebagai bagian hidung dan mulut atas sapi. Bahan makanan yang satu ini memang jarang diolah menjadi aneka jenis hidangan. Namun, cita rasanya istimewa dan membuat rujak cingur terasa makin sempurna. Memilih, membersihkan, dan mengolah cingur sapi juga tidak sulit kalau Anda sudah tahu caranya. Yuk, simak dulu tips-tips ini supaya nanti Anda bisa membuat rujak cingur sendiri di rumah:1. Memilih Cingur Sapi SegarCingur sapi yang masih segar biasanya berwarna kecokelatan, berbentuk utuh karena belum dipotong, dan bertekstur kenyal. Aromanya juga segar dan tidak berbau menyengat. Jadi, Anda wajib menghindari cingur yang teksturnya lembek, berair, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap karena ciri-ciri tersebut menunjukkan kalau cingur sudah tak segar. Agar Anda tak kerepotan saat mengolahnya, Anda bisa meminta bantuan penjual daging sapi untuk memotong cingur besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.2. Membersihkan Cingur SapiLangkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membersihkan cingur sapi. Gunakan air mengalir untuk membersihkan seluruh bagian cingur sapi sampai tuntas. Jangan sampai ada lendir atau kotoran yang tertinggal pada sela-sela cingur. Selanjutnya, cingur yang sudah dicuci bersih bisa segera diolah ke tahap selanjutnya.3. Merebus Cingur SapiSebelum bisa diolah menjadi bahan utama rujak cingur, Anda harus merebus cingur sapi terlebih dahulu. Rebuslah potongan-potongan cingur bersama daun salam, serai yang sudah dimemarkan, dan sedikit garam. Penggunaan daun salam dan serai penting untuk menghilangkan bau khas pada cingur sapi. Rebuslah cingur sapi dalam waktu lama (minimal 30 menit) supaya teksturnya jadi empuk dan tambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi. Cingur yang sudah matang dan empuk dapat segera diangkat dari air rebusan. Diamkan sejenak agar uap panasnya hilang sebelum Anda mulai memotong cingur tersebut menjadi potongan berbentuk dadu kecil.4. Dua Cara Penyajian Rujak CingurRujak cingur sapi ternyata biasanya disajikan dengan dua cara penyajian. Masing-masing cara penyajian tersebut terdiri dari bahan isian yang berbeda, yaitu:Rujak cingur mentahan: jenis rujak cingur yang satu ini biasanya terdiri dari buah-buahan. Buah yang sering digunakan yaitu timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: berbeda dengan mentahan, rujak cingur matengan terdiri dari aneka sayuran dan bahan matang lainnya seperti aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Rujak cingur matengan biasanya juga ditambah potongan lontong supaya porsinya jadi besar dan lebih mengenyangkan. Jika dilihat sekilas, rujak cingur matengan memang mirip gado-gado tetapi cita rasanya sangat berbeda.Mengenal Petis: Bumbu Utama Rujak CingurApakah Anda familiar dengan petis? Petis merupakan bumbu utama yang harus ada dalam proses pembuatan rujak cingur. Bumbu rujak cingur ini merupakan produk turunan hasil olahan hidangan laut ( seperti ikan, udang, atau kerang). Air rebusan hidangan laut diolah kembali hingga menjadi saus yang berwarna gelap dan kental. Proses perebusannya membutuhkan waktu lama dan harus diberi tambahan bahan berupa gula tradisional yang dibuat di batok kelapa.Selain memiliki rasa gurih dan aroma hidangan laut yang khas, petis juga memiliki sedikit cita rasa manis. Penggunaan petis pada aneka hidangan khas Surabaya membuat cita rasanya jadi gurih, beraroma khas, dan sangat berbeda dengan hidangan lain yang bahan dasarnya hampir sama. Jenis petis yang paling sering digunakan untuk rujak cingur adalah petis udang.Bahan-Bahan untuk Membuat Rujak CingurRujak cingur sapi khas Surabaya membutuhkan beberapa bahan sederhana yaitu:Bahan Bumbu:Petis udang secukupnyaKacang tanah goreng yang sudah dihaluskanCabai rawit yang jumlahnya disesuaikan dengan seleraAir asam JawaTerasi goreng1 buah pisang batu yang diiris-iris (jika ada)Garam, gula, dan kaldu penyedap rasa secukupnyaSemua bahan tersebut harus diulek hingga halus sebelum dicampurkan dengan cingur sapi, buah-buahan, sayuran, dan bahan lainnya.Bahan IsianCingur sapi yang sudah direbus dan dipotong berbentuk dadu.Rujak cingur mentahan: timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur sebaiknya tidak direbus terlalu lama supaya teksturnya tetap renyah dan kandungan gizinya tidak hilang. Jenis rujak cingur ini juga cocok ditambahkan potongan lontong supaya lebih mengenyangkan. Namun, ada pula orang yang suka menyantap rujak cingur matengan dengan nasi hangat.Bahan pelengkap lainnya berupa taburan bawang goreng dan kerupuk.Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Konsumsi Rujak CingurRujak cingur sapi memiliki kandungan gizi yang lengkap karena terdiri bahan dasar yang beraneka ragam. Anda pasti tak ragu lagi menyantap makanan khas Surabaya yang satu ini setelah mengetahui fakta tentang kandungan gizi dan manfaatnya, yaitu:1. Menjaga Kesehatan Kulit dan RambutCingur merupakan bagian tubuh sapi yang banyak mengandung kolagen. Asupan kolagen bagi tubuh sangat bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan rambut. Bila tubuh Anda mendapatkan asupan kolagen dalam jumlah cukup, Anda akan terhindar dari risiko penuaan dini. Kulit akan senantiasa elastis dan rambut pun sehat tanpa kerontokan parah meskipun usia bertambah.2. Sumber Energi untuk BeraktivitasKandungan kalori yang terdapat dalam rujak cingur berasal dari bumbu, cingur sapi, dan penambahan lontong atau nasi. Bahan-bahan tersebut membuat rujak cingur menjadi hidangan mengenyangkan yang bisa menjadi asupan sumber energi untuk mendukung aktivitas Anda. Jika sedang tak ingin makan nasi, seporsi rujak cingur cukup untuk menggantikan satu kali porsi makan berat.3. Memperlancar Sistem PencernaanAnda tak perlu khawatir akan sembelit atau mengalami masalah pencernaan lainnya kalau Anda menyukai rujak cingur. Sayuran yang terdapat dalam hidangan tersebut mengandung asupan serat yang baik untuk memperlancar sistem pencernaan. Risiko sembelit dan penyakit pencernaan lainnya dapat diminimalkan dengan mengonsumsi sayuran dalam jumlah seimbang setiap hari. Sayuran yang diolah dalam bentuk rujak cingur pasti membuat Anda tak bosan menyantapnya.4. Memenuhi Kebutuhan Protein Bagi TubuhKandungan protein dalam rujak cingur berasal dari berbagai jenis bahan, yaitu cingur sapi, petis, kacang tanah, serta tempe dan tahu goreng. Asupan protein tersebut penting untuk mendukung regenerasi sel-sel tubuh, memenuhi kebutuhan gizi otak, dan memaksimalkan proses pembentukan otot. Asupan protein dibutuhkan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Anda yang sedang bertekad hidup sehat dan menambah massa otot juga cocok menyantap rujak cingur yang kaya kandungan protein. Karena makanan sehat tak selalu identik dengan rasa yang hambar dan membosankan.5. Memberikan Asupan Vitamin dan Mineral Bagi TubuhRujak cingur juga kaya kandungan vitamin dan mineral karena terdiri dari beragam bahan makanan bergizi. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin A, B, C, E, serta sejumlah mineral lainnya yang penting untuk mendukung metabolisme dan sistem daya tahan tubuh. Menikmati seporsi rujak cingur sama seperti menyantap porsi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, asupan protein, sayuran, atau buah-buahan.Beberapa tahun lalu, rujak cingur Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai makanan penuh gizi baik di ajang seminar Nasional Pangan dan Gizi 2013. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan serangkaian pengamatan dari literatur buku hingga kunjungan lapangan langsung ke penjual rujak cingur. Tak cuma sedap, rujak cingur memang kaya kandungan gizi dan cocok menjadi kebanggaan Surabaya.Jadi, kapan Anda akan mencoba membuat rujak cingur sendiri di rumah? Bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak sulit. Nanti, Anda tak perlu lagi jauh-jauh liburan ke Surabaya jika kangen dengan cita rasa rujak cingur sapi yang legendaris. Rujak cingur istimewa buatan Anda pasti disukai keluarga.

Menikmati Kudapan Lezat Martabak Aceh, Kuliner Khas Serambi Mekah

Mar 17, 2020

Menikmati Kudapan Lezat Martabak Aceh, Kuliner Khas Serambi Mekah

Anda suka menyantap martabak telur? Sajian ini punya banyak variasinya di Indonesia, seperti Martabak Kubang, Martabak Mesir, dan lain-lainnya. Variasi sajian martabak telur yang akan dibahas kali ini adalah Martabak Aceh.Kalau bicara soal cita rasa yang kuat dan penggunaan rempah-rempah yang kaya, kuliner Aceh memang tidak kalah dengan kuliner dari wilayah Sumatera lainnya. Begitu juga dengan Martabak Aceh yang terasa istimewa dan berbeda dengan sajian martabak telur biasa berkat berbagai rempah yang digunakan dalam resepnya. Namun, pembeda Martabak Aceh dengan martabak telur tidak terbatas di bumbunya saja. Martabak Aceh juga memiliki beberapa keistimewaan lainnya, seperti:1. Kulit martabakBahan kulit Martabak Aceh tidak sama dengan bahan kulit martabak telur biasa. Bila kulit martabak telur biasanya dibuat terigu, minyak goreng, air, serta garam, maka kulit Martabak Aceh dibuat dari terigu, mentega, dan telur. Karena perbedaan ini, tekstur kulit Martabak Aceh terasa lebih kenyal dan lebih tebal, sedikit mirip dengan roti cane. Sedangkan kulit martabak telur biasanya lebih renyah dan tipis.2. Bentuk martabakPada martabak telur, biasanya kulit martabak yang renyah akan membungkus isi martabak. Namun pada Martabak Aceh, kulit martabak justru dibungkus oleh adonan telur pada bagian luarnya. Adonan telur ini terbuat dari telur, daun bawang, bawang merah, dan garam. Itu sebabnya, tampilan Martabak Aceh sekilas terlihat seperti telur dadar.3. Isian martabakIsian martabak telur biasanya terdiri dari irisan daun bawang dan daging sapi cincang yang telah dibumbui. Namun, Martabak Aceh memiliki isian yang sedikit berbeda, seperti udang, ayam, daun bawang, serta seledri yang telah dibumbui dengan bawang putih, bawang merah, garam, dan lada. Perbedaan isi ini memberikan cita rasa yang berbeda pada Martabak Aceh bila dibandingkan dengan jenis martabak telur lainnya.4. PenyajianMartabak telur biasanya disajikan bersama acar bawang saja. Namun, beberapa tempat yang menyajikan Martabak Aceh biasanya menghidangkan Martabak Aceh dengan kuah kari yang kental dan kaya rempah. Penambahan kuah kari ini membuat sajian terasa lebih nikmat dan kaya rasa.Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, keistimewaan Martabak Aceh ialah penggunaan udang dan ayam sebagai isiannya, tapi Anda juga bisa mengkreasikan Martabak Aceh dengan menggunakan daging sapi sebagai isiannya kok. Agar cita rasa daging sapi semakin kuat dan lezat, gunakan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi untuk membumbui tumisan yang diolah sebagai isian Martabak Aceh. Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi juga bisa Anda gunakan untuk memperlezat rasa kuah kari yang disajikan bersama Martabak Telur Aceh. Perpaduan cita rasa rempah dan gurihnya daging sapi tentu akan membuat Martabak Aceh menjadi semakin nikmat.Walaupun merupakan kuliner khas Aceh, Martabak Aceh relatif mudah didapatkan di berbagai daerah, terutama di restoran yang khusus menghidangkan makanan Aceh. Di Jakarta, Martabak Aceh bisa didapatkan di Mie Aceh Seulawah di Bendungan Hilir, Mie Aceh Bang Surya di Depok, serta di Jambo Kupi di Pasar Minggu. Selain itu, masih banyak restoran lain yang bisa Anda kunjungi untuk menikmati Martabak Telur Aceh yang nikmat.

Sedapnya Ikan Asam Pedas Melayu

Mar 17, 2020

Sedapnya Ikan Asam Pedas Melayu

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak sumber bahan pangan ikan. Itu sebabnya, banyak sajian khas Indonesia yang memanfaatkan ikan sebagai bahan utamanya, mulai dari ikan goreng, ikan bakar, pepes ikan, dan lain-lain. Namun, bahasan dalam artikel kali ini adalah tentang olahan ikan asam pedas yang populer sebagai makanan khas dari Riau, yaitu Gulai Ikan Patin.Daerah Sumatera, terutama Riau, memang memiliki banyak sajian khas yang sangat kental unsur Melayu-nya, yaitu masakan yang dibumbui dengan berbagai rempah, berlemak, dan berkuah kental. Cita rasa asem pedas juga sering dijumpai dalam masakan Melayu. Besarnya pengaruh Melayu dalam masakan khas di daerah Sumatera terjadi sebagai akibat dari jalur perdagangan dan ekonomi internasional pada zaman dahulu, di mana Sumatera merupakan pusat perdagangan yang menjadi tempat berkumpulnya para pedagang dari berbagai negara. Jadi, tak heran bila banyak masakan khas di Indonesia, terutama Sumatera, yang mirip dengan masakan dari Malaysia, Singapura, dan negara-negara tetangga.Masakan khas Indonesia yang sangat terasa pengaruh Melayu-nya adalah Gulai Ikan Patin dari Riau. Ikan patin memang merupakan jenis ikan yang populer diolah dalam berbagai masakan rumpun Melayu, karena ikan ini relatif mudah didapat dan dengan harga yang cukup terjangkau. Selain itu, ikan patin juga kaya nutrisi dengan kandungan protein dan Omega 3 yang baik bagi kesehatan otak. Kandungan lemak jenuh dalam ikan patin juga membantu mencegah penyakit jantung koroner dan menurunkan kadar kolesterol. Jelas, manfaat kesehatan dari konsumsi ikan patin sangat banyak.Dalam sajian Gulai Ikan Patin, lembutnya daging ikan patin berpadu dengan kuah asam pedas yang terasa sangat segar dan kaya rasa. Bahan seperti belimbing wuluh dan tomat memberikan rasa asam yang menyegarkan, sedangkan bumbu rempah seperti lengkuas, bawang merah, bawang putih, sereh, jahe, daun jeruk, dan tidak lupa Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi memperlengkap cita rasa ikan asam pedas Melayu.Bumbu dan rempah saja belum lengkap untuk membuat sajian gulai ikan patin yang lezat. Anda tentu harus menggunakan ikan patin yang segar dan berkualitas juga. Untuk memilih ikan patin yang lezat untuk digulai, pilihlah ikan patin berukuran sedang yang memiliki lemak perut tebal. Setelah ikan dibersihkan, potong ikan patin secara melintang dan biarkan lapisan lemak di bagian perutnya. Lapisan lemak inilah yang akan membuat gulai jadi terasa lebih gurih.Selain memilih ikan patin yang berkualitas, Anda juga harus mengolah ikan patin dengan tepat agar tidak amis dan tidak berbau lumpur. Beberapa langkah berikut akan membantu Anda:1. Untuk menghilangkan bau amis, campur ikan patin dengan timun yang sudah diparut, lalu remas-remas selama sekitar 15 menit. Setelah itu, bersihkan perut ikan dengan campuran air jeruk dan garam. Gosok pula bagian dalam ikan dengan garam, lalu bilas dengan air. Setelah itu, beri gula pasir pada bagian dalam ikan. Biarkan selama beberapa saat, lalu bilas ikan kembali.2. Cara lain untuk menghilangkan bau amis ikan patin adalah dengan mencuci ikan dengan Knorr Bumbu Rasa Jeruk Nipis. Knorr Bumbu Rasa Jeruk Nipis ini juga bisa ditambahkan pada Gulai Ikan Patin Anda sebagai penyedap masakan, lho!3. Agar gulai terasa lebih nikmat, lendir ikan patin harus dibersihkan dengan baik. Caranya, rendam ikan dalam perasan air jeruk limau. Selain itu, setelah ikan dibersihkan, gosok ikan dengan abu gosok, lalu bilas hingga bersih. Anda juga bisa mencampur ikan dengan daun bambu muda dan menaburi ikan patin dengan garam. Biarkan selama sekitar 5 menit, lalu remas ikan dengan daun bambu, kemudian bilas dengan air bersih. Jadi, apakah Anda sudah siap mengolah ikan patin menjadi gulai ikan asam pedas yang nikmat?

Lezatnya Lakso Kuah Kental dengan Cita Rasa Ikan yang Gurih

Mar 17, 2020

Lezatnya Lakso Kuah Kental dengan Cita Rasa Ikan yang Gurih

Pernahkah Anda mencicipi lakso? Lakso merupakan hidangan khas Palembang yang tak kalah populer dengan pempek. Bahan dasarnya pun mirip dengan pempek, yaitu ikan segar. Bukan hanya Palembang yang punya menu khas berupa lakso. Ternyata, lakso Bangka juga memiliki cita rasa khas yang sama dengan lakso ala Palembang.Kalau Anda ingin tahu lebih banyak info tentang lakso, mari simak dulu ulasan lengkapnya berikut ini!1. Mengenal Asal-Usul LaksoLakso ala Palembang dan Bangka memang memiliki kemiripan dengan laksa. Laksa merupakan hidangan yang berasal dari perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Kata laksa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya banyak. Penamaan tersebut kemungkinan besar bersumber dari bahan baku laksa yang terdiri dari banyak bumbu serta dan beragam bahan isian.Jika lakso mudah dijumpai di Palembang dan Bangka, lain halnya dengan laksa. Beberapa daerah di tanah air yang memiliki sajian laksa khas antara lain Tangerang, Jakarta, dan Bogor. Laksa juga merupakan salah satu makanan khas negara rumpun Melayu lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Laksa Singapura dan laksa Malaysia (tepatnya di Ipoh, Penang, dan Serawak) mempunyai ciri khas masing-masing yang berbeda satu sama lain.2. Lakso Ternyata Berbeda dengan BurgoBanyak orang menganggap bahwa lakso Palembang sama dengan burgo. Padahal sebenarnya kedua makanan tersebut berbeda. Bahan dasarnya sama-sama terbuat dari campuran tepung beras dan sagu tani. Namun, mie burgo dibentuk dari lembaran-lembaran adonan yang digulung. Kuah burgo berwarna putih karena tidak mengandung kunyit. Sedangkan, adonan mie lakso dibentuk panjang-panjang seperti mie. Jika dilihat sekilas, bentuk adonan lakso mirip dengan lo cu pan khas Tionghoa. Ciri khas lakso juga terletak pada kuahnya yang berwarna kuning pekat karena terdiri dari kunyit.3. Tips Memilih Ikan untuk LaksoLakso khas Bangka dan Palembang terdiri dari dua komponen utama, yaitu adonan mie serta kuah ikan yang kental. Itulah sebabnya pemilihan ikan untuk lakso harus dilakukan secara cermat supaya bisa menyempurnakan cita rasa lakso tersebut. Pada umumnya, masyarakat Palembang menyukai ikan gabus untuk lakso. Sedangkan masyarakat Bangka lebih sering menggunakan ikan tenggiri. Selain kedua jenis ikan tersebut, ikan belida juga sering digunakan untuk membuat lakso karena rasanya sangat gurih dan tekstur dagingnya lembut.Ikan untuk kuah lakso harus berukuran besar supaya Anda mudah memisahkan bagian daging dari tulangnya. Anda harus mengenali ciri-ciri ikan segar berikut ini saat memilih ikan untuk bahan dasar lakso:Ikan harus bertekstur kenyal, tidak lembek ketika disentuh.Sisik-sisik ikan masih melekat kuat dan tampak berkilau.Bagian insang ikan berwarna merah cerah dan tidak pucat.Mata ikan masih terlihat berkilau, utuh, dan tidak rusak.Aroma ikan terasa segar dan tidak terlalu amis. Ikan yang bau amisnya menusuk biasanya sudah mati berhari-hari.4. Lakso Cocok Disantap saat SarapanLakso Palembang dan Bangka biasanya disajikan sebagai menu sarapan. Seporsi lakso yang berkuah hangat memang mengenyangkan dan membuat siapa pun yang menyantapnya jadi bersemangat sebelum beraktivitas. Apalagi lakso biasanya dijajakan dengan harga yang ekonomis sehingga bisa disantap semua kalangan masyarakat. Tak mengherankan bila masyarakat Bangka dan Palembang sangat menyukai lakso. Cita rasa lakso juga kerap menggugah rasa penasaran para wisatawan yang ingin mencicipinya.5. Kandungan Gizi dalam Seporsi LaksoAda kabar gembira bagi Anda yang gemar menyantap lakso. Makanan khas Bangka dan Palembang yang satu ini memiliki kandungan gizi yang lengkap dan baik untuk tubuh. Lakso dapat menjadi sumber energi karena adonan mienya mengandung karbohidrat. Anda juga bisa mendapatkan asupan protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat dari kuah lakso yang berbahan dasar santan, ikan, dan aneka rempah.6. Mengintip Manfaat Ikan Gabus dalam Sajian LaksoPenggunaan ikan gabus untuk bahan dasar lakso tidak hanya menyempurnakan cita rasanya. Lebih dari itu, ikan gabus juga kaya kandungan gizi yang sangat dibutuhkan tubuh. Beberapa fakta tentang kandungan gizi ikan gabus berikut ini tentu membuat Anda tak ragu membuat dan menyantap lakso:Dalam setiap 100 gr sajian ikan gabus, terdapat 6,224 gr kandungan albumin. Kandungan albumin sangat penting untuk menjaga kestabilan volume darah dalam tubuh. Itulah sebabnya konsumsi makanan yang kaya albumin sangat disarankan untuk orang yang baru menjalani operasi atau sedang memiliki luka pada tubuh. Karena asupan albumin dalam jumlah seimbang akan mempercepat proses penyembuhan luka. Selain albumin, ikan gabus juga mengandung jenis asam amino esensial dan non esensial lainnya seperti metionin, lisin, sitokin, prolin, dan masih banyak lagi.Ikan gabus juga memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu mencapai 25,2 gr dalam setiap sajian 100 gr. Jumlah protein tersebut bahkan jauh lebih tinggi daripada daging ayam, telur, dan daging sapi. Asupan protein dari gabus sangat baik untuk mendukung pembentukan massa otot pada anak-anak dan orang dewasa.Tekstur ikan gabus yang lunak membuat jenis ikan ini mudah dicerna oleh tubuh. Sistem pencernaan Anda pun akan selalu sehat bila Anda rutin mengonsumsi ikan gabus.Asupan gizi lainnya yang terkandung dalam ikan gabus sangat efektif membantu menjaga daya tahan tubuh. Anda tak akan mudah sakit karena kelelahan beraktivitas atau pengaruh perubahan cuaca jika tubuh mendapatkan asupan gizi dari ikan gabus.Risiko gizi buruk pada anak-anak dan ibu hamil dapat diminimalkan dengan mengonsumsi ikan gabus secara teratur. Karena asupan gizi dari ikan gabus sudah cukup lengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian bagi tubuh.Kandungan gizi ikan gabus sangat efektif memaksimalkan tumbuh kembang otak pada janin dan anak-anak.7. Rekomendasi Lakso Sedap di PalembangApakah Anda berencana mengunjungi Palembang dalam waktu dekat? Jika iya, berarti informasi tentang rekomendasi lakso sedap di Palembang berikut ini akan menjadi referensi penting bagi Anda:Warung AbaWarung Aba merupakan kedai penjaja makanan khas Palembang yang dimiliki oleh seorang keturunan Arab. Kedai milik keluarga Shahab ini sudah berdiri sejak tahun 1981 dan kini dikelola oleh generasi kedua. Lokasinya yang berada di kawasan Pasar Kuto membuat kedai ini mudah ditemukan dan selalu ramai pengunjung sejak pagi hari. Anda bisa menikmati seporsi lakso hangat ketika berkunjung ke Warung Aba. Selain lakso, ada pula menu-menu khas Palembang lainnya seperti burgo, celimpungan, laksan, dan makanan istimewa lainnya.Lakso dan Burgo Siti AminahMembahas tentang lakso Palembang belum lengkap jika tidak menyebut kedai Lakso dan Burgo Siti Aminah. Kedai yang terletak di Jl. Syakyakirti, Karang Jaya, Palembang ini memang tak pernah sepi. Hidangan andalan berupa lakso dan burgo selalu laris diburu masyarakat dan para wisatawan. Ketika Anda berkunjung ke Palembang, jangan lupa menyempatkan waktu untuk mampir dan menikmati sajian lakso dan burgo Siti Aminah yang populer.Lakso Bu AdillahSatu destinasi wisata kuliner lagi yang tak boleh Anda lewatkan saat berburu lakso adalah kedai Lakso Bu Adillah. Lokasinya terletak di Lorong H. Amak, 28 Ilir, Kecamatan Ilir Bar, Palembang. Kalau Anda berkunjung ke kedai lakso yang satu ini, Anda bisa menikmati sajian lakso hangat dan beragam menu khas lainnya seperti mie celor, celimpungan, dan laksan.Warung Kopi H. Madina KutoMeskipun namanya warung kopi, destinasi wisata kuliner Palembang ini ternyata tidak hanya menjual kopi saja. Menu andalannya memang berupa kopi hangat yang ditemani aneka kudapan seperti pisang goreng, lopis, dan ketan. Namun, sajian laksonya juga tak kalah nikmat dan pasti bikin Anda ketagihan. Bila ingin mengunjungi Warung Kopi H. Madina Kuto, Anda bisa singgah ke Jl. Dr. M. Isa yang tak jauh dari Pasar Kuto. Bersantai di warung kopi sambil menikmati lakso dan aneka makanan lainnya pasti menjadi pengalaman istimewa yang tak terlupakan.Jadi, apakah sekarang Anda sudah tak sabar ingin mencicipi lakso Palembang atau lakso Bangka yang menggugah selera?Yuk, wujudkan rencana mengunjungi Palembang atau Bangka dalam waktu dekat. Selain mengunjungi kota asalnya langsung, Anda juga bisa mencoba membuat lakso sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Kreasi lakso buatan Anda akan menjadi sajian istimewa untuk keluarga.