Kembali ke Inspirasi dan Promo

Lezatnya Lakso Kuah Kental dengan Cita Rasa Ikan yang Gurih

Image Banner

17 March 2020

Pernahkah Anda mencicipi lakso? Lakso merupakan hidangan khas Palembang yang tak kalah populer dengan pempek. Bahan dasarnya pun mirip dengan pempek, yaitu ikan segar. Bukan hanya Palembang yang punya menu khas berupa lakso. Ternyata, lakso Bangka juga memiliki cita rasa khas yang sama dengan lakso ala Palembang.

Kalau Anda ingin tahu lebih banyak info tentang lakso, mari simak dulu ulasan lengkapnya berikut ini!

1. Mengenal Asal-Usul Lakso

Lakso ala Palembang dan Bangka memang memiliki kemiripan dengan laksa. Laksa merupakan hidangan yang berasal dari perpaduan budaya Melayu dan Tionghoa. Kata laksa berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya banyak. Penamaan tersebut kemungkinan besar bersumber dari bahan baku laksa yang terdiri dari banyak bumbu serta dan beragam bahan isian.

Jika lakso mudah dijumpai di Palembang dan Bangka, lain halnya dengan laksa. Beberapa daerah di tanah air yang memiliki sajian laksa khas antara lain Tangerang, Jakarta, dan Bogor. Laksa juga merupakan salah satu makanan khas negara rumpun Melayu lainnya seperti Singapura dan Malaysia. Laksa Singapura dan laksa Malaysia (tepatnya di Ipoh, Penang, dan Serawak) mempunyai ciri khas masing-masing yang berbeda satu sama lain.

2. Lakso Ternyata Berbeda dengan Burgo

Banyak orang menganggap bahwa lakso Palembang sama dengan burgo. Padahal sebenarnya kedua makanan tersebut berbeda. Bahan dasarnya sama-sama terbuat dari campuran tepung beras dan sagu tani. Namun, mie burgo dibentuk dari lembaran-lembaran adonan yang digulung. Kuah burgo berwarna putih karena tidak mengandung kunyit. Sedangkan, adonan mie lakso dibentuk panjang-panjang seperti mie. Jika dilihat sekilas, bentuk adonan lakso mirip dengan lo cu pan khas Tionghoa. Ciri khas lakso juga terletak pada kuahnya yang berwarna kuning pekat karena terdiri dari kunyit.

3. Tips Memilih Ikan untuk Lakso

Lakso khas Bangka dan Palembang terdiri dari dua komponen utama, yaitu adonan mie serta kuah ikan yang kental. Itulah sebabnya pemilihan ikan untuk lakso harus dilakukan secara cermat supaya bisa menyempurnakan cita rasa lakso tersebut. Pada umumnya, masyarakat Palembang menyukai ikan gabus untuk lakso. Sedangkan masyarakat Bangka lebih sering menggunakan ikan tenggiri. Selain kedua jenis ikan tersebut, ikan belida juga sering digunakan untuk membuat lakso karena rasanya sangat gurih dan tekstur dagingnya lembut.

Ikan untuk kuah lakso harus berukuran besar supaya Anda mudah memisahkan bagian daging dari tulangnya. Anda harus mengenali ciri-ciri ikan segar berikut ini saat memilih ikan untuk bahan dasar lakso:

  • Ikan harus bertekstur kenyal, tidak lembek ketika disentuh.
  • Sisik-sisik ikan masih melekat kuat dan tampak berkilau.
  • Bagian insang ikan berwarna merah cerah dan tidak pucat.
  • Mata ikan masih terlihat berkilau, utuh, dan tidak rusak.
  • Aroma ikan terasa segar dan tidak terlalu amis. Ikan yang bau amisnya menusuk biasanya sudah mati berhari-hari.

4. Lakso Cocok Disantap saat Sarapan

Lakso Palembang dan Bangka biasanya disajikan sebagai menu sarapan. Seporsi lakso yang berkuah hangat memang mengenyangkan dan membuat siapa pun yang menyantapnya jadi bersemangat sebelum beraktivitas. Apalagi lakso biasanya dijajakan dengan harga yang ekonomis sehingga bisa disantap semua kalangan masyarakat. Tak mengherankan bila masyarakat Bangka dan Palembang sangat menyukai lakso. Cita rasa lakso juga kerap menggugah rasa penasaran para wisatawan yang ingin mencicipinya.

5. Kandungan Gizi dalam Seporsi Lakso

Ada kabar gembira bagi Anda yang gemar menyantap lakso. Makanan khas Bangka dan Palembang yang satu ini memiliki kandungan gizi yang lengkap dan baik untuk tubuh. Lakso dapat menjadi sumber energi karena adonan mienya mengandung karbohidrat. Anda juga bisa mendapatkan asupan protein, vitamin, mineral, dan lemak sehat dari kuah lakso yang berbahan dasar santan, ikan, dan aneka rempah.

6. Mengintip Manfaat Ikan Gabus dalam Sajian Lakso

Penggunaan ikan gabus untuk bahan dasar lakso tidak hanya menyempurnakan cita rasanya. Lebih dari itu, ikan gabus juga kaya kandungan gizi yang sangat dibutuhkan tubuh. Beberapa fakta tentang kandungan gizi ikan gabus berikut ini tentu membuat Anda tak ragu membuat dan menyantap lakso:

  • Dalam setiap 100 gr sajian ikan gabus, terdapat 6,224 gr kandungan albumin. Kandungan albumin sangat penting untuk menjaga kestabilan volume darah dalam tubuh. Itulah sebabnya konsumsi makanan yang kaya albumin sangat disarankan untuk orang yang baru menjalani operasi atau sedang memiliki luka pada tubuh. Karena asupan albumin dalam jumlah seimbang akan mempercepat proses penyembuhan luka. Selain albumin, ikan gabus juga mengandung jenis asam amino esensial dan non esensial lainnya seperti metionin, lisin, sitokin, prolin, dan masih banyak lagi.
  • Ikan gabus juga memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu mencapai 25,2 gr dalam setiap sajian 100 gr. Jumlah protein tersebut bahkan jauh lebih tinggi daripada daging ayam, telur, dan daging sapi. Asupan protein dari gabus sangat baik untuk mendukung pembentukan massa otot pada anak-anak dan orang dewasa.
  • Tekstur ikan gabus yang lunak membuat jenis ikan ini mudah dicerna oleh tubuh. Sistem pencernaan Anda pun akan selalu sehat bila Anda rutin mengonsumsi ikan gabus.
  • Asupan gizi lainnya yang terkandung dalam ikan gabus sangat efektif membantu menjaga daya tahan tubuh. Anda tak akan mudah sakit karena kelelahan beraktivitas atau pengaruh perubahan cuaca jika tubuh mendapatkan asupan gizi dari ikan gabus.
  • Risiko gizi buruk pada anak-anak dan ibu hamil dapat diminimalkan dengan mengonsumsi ikan gabus secara teratur. Karena asupan gizi dari ikan gabus sudah cukup lengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian bagi tubuh.
  • Kandungan gizi ikan gabus sangat efektif memaksimalkan tumbuh kembang otak pada janin dan anak-anak.

7. Rekomendasi Lakso Sedap di Palembang

Apakah Anda berencana mengunjungi Palembang dalam waktu dekat? Jika iya, berarti informasi tentang rekomendasi lakso sedap di Palembang berikut ini akan menjadi referensi penting bagi Anda:

  • Warung Aba

Warung Aba merupakan kedai penjaja makanan khas Palembang yang dimiliki oleh seorang keturunan Arab. Kedai milik keluarga Shahab ini sudah berdiri sejak tahun 1981 dan kini dikelola oleh generasi kedua. Lokasinya yang berada di kawasan Pasar Kuto membuat kedai ini mudah ditemukan dan selalu ramai pengunjung sejak pagi hari. Anda bisa menikmati seporsi lakso hangat ketika berkunjung ke Warung Aba. Selain lakso, ada pula menu-menu khas Palembang lainnya seperti burgo, celimpungan, laksan, dan makanan istimewa lainnya.

  • Lakso dan Burgo Siti Aminah

Membahas tentang lakso Palembang belum lengkap jika tidak menyebut kedai Lakso dan Burgo Siti Aminah. Kedai yang terletak di Jl. Syakyakirti, Karang Jaya, Palembang ini memang tak pernah sepi. Hidangan andalan berupa lakso dan burgo selalu laris diburu masyarakat dan para wisatawan. Ketika Anda berkunjung ke Palembang, jangan lupa menyempatkan waktu untuk mampir dan menikmati sajian lakso dan burgo Siti Aminah yang populer.

  • Lakso Bu Adillah

Satu destinasi wisata kuliner lagi yang tak boleh Anda lewatkan saat berburu lakso adalah kedai Lakso Bu Adillah. Lokasinya terletak di Lorong H. Amak, 28 Ilir, Kecamatan Ilir Bar, Palembang. Kalau Anda berkunjung ke kedai lakso yang satu ini, Anda bisa menikmati sajian lakso hangat dan beragam menu khas lainnya seperti mie celor, celimpungan, dan laksan.

  • Warung Kopi H. Madina Kuto

Meskipun namanya warung kopi, destinasi wisata kuliner Palembang ini ternyata tidak hanya menjual kopi saja. Menu andalannya memang berupa kopi hangat yang ditemani aneka kudapan seperti pisang goreng, lopis, dan ketan. Namun, sajian laksonya juga tak kalah nikmat dan pasti bikin Anda ketagihan. Bila ingin mengunjungi Warung Kopi H. Madina Kuto, Anda bisa singgah ke Jl. Dr. M. Isa yang tak jauh dari Pasar Kuto. Bersantai di warung kopi sambil menikmati lakso dan aneka makanan lainnya pasti menjadi pengalaman istimewa yang tak terlupakan.

Jadi, apakah sekarang Anda sudah tak sabar ingin mencicipi lakso Palembang atau lakso Bangka yang menggugah selera?

Yuk, wujudkan rencana mengunjungi Palembang atau Bangka dalam waktu dekat. Selain mengunjungi kota asalnya langsung, Anda juga bisa mencoba membuat lakso sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Kreasi lakso buatan Anda akan menjadi sajian istimewa untuk keluarga.


Berita Lainnya

Nasi Goreng Mawut Khas Malang

Oct 14, 2019

Nasi Goreng Mawut Khas Malang

Mau makan nasi goreng atau mie goreng? Kalau bingung, santap saja keduanya! Salah satu sajian nasi goreng khas Indonesia, yaitu Nasi Goreng Mawut, memadukan kelezatan nasi goreng dan mie goreng dalam satu sajian. Namanya yang unik memang menunjukkan keistimewaan sajian nasi goreng ini. Bayangkan saja, mie basah ditambahkan dalam nasi goreng bersama kol, sayuran, dan suwiran daging ayam. Bahan-bahan lain seperti sosis, daun bawang, atau bahan lan kesukaan Anda juga bisa Anda tambahkan. Pasti mengenyangkan, bukan? Nasi Goreng Mawut adalah sajian nasi goreng yang dikenal juga sebagai Nasi Goreng Magelangan. Ada sumber yang mengatakan nasi goreng ini merupakan sajian khas Malang, tapi ada juga sumber yang menyebutkan Magelang sebagai kota asal sajian ini. Yang pasti, nasi goreng ini memang berasal dari Jawa, karena memiliki gaya yang mirip dengan Nasi Goreng Jawa. Bumbu yang digunakan pun serupa dengan bumbu Nasi Goreng Jawa, yaitu bawang putih, bawang merah, cabai, dan terasi. Pembeda utama antara Nasi Goreng Mawut dengan Nasi Goreng Jawa adalah penambahan mie basah yang membuat sajian nasi goreng menjadi semakin unik dan menarik.   Ingin mencoba membuat Nasi Goreng Mawut sendiri? Walaupun relatif mudah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat Nasi Goreng Mawut, di antaranya: 1. Pilih mie yang tepat Mie yang digunakan dalam Nasi Goreng Mawut biasanya adalah mie basah. Untuk memilih mie yang berkualitas dan aman dikonsumsi, pilih mie dengan warna kuning yang tidak terlalu terang. Warna kuning pucat justru menunjukkan bahwa tidak mengandung pewarna tambahan. Pastikan pula mie masih segar dan tidak berlendir ataupun berbau. Sebagai alternatif, Anda bisa menggantikan mie basah dengan mie bulat atau mie telur. 2. Olah mie dengan benar Sebelum diolah bersama-sama dengan bahan nasi goreng lainnya, mie memang harus dimasak terlebih dulu. Bila Anda menggunakan mie basah, mie cukup diseduh dengan air panas selama beberapa saat. Sedangkan kalau Anda menggunakan mie telur kering, rebus dulu mie selama beberapa menit hingga melunak. Ingat, Anda tidak perlu memasak mie hingga matang, karena mie masih akan dipanaskan lagi bersama bahan nasi goreng lainnya. Bila mie sudah matang saat diolah dengan bahan nasi goreng lainnya, mie akan jadi terlalu lembek. 3. Jangan terlalu banyak menambahkan mie Rasio jumlah nasi dan mie yang Anda olah untuk membuat Nasi Goreng Mawut harus sesuai. Sajian yang Anda siapkan adalah nasi goreng, dan bukan mie goreng. Jadi jangan terlalu banyak menambahkan mie, ya. Perkiraan rasio yang tepat adalah sekitar 100 gram mie untuk tiap 2 piring nasi putih. Masalah yang paling umum terjadi bila Nasi Goreng Mawut diolah dengan cara yang salah adalah mie yang terlalu matang, sehingga menjadi lembek saat disajikan dalam nasi goreng. Namun, masalah ini bisa Anda hindari dengan mengikuti tips di atas. Setelah mengetahui tips-tips di atas, Anda siap membuat Nasi Goreng Mawut nan nikmat di rumah. Cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan cara membuat nasi goreng lain, kok. Bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, terasi, dan cabai ditumis hingga harum. Setelah itu, masukkan bahan-bahan nasi goreng seperti suwiran ayam, daun bawang, sawi, telur, nasi, dan mie. Jangan lupa tambahkan bumbu tambahan yang akan menyedapkan sajian nasi goreng, seperti Bango Kecap Manis. Nasi Goreng Mawut pun tersaji dengan mudah. Selamat mencoba!   Social Media Post Facebook Post: Anda lebih suka makan nasi goreng atau mie goreng? Anda yang menyukai keduanya pasti menyukai sajian Nasi Goreng Mawut yang memadukan kelezatan nasi goreng dan mie goreng dalam 1 piring. Bagaimana cara membuatnya?   Twitter Post: Perpaduan lezat dari nasi goreng dan mie goreng menghasilkan Nasi Goreng Mawut. Kalau Anda ingin mencoba membuatnya di rumah, simak dulu tipsnya di sini.      Reference: pekanbaru.tribunnews.com/2016/10/04/nasi-goreng-mawut-adanya-hanya-di-indonesiakooliner.com/blog/menikmati-nasi-goreng-mawut-khas-malang/sajiansedap.grid.id/read/101864616/resep-nasi-goreng-magelangan-enak-campuran-mi-dan-nasi-yang-mantap-untuk-sarapan?page=allblueband.co.id/tips/ingin-makan-mie-dan-nasi-goreng-buat-saja-nasi-goreng-mawut/

Sate Klatak Kuliner Unik dari Jogja

Oct 14, 2019

Sate Klatak Kuliner Unik dari Jogja

Banyak yang bilang bahwa Yogyakarta adalah surganya kuliner dan julukan ini memang pas. Kalau Anda kebetulan berencana menghabiskan liburan di kota ini, cobalah cari informasi tentang kuliner khas Jogja. Anda akan menemukan sate klatak di antara beragam kuliner unik yang dijual di kota Jogja.   Jenis sate satu ini memang terbilang unik. Satu porsi sate kambing muda dibakar menggunakan jeruji sepeda, dan dibumbui dengan cara sederhana. Biasanya hanya dibumbui dengan garam. Terkadang Anda mendapatkan tambahan berupa kuah bening.   Sebagai makanan unik, sate klatak tentu punya sejarahnya sendiri. Penasaran gimana sejarahnya?   1. Asal mula sate klatak Sate klatak adalah sate kambing yang asal-usulnya dari kata ‘klatak’. Jadi garam yang ditaburkan ke daging kambing muda akan berbunyi ‘klatak-klatak-klatak’ ketika dibakar. Coba sesekali amati proses pembakaran sate klatak, bunyi semacam itu bakal mudah Anda dengar.   Di Jogja, Pak Pong adalah nama tempat makan sate klatak paling terkenal. Meski paling terkenal, sate Pak Pong bukanlah pionir sate klatak di Jogja. Konon menurut cerita yang beredar, Mbah Ambyah lah yang memiliki ide menjual sate klatak. Dia adalah seorang juragan pemilik peternakan kambing, yang dulu di Jejeran, Bantul, Yogyakarta, menjual sate klatak di bawah pohon Melinjo. Tak heran bila daerah Jejeran sekarang dikenal sebagai pusat sate klatak.   2.   Keunikan sate klatak Sate klatak dikatakan unik karena dibuat dari daging kambing muda. Selain itu, bumbunya pun sederhana. Tidak ada bumbu kacang atau kecap, melainkan hanya dibumbui garam. Tusuk satenya pun bukan tusuk sate yang biasanya kita temukan di berbagai penjual sate yang digunakan adalah jeruji sepeda. Jenis tusuk sate ini dipilih karena dipercaya bisa menghantarkan panas lebih baik dibanding tusuk bambu biasa.   3. Rekomendasi sate klatak di Yogyakarta   Surga sate klatak ada di bagian selatan Yogyakarta, persisnya di daerah Pasar Jejeran, Bantul Yogyakarta. Tapi bukan hanya di daerah tersebut. Anda juga bisa menemukan penjual sate klatak di daerah sekitar Jejeran dalam radius satu sampai dua kilometer dari Jejeran.   Jika Anda ingin mengunjunginya, berikut rekomendasi warung sate yang populer di daftar berikut ini. Sate Klatak Pak Bari   Warung sate ini terletak di dalam pasar Jejeran, tepatnya di Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Wonokromo II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Warung sate Pak Bari buka dari jam 18:00 sampai habis. Biasanya waktu paling ramai ada di akhir minggu. Karena itu kalau mau makan sate di Pak Bari di akhir pekan, kami sarankan Anda datang lebih awal.   Sate Klatak Pak Jeje   Dari Selatan Jogja kita ke Utara, sebab di sana ada Sate Klatak Pak Jeje. Warung satu ini bisa ditemukan di alamat Jl. Magelang No.Km. 6.5, Jombor Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.   Selain sate klatak, warung sate Pak Jeje menjual sate lain seperti sate bumbu, gule daging, dan sate goreng.   Sate Klatak Pak Jede   Kalau malas pergi ke Bantul karena Anda kebetulan menginap di tengah kota, Anda bisa menyambangi warung Sate Jede yang beralamat di Jl. Nologaten No.46, Nologaten, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tongsengnya enak, dan satenya empuk dengan bumbu yang sangat terasa di lidah.   Sate Klatak Pak Pong   Ini dia warung sate klatak legendaris di Yogyakarta. Anda bisa menyambanginya di alamat Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Pak Pong selalu ramai, apalagi ketika akhir pekan tiba. Oh ya, saking ramainya, Anda mesti sabar banget menunggu sampai pesanan tiba di atas meja.   Apakah Ada sudah siap berburu sate klatak Jogja?     Reference:travelingyuk.com/sate-klatak-jogja/74206/liputan6.com/regional/read/2640017/asal-mula-penemuan-satai-klataktravel.kompas.com/read/2012/06/15/07435217/Sudah.Pernah.Mencicipi.Sate.Klataknjogja.co.id/wisata-kuliner/sate-klatak-jogja/gudeg.net/direktori/1871/sate-klatak.html

Manis, Pedas, Asin, Asem Gulai Belacan Khas Riau

Mar 17, 2020

Manis, Pedas, Asin, Asem Gulai Belacan Khas Riau

Indonesia memang beruntung dianugerahi kekayaan rempah-rempah yang sangat beragam. Tak heran kalau banyak masakan khas Indonesia yang mengandalkan berbagai rempah untuk memberikan cita rasa yang kuat. Salah satunya adalah beragam sajian gulai yang bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Dari sekian banyak sajian gulai dari Indonesia, yang menonjol adalah sajian Gulai Belacan dari Riau.Di Indonesia, sajian gulai memang banyak ditemukan di Sumatera. Menurut pakar kuliner, Arie Parikesit, gulai di Indonesia memang mulai tumbuh di Sumatera dengan pengaruh dari India. Dari Sumatera, gulai Indonesia menyebar ke pulau Jawa dengan beberapa perubahan, misalnya kuah gulai dari Jawa yang lebih encer dan lebih manis karena penggunaan kecap atau gula merah dalam resepnya. Yang pasti, gulai di Indonesia jelas tidak sama dengan sajian India, karena bumbu dan rempah yang digunakan adalah bumbu dan rempah khas Indonesia. Selain itu, gulai di Indonesia juga tidak hanya menggunakan daging sapi atau daging ayam saja, tapi juga boga bahari serta sayur. Sajian gulai Indonesia yang menggunakan boga bahari sebagai bahan utamanya adalah Gulai Belacan dari Riau. Sesuai dengan namanya, Gulai Belacan menggunakan belacan atau terasi sebagai salah satu bumbunya, sehingga memberikan cita rasa kuat dan warna merah pada sajian ini. Santan dan air asam jawa juga digunakan dalam resep Gulai Belacan, melengkapi bumbu lain seperti lada, kemiri, bawang merah, dan bawang putih. Bahan lain yang sangat khas Indonesia dan digunakan dalam Gulai Belacan untuk memberikan aroma dan rasa khas adalah petai. Tak heran kalau Gulai Belacan memiliki rasa manis, pedas, gurih, dan asem yang unik dan berbeda dengan sajian gulai lain dari Indonesia.Seperti banyak sajian lain di Indonesia, Gulai Belacan Riau memiliki beberapa variasi, terutama dalam bahan utama yang digunakan. Beberapa jenis bahan yang bisa menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan adalah:1. UdangBelacan merupakan nama lain dari terasi udang. Karena itu, tentu pas bila udang menjadi bahan utama dalam Gulai Belacan. Anda bisa menggunakan udang air tawar atau udang laut yang berukuran lebih besar. Bila suka, lobster pun bisa diolah dalam resep Gulai Belacan Riau. 2. AyamDaging ayam cukup umum diolah dalam berbagai sajian gulai. Karena itu, tak aneh bila daging ayam juga bisa diolah sebagai bahan utama dalam sajian Gulai Belacan. Agar sajian lebih lezat, daging ayam sebaiknya dimasak dengan tulangnya. Selain itu, pastikan bumbu meresap dengan baik pada daging ayam, ya. 3. IkanSelain Gulai Belacan, sajian lain yang juga dikenal merupakan sajian dari Riau adalah Gulai Ikan Patin. Nah, Gulai Belacan pun bisa disiapkan menggunakan ikan, baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Agar ikan terasa lebih segar dan tidak bau amis, Anda bisa menggunakan Knorr Bumbu Rasa Jeruk Nipis saat mencuci ikan. Setelah ikan dicuci bersih, barulah ikan bisa diolah bersama bahan-bahan lain dalam Gulai Belacan Riau. Bagaimana dengan Anda? Menurut Anda, bahan apa yang paling cocok diolah dalam sajian Gulai Belacan? Bahan apapun yang Anda gunakan, yang penting adalah memastikan bahwa bahan tersebut masih segar. Bila sajian diolah dengan bahan-bahan yang segar, sajian tentu akan terasa lebih lezat dan nikmat, bukan?

Mie Lendir Kuliner Unik dan Lezat Khas Batam

Mar 17, 2020

Mie Lendir Kuliner Unik dan Lezat Khas Batam

Anda pernah berkunjung ke Batam?Mengunjungi Batam rasanya belum lengkap jika Anda tak mencicipi mie lendir. Varian olahan mie tersebut memang menjadi salah satu makanan khas Batam yang digemari banyak orang. Cita rasa mie lendir Batam sangat khas dan berbeda dibandingkan sajian mie lainnya.Penasaran dengan keistimewaan mie lendir dari Batam? Yuk simak ulasan ini bila Anda belum pernah mencicipinya.Sejarah Mie Lendir di BatamBerdasarkan penuturan sastrawan dan budayawan Melayu Riau, Rida K. Liamsi, mie lendir pertama kali dibuat oleh seorang pedagang jawa bernama Sailun. Mie istimewa tersebut dijual dengan cara berkeliling kota pada tahun 1960-an hingga populer dengan nama Mie Pak Sailun. Setelah Pak Sailun wafat, bisnis kulinernya diteruskan oleh pedagang Jawa lain yang bernama Lek Man. Kala itu, Lek Man menjual mie lendir di kedainya sejak pagi hingga malam hari.Kini, popularitas mie lendir Batam sudah tak perlu diragukan lagi sehingga kerap menjadi buruan wisatawan. Banyak sekali kedai dan restoran yang menjajakan mie lendir dengan ciri khasnya masing-masing, misalnya mengandalkan topping yang berbeda. Namun, resep dasar mie lendir Batam tetap terdiri dari mie, tauge, potongan telur rebus, dan siraman kuah kental.Beragam Bahan Isian dalam Seporsi Mie LendirBahan utama mie lendir terdiri dari mie kuning basah berukuran besar. Jenis mie ini lebih bertekstur lembut dan sering dijadikan bahan masakan lain seperti mie Aceh dan soto mie Bogor. Selain mie kuning, ada pula bahan pelengkap lainnya berupa taoge, irisan telur rebus, irisan daun seledri, dan potongan cabai rawit hijau. Anda juga bisa menggunakan bahan tambahan berupa udang atau irisan ayam bila menyukainya. Semua bahan tersebut disiram dengan kuah kental berwarna cokelat. Untuk memperkaya aroma mie lendir, jangan lupa menambahkan taburan bawang goreng sebagai topping.Bahan-Bahan untuk Membuat Kuah Mie LendirKuah yang kental dan pekat merupakan ciri khas yang membuat mie lendir terasa berbeda dengan sajian mie lainnya. Tekstur kental tersebut akhirnya menginspirasi nama mie lendir. Bahan-bahan untuk membuat kuah mie lendir terdiri dari bumbu yang dihaluskan (kacang tanah goreng, bawang putih, cabai merah , jahe halus, gula Jawa) air, minyak goreng, Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi dan sedikit larutan tepung maizena.Selanjutnya, semua bumbu halus ditumis dengan sedikit minyak goreng sampai matang dan harum sebelum ditambahkan air. Bumbu yang sudah matang dan dicampur air harus diberi sedikit larutan tepung maizena supaya teksturnya mengental. Kalau Anda menyukai mie lendir pedas, Anda bisa menambahkan jumlah cabai merah sesuai selera atau menambahkan jumlah cabai rawit sebagai topping.Mie Lendir Biasa Disantap Sebagai Menu SarapanMie lendir yang merupakan hidangan khas Batam sangat mudah dijumpai karena dijajakan sebagai menu sarapan pagi. Masyarakat Batam dan Pulau Bintan serta para wisatawan gemar menikmati mie lendir bersama secangkir kopi. Seporsi mie lendir memang sedap disantap selagi hangat sebelum mulai beraktivitas. Porsinya juga tergolong besar sehingga mengenyangkan. Sajian mie lendir Batam yang lezat pasti menggugah selera Anda dan keluarga. Cara membuatnya ternyata praktis dan bahan-bahannya mudah didapat. Jadi, Anda bisa mencoba membuat mie lendir sendiri di rumah. Tak perlu repot mengurus perjalanan ke Batam bila ingin mencicipi mie lendir. Yuk, cari dulu resepnya supaya bisa langsung berkreasi di dapur rumah Anda.