Kembali ke Inspirasi dan Promo

Lezatnya Gulai Ikan Patin Berlumur Rempah

Image Banner

17 March 2020

Mencari ikan segar di Indonesia memang sangat mudah. Indonesia sangat beruntung sebagai sebuah negara kepulauan yang perairannya berlimpah ikan dari berbagai jenis, baik ikan air laut maupun ikan air tawar. Karena itu, tidak mengherankan kalau Indonesia juga memiliki banyak sajian khas yang menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Setiap sajian ikan diolah dengan cara yang berbeda-beda, sesuai dengan keunikan dan kekayaan yang dimiliki oleh masing-masing daerah di Indonesia. Misalnya saja, sungai-sungai di Pulau Sumatera sangat kaya ikan patin, sehingga ikan tersebut banyak diolah menjadi berbagai sajian khas di banyak daerah di Sumatera, seperti Gulai Ikan Patin.

Mengenal Ikan Patin

Ikan patin memang merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Hampir semua daerah di Sumatera merupakan sentra penghasil patin, ikan patin tak hanya ditangkap dari sungai, tetapi juga dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan ikan patin di Indonesia dan di dunia.

Mengapa ikan patin begitu disukai oleh banyak orang? Alasan utama tentu saja karena kelezatannya. Ikan patin memiliki daging yang tebal, tetapi tetap lembut sehingga sangat nikmat disantap dalam berbagai macam olahan. Selain itu, ikan patin juga mengandung nutrisi tinggi. Kandungan asam lemak Omega-3 dalam ikan patin bahkan tidak kalah dengan ikan air laut seperti salmon dan tuna. Selain itu, ikan patin juga mengandung protein tinggi, sehingga sangat membantu menjaga kesehatan. Sebaliknya, kandungan lemak dan kolesterol dalam ikan patin justru cukup rendah, sehingga ikan patin aman dan sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi.

Kandungan nutrisi yang tinggi dalam ikan patin membuat ikan air tawar ini memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, di antaranya adalah untuk mencegah penyakit kardiovaskular, mengurangi kadar kolesterol, menjaga kesehatan tulang, dan manfaat sehat lainnya. Selain itu, ikan patin juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, karena kandungan DHA dan omega-3 tinggi dalam ikan patin membantu mengoptimalkan pertumbuhan janin dan merangsang pembentukan otak janin.

Jadi, jangan menganggap remeh ikan patin, ya. Walaupun harganya tidak semahal jenis ikan lain, bukan berarti ikan patin tidak bisa diolah menjadi sajian yang lezat dan bergizi tinggi!

Memilih Ikan Patin

Kesegaran ikan patin yang Anda gunakan punya pengaruh besar dalam kelezatan olahan ikan patin yang Anda siapkan. Dengan cara apapun Anda mengolah ikan patin, Anda tentu harus menggunakan ikan patin yang segar. Bagaimanakah cara memilih ikan patin yang segar? Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

1. Pilih ikan dengan mata yang bulat dan jernih

Ikan yang matanya sudah rusak menunjukkan bahwa ikan tersebut sudah disimpan lama. Sebaliknya, ikan dengan mata yang bulat cembung dan jernih menunjukkan bahwa ikan masih segar.

2. Periksa sisik dan insangnya

Ikan yang segar memiliki sisik yang masih melekat kuat pada tubuhnya. Sedangkan sisik ikan yang sudah mengelupas menunjukkan bahwa ikan sudah lama disimpan dan sudah tidak segar. Selain itu, pilihlah ikan patin yang memiliki insang dengan warna merah cerah yang menjadi tanda bahwa ikan masih segar.

3. Pilih ikan dengan daging elastis dan tidak berlendir

Pilihlah ikan segar yang memiliki daging yang kenyal, tidak lembek, elastis, dan tidak berlendir. Bila  ikan terasa berlendir saat disentuh, berarti ikan tersebut sudah rusak.

4. Pastikan ikan bebas formalin

Formalin sering digunakan oleh penjual ikan yang bandel untuk mengawetkan ikan, sehingga ikan tidak mudah busuk. Untuk memastikan ikan patin bebas formalin, usapkan jari Anda pada bagian tubuh ikan. Setelah itu, gosokkan jari Anda tersebut pada punggung tangan Anda. Bila punggung tangan Anda terasa gatal, bisa jadi ikan tersebut diawetkan dengan formalin. Cara lain untuk memastikan bahwa ikan patin pilihan Anda tidak mengandung formalin, perhatikan apakah ada lalat yang hinggap pada tubuh ikan. Ikan yang sama sekali tidak dihinggapi lalat justru merupakan ikan yang diawetkan dengan formalin.

5. Cek karakter fisik ikan patin

Untuk memilih ikan patin berkualitas, pilihlah ikan patin berukuran sedang dan memiliki lemak perut yang tebal. Lemak pada perut ikan inilah yang membuat ikan patin terasa lebih gurih saat diolah dalam masakan.

Bila Anda menggunakan ikan patin segar dan berkualitas, olahan ikan patin yang akan Anda siapkan tentu akan terasa lebih nikmat.

Tips Mengolah Ikan Patin

Cara mengolah ikan air tawar seperti ikan patin memang sedikit lebih rumit dibandingkan ikan air laut. Maklum, bila diolah dengan cara yang salah, ikan air tawar akan memiliki rasa lumpur yang tidak enak. Jadi, bagaimana cara terbaik dalam mengolah ikan patin? Beberapa tips berikut ini patut Anda coba saat Anda sedang menyiapkan Gulai Ikan Patin:

1. Setelah dibersihkan, potong ikan patin secara melintang. Lapisan lemak tebal di bagian perut ikan patin tidak perlu dibuang, karena lemak inilah yang akan membuat ikan patin terasa lebih gurih. Bagian kepala ikan patin juga bisa diolah dalam masakan. Belah saja kepala ikan menjadi dua, lalu beri sedikit air jeruk nipis.

2. Untuk menghilangkan lendir dari ikan patin, rendam ikan dalam perasan jeruk limau. Selain itu, ikan patin yang sudah dibersihkan juga bisa digosok dengan abu gosok, kemudian dibilas hingga bersih dan ditiriskan.

3. Cara lain untuk menghilangkan lendir dari ikan patin adalah dengan mencampur ikan patin dengan daun bambu muda dan melumuri permukaan ikan dengan garam. Biarkan selama sekitar 5 menit, lalu remas-remas ikan patin bersama daun bambu. Setelah itu, bilas ikan hingga bersih.

4. Untuk menghilangkan bau amis ikan patin, campur ikan dengan timun yang sudah diparut, lalu remas-remas selama sekitar 15 menit. Selain itu, bersihkan pula perut ikan patin dengan campuran garam dan perasan jeruk, lalu gosok-gosokkan garam pada bagian dalam ikan. Terakhir, cuci ikan hingga bersih.

5. Untuk menghilangkan bau lumpur pada ikan patin, masukkan 1-2 lembar roti tawar ke dalam minyak yang akan digunakan untuk menggoreng ikan patin. Setelah itu, goreng ikan hingga matang. Cara ini memang tidak bisa digunakan untuk ikan patin yang akan diolah untuk Gulai Ikan Patin, tapi tentu tetap bisa Anda lakukan saat mengolah ikan patin goreng.

Langkah-langkah di atas patut Anda perhatikan saat mengolah ikan patin, sehingga Anda berhasil menghidangkan sajian ikan patin yang segar dan bebas dari bau lumpur.

Variasi Gulai Ikan Patin

Gulai Ikan Patin merupakan salah satu cara mengolah ikan patin yang populer di Indonesia. Sajian ini merupakan sajian ikan khas dari Sumatera, terutama dari Riau dan Jambi. Ikan patin memang mudah didapat di kedua daerah tersebut, karena aliran Sungai Siak, Sungai Kampar, Sungai Rokan, dan Sungai Indragiri merupakan tempat hidup alami ikan patin. Itulah sebabnya ikan patin telah diolah oleh masyarakat lokal menjadi sajian lezat sejak jaman dulu. Namun, bila dahulu masyarakat Sumatera hanya mengolah ikan patin dengan cara digoreng atau dibakar, perlahan-lahan masyarakat Sumatera berkenalan dengan teknik pengolahan serta bumbu yang berbeda dengan teknik dan bumbu yang biasa mereka lakukan. 

Hal ini terjadi ketika Riau menjadi pusat perdagangan internasional, sehingga banyak pedagang dari berbagai negara yang singgah di Riau dan memberikan pengaruh budayanya pada masyarakat lokal. Hasilnya adalah pengaruh budaya lain seperti Tionghoa, Arab, dan Melayu pada kuliner lokal Indonesia. Salah satunya adalah Gulai Ikan Patin yang sangat terasa pengaruh Melayu-nya.

Seperti banyak sajian lain di Indonesia, Gulai Ikan Patin pun memiliki beberapa variasi. Bahkan 2 daerah yang berdekatan di Sumatera, yaitu Riau dan Jambi, masing-masing memiliki jenis Gulai Ikan Patin yang berbeda. Kedua variasi Gulai Ikan Patin menggunakan bumbu dan rempah yang tidak jauh berbeda, di antaranya, kunyit, ketumbar, lengkuas, cabai merah, jahe, adas, serai, bawang merah, bawang putih, dll. Namun, yang jadi pembeda utama antara Gulai Ikan Patin Jambi dan Gulai Ikan Patin Riau adalah penggunaan tempoyak alias durian yang sudah difermentasi.

Tempoyak merupakan bumbu khas Indonesia yang banyak digunakan dalam berbagai sajian khas Pulau Sumatera. Bahan ini dibuat dari durian matang pohon yang dihaluskan dan diberi garam, lalu difermentasi dalam wadah tertutup rapat selama 3-5 hari. Hasilnya adalah fermentasi durian yang beraroma menyengat dan memiliki cita rasa khas untuk memberikan rasa asam yang unik pada hidangan. Bumbu ini tidak hanya bisa diolah dalam sajian seperti gulai saja, tapi juga sambal serta bermacam hidangan lain di Sumatera dan Kalimantan. Bahan istimewa inilah yang membedakan antara Gulai Ikan Patin Jambi dengan Gulai Ikan Patin Riau. Namun, karena tidak semua orang menyukai aroma dan rasa tempoyak, bahan ini kadang digantikan dengan santan untuk menghasilkan gulai dengan kuah yang kental.

Di Riau dan Jambi, Gulai Ikan Patin merupakan suguhan yang hampir selalu bisa ditemukan di acara-acara penting seperti upacara adat, pernikahan, dll. Tak jarang pula pemilik hajatan yang khusus memesan Gulai Ikan Patin yang dibuat dengan ikan patin yang ditangkap dari sungai, alih-alih ikan patin yang dibudidayakan di tambak. Alasannya karena ikan patin yang ditangkap dari sungai biasanya berukuran lebih besar dan memiliki cita rasa yang lebih gurih. Tekstur daging ikan patin sungai juga dianggap lebih lembut dibandingkan ikan patin tambak. Namun, bukan berarti ikan patin budidaya tambak rasanya kurang enak, ya. Asalkan diolah dengan cara yang tepat menggunakan ikan patin serta bumbu dan rempah segar, Gulai Ikan Patin lezat pun bisa tersaji dengan nikmat.

Kelezatan dan manfaat sehat ikan patin memang tidak kalah dengan ikan air laut. Selain itu, ikan patin juga mudah didapat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan beberapa jenis ikan laut yang lebih populer. Jadi, Anda tidak perlu ragu mengolah ikan patin menjadi sajian yang lezat dan sehat. Apalagi banyak pilihan olahan ikan patin yang bisa Anda coba. Ikan patin tidak cuma bisa digulai saja, tapi juga digoreng, dibuat sup, pindang, serta banyak pilihan sajian lezat lainnya. Sajian ikan patin mana yang paling Anda sukai?


Berita Lainnya

Keistimewaan Soto Madura

Mar 16, 2020

Keistimewaan Soto Madura

Kuliner dari daerah Madura tidak melulu sate dan bebek saja. Madura juga punya sajian Soto Madura yang sedap dan istimewa. Seperti Sate Madura, popularitas Soto Madura meluas ke seluruh Indonesia, sehingga sajian ini bisa ditemukan di banyak daerah lain selain Madura. Maklum, cita rasa dan aroma sajian soto ini begitu mengundang selera. Padahal kalau kita melihat kuah kaldu sotonya yang bening, kita mungkin mengira bahwa rasa kuah Soto Madura tidak akan terlalu kuat. Namun, berkat berbagai rempah yang digunakan untuk membuat kuah kaldunya, kuah kaldu Soto Madura terasa begitu gurih dan kuat! Padahal kuah Soto Madura tidak menggunakan santan sama sekali, lho. Tak heran kalau sajian ini juga banyak penggemarnya, baik di Madura maupun di daerah lain di Indonesia.Sebenarnya tidak ada satu versi yang bisa secara pasti disebut sebagai Soto Madura. Bila Anda berkunjung ke Madura, tidak ada rumah makan atau warung yang secara jelas menyebutkan "Soto Madura" sebagai sajian yang mereka jual. Di Madura, ada beberapa versi sajian soto yang ketika disajikan di daerah lain semuanya disebut sebagai "Soto Madura". Menurut Edi Setiawan, seorang Budayawan Madura, nama "Soto Madura" hanya merupakan penyebutan untuk soto yang dijual oleh orang Madura yang berada di perantauan. Itu sebabnya ada beberapa versi Soto Madura yang bisa kita temukan di berbagai daerah.Dari ragam variasi Soto Madura yang ada, ciri khasnya adalah potongan daging sapi dari bagian sandung lamur yang digunakan sebagai isiannya. Daging sandung lamur ini dipotong kecil, lalu dilengkapi dengan isian lain seperti paru, jeroan, dan babat. Setelah itu, kuah kaldu daging yang bening juga membuat sajian soto daging Madura menjadi istimewa, terutama setelah dipadukan dengan rempah seperti jahe, bawang merah, bawang putih, dan serai. Semangkuk Soto Madura lezat kemudian disajikan bersama nasi putih yang dibungkus dalam daun pisang, sambal rebus, telur rebus, seledri, dan jeruk nipis.Sajian Soto Madura di atas juga memiliki beberapa variasi di berbagai daerah di Madura, di antaranya:1. Wilayah PamekasanSoto Madura di Pamekasan tidak hanya menggunakan daging sapi saja. Bila suka, ada pilihan Soto Madura yang menggunakan daging ayam, terutama daging ayam kampung. Selain itu, bahan seperti soun, perkedel kentang, kentang rebus, tauge, dan lontong juga melengkapi sajian Soto Madura. Kuah kaldu bening khas Soto Madura masih ditambahkan pula dengan taburan, seledri, dan bawang merah goreng yang membuat sajian semakin sedap. Nikmati sajian Soto Madura versi Pamekasan ini dengan rempeyek dan bakwan jagung.2. Wilayah SumenepSoto Madura dari daerah Sumenep juga menggunakan daging sapi sebagai isian utamanya. Tapi terkadang daging sapi dilengkapi pula dengan usus sapi. Bahan seperti tauge, bihun, lontong, daun bawang, dan bawang merah goreng pun melengkapi sajian soto daging Madura ini. Keunikan lain dari Soto Madura ini adalah singkong rebus yang disajikan bersama soto, serta bumbu sambal kacang yang menggunakan petis ikan yang jadi andalan untuk menambah rasa pedas soto.3. Wilayah BangkalanIsian Soto Madura dari wilayah Bangkalan tidak terlalu jauh berbeda. Keunikannya datang dari penggunaan bumbu kacang yang dicampur dengan petis dan pisang muda yang diulek untuk menambah cita rasa soto.Bumbu Soto Daging Madura sebenarnya tidak terlalu rumit dan mudah didapat. Perpaduan kaldu daging sapi dengan bumbu dari bawang merah, bawang putih, merica, kemiri, ketumbar, dan serai, sudah cukup untuk memberikan rasa yang kuat dan sedap. Apalagi bila cita rasa kuah kaldu semakin diperlezat dengan penggunaan Royco Bumbu Pelezat rasa Sapi dilengkapi kuah kaldu lezat ini dengan isian soto yang mantap, maka Soto Madura yang sedap dan mengenyangkan pun siap tersaji.

Tips Sukses Membuka Bisnis Rumah Makan Padang

Mar 16, 2020

Tips Sukses Membuka Bisnis Rumah Makan Padang

Bila bicara tentang kuliner Indonesia yang populer, masakan Padang pasti jadi salah satu yang disebutkan. Kuliner dari Padang memang sangat disukai masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat dunia. Rendang, salah satu sajian kuliner Padang, bahkan telah beberapa kali terpilih menjadi makanan terlezat di dunia menurut CNN Travel. Itu sebabnya bila Anda berminat membuka usaha makanan, makanan khas Padang bisa jadi pilihan sajian dalam usaha makanan Anda.Namun, tidak bisa disangkal bahwa usaha makanan yang menyajikan makanan khas Padang sudah sangat banyak di Indonesia. Lalu bagaimana caranya agar usaha makanan khas Padang yang ingin Anda dirikan bisa bertahan dan mencapai kesuksesan? Beberapa tips membuka usaha rumah makan Padang berikut ini bisa membantu Anda:1. Prospek bisnis masakan PadangWalaupun sudah banyak restoran dan warung Padang di berbagai daerah, tapi bisnis masakan Padang tetap cukup potensial, terutama bila Anda berhasil menciptakan 'produk' masakan Padang yang menarik dan, tentu saja, lezat. Faktor-faktor yang akan dibahas berikut ini akan sangat berpengaruh pada proses usaha masakan Padang yang ingin Anda mulai. 2. Menu makananDengan adanya begitu banyak restoran dan warung Padang, bagaimana caranya membuat menu masakan Padang yang menarik dan unik? Untungnya, kuliner Padang memiliki banyak variasi. Misalnya, sajian dendeng ala Padang bukan hanya Dendeng Balado saja, tapi juga Dendeng Batokok, Dendeng Manis, Dendeng Bakar, dll. Bahkan rendang pun memiliki berbagai variasi selain Rendang Daging Sapi, di antaranya Rendang Daging Kambing, Rendang Belut, Rendang Paru, Rendang Kering, dll. Lakukan riset untuk memilih menu makanan yang tidak bisa didapatkan di restoran dan warung Padang lainnya, lalu jadikan menu tersebut sebagai daya tarik di usaha makanan yang akan Anda mulai.3. Survey PasarSeperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, riset atau survey pasar sangat perlu dilakukan sebelum memulai usaha makanan. Riset tidak hanya diperlukan untuk menentukan menu makanan, tapi juga lokasi usaha makanan, harga jual, dan faktor lain dalam usaha Anda.4. Persiapan bahan bakuTentu saja, usaha makanan membutuhkan bahan baku yang segar dan berkualitas untuk bisa memproduksi sajian yang lezat. Apalagi bila Anda berencana memulai usaha makanan khas Padang yang tentu membutuhkan berbagai rempah untuk bumbunya. Pastikan Anda mendapatkan penyedia bahan baku yang berkualitas. Tidak ada salahnya juga bila Anda bisa mendapatkan bahan baku, termasuk rempah-rempah, secara langsung dari produsen atau petani-nya. 5. Lokasi yang StrategisLokasi merupakan faktor penting bagi usaha makanan Anda. Untuk menentukan lokasi yang strategis, Anda perlu memperhatikan pula faktor lain seperti pasar yang ingin Anda tuju serta harga jual makanan Anda. Misalnya, bila harga jual makanan Anda cukup tinggi, lokasi seperti pasar atau kampus tentu kurang cocok. Lokasi seperti pusat perbelanjaan atau perkantoran tentu lebih tepat.6.  Harga JualSeperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya, harga jual masakan Anda harus Anda tentukan dengan cermat. Faktor seperti bahan baku dan jenis menu yang akan Anda siapkan merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh harga jual.7. PelayananMakanan yang lezat tentu akan menarik pelanggan. Namun, bila makanan yang lezat tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik, pelanggan akan ragu untuk kembali mengunjungi usaha makanan Anda. Karena itu, pastikan Anda memiliki staf yang siap untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan Anda.8. KebersihanDalam usaha makanan, kebersihan merupakan faktor yang sangat penting. Kalau pelanggan Anda melihat restoran yang kotor, penuh serangga, atau bahkan tikus, tentu mereka tidak akan mau kembali lagi mengunjungi restoran Anda.Memang ada banyak faktor yang harus jadi perhatian Anda sebelum memulai usaha makanan. Tapi bila Anda siap dengan berbagai faktor tersebut, peluang usaha makanan Anda untuk sukses pun tetap besar. Apalagi bila Anda jeli memulai usaha makanan khas Padang yang menarik. Tidak sedikit pengusaha yang berhasil membuat sajian khas Padang yang baru dan unik, kok. Apakah Anda bisa menjadi seperti mereka?

Manjakan Lidah Anda dengan Mie Sagu khas Indonesia

Mar 17, 2020

Manjakan Lidah Anda dengan Mie Sagu khas Indonesia

Tak bisa disangkal, masyarakat Indonesia memang menyukai mie. Walaupun sajian mie sebenarnya berasal dari Cina, tapi kecintaan masyarakat Indonesia pada sajian ini bisa terlihat dari begitu banyaknya ragam sajian mie yang bisa ditemukan di Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki sajian mie yang unik dan khas, dengan cara penyajian, bahan, dan cara pengolahan yang berbeda-beda. Bahkan, bahan untuk membuat mie juga mengalami penyesuaian dengan budaya Indonesia. Ketika terigu dan gandum yang merupakan bahan utama mie sulit didapat, mie pun dibuat dengan sagu yang banyak terdapat di Maluku, Papua, Riau, dan wilayah lain di Indonesia. Dari sini terlahirlah sajian Mie Sagu yang lezat.Mengenal Mie SaguSagu merupakan makanan pokok pengganti nasi yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Biasanya sagu diolah menjadi papeda atau sagu bakar. Namun, ternyata sagu bisa juga diolah menjadi mie yang lezat. Caranya, pohon sagu diolah menjadi tepung sagu, lalu tepung sagu ini diolah lebih lanjut menjadi mie sagu.Mie sagu memiliki karakteristik yang berbeda dengan mie yang terbuat dari terigu. Mie dari sagu berukuran lebih besar dan lebih transparan dibandingkan mie dari terigu. Teksturnya juga lebih kenyal daripada mie dari terigu. Tapi salah satu kelebihan mie sagu yang membedakannya dengan mie dari terigu adalah manfaat kesehatannya. Mie sagu mengandung "resistant starch" yaitu pati yang tidak tercerna oleh saluran pencernaan manusia. Kadar Resistant starch dalam mie sagu bahkan 3-4 kali lebih banyak dibandingkan kandungan resistant starch dalam mie yang dibuat dari tepung terigu. Resistant starch ini bekerja sebagai prebiotik dan menurunkan indeks glikemik mie sagu, sehingga konsumsi mie sagu tidak akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan cepat. Dengan kata lain, mie sagu cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Selain itu, manfaat lain dari mie sagu adalah mencegah sembelit, melancarkan pencernaan, dan mencegah kanker usus.Mie sagu tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan saja. Bahan makanan ini juga bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan. Anda pun bisa mengolahnya dengan cara yang sama dengan mie dari terigu. Selain itu, mie sagu juga lebih tahan lama dibandingkan mie dari terigu, walaupun tidak diolah menggunakan bahan pengawet. Faktor-faktor positif ini tentu membuat mie sagu jadi sangat menarik, bukan?Ragam Mie SaguDi Indonesia, ada 2 daerah yang terkenal dengan sajian Mie Sagu. Kedua sajian Mie Sagu dari daerah yang berbeda ini memiliki ciri khas yang unik, terutama dari bumbu yang digunakan serta bahan tambahannya. Apa saja macam Mie Sagu yang bisa Anda temui di Indonesia?1. Mie Sagu PontianakMie Sagu Pontianak biasanya disajikan dengan kuah kaldu sapi yang gurih, walaupun Anda bisa juga menemukan Mie Sagu yang disajikan tanpa kuah. Dalam Mie Sagu kuah, mie sagu yang kenyal disajikan dengan bahan tambahan seperti udang rebon yang digoreng renyah, kacang tanah, serta daun kucai dan tauge. Bumbu yang digunakan untuk memperkaya rasa Mie Sagu Pontianak di antaranya adalah bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas. Agar lebih segar, tambahkan sedikit perasan jeruk kecik Pontianak di atas Mie Sagu. 2. Mie Sagu RiauMie Sagu merupakan makanan khas masyarakat Riau, terutama masyarakat di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Ciri khas Mie Sagu dari Riau adalah penambahan ikan bilis alias ikan teri yang berfungsi menambah tekstur dan rasa pada sajian Mie Sagu. Selain itu, Mie Sagu Riau juga disajikan dengan potongan kucai dan tauge. Sedangkan untuk memperkaya rasa, Mie Sagu Riau diolah dengan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, merica, udang kering (ebi), dan cabai.Perbedaan antara Mie Sagu Pontianak dan Mie Sagu Riau memang tidak terlalu besar. Tapi sedikit perbedaan pada bumbu yang digunakan membuat kedua jenis Mie Sagu ini memiliki cita rasa yang sedikit berbeda. Jenis Mie Sagu mana yang pernah Anda coba?Memasak Mie SaguMie sagu memang tidak sama dengan mie yang terbuat dari tepung terigu. Karena itu, ada sedikit perbedaan dalam cara mengolah mie sagu yang perlu Anda ketahui, di antaranya:1. Mie sagu tidak perlu direbusDalam pengolahannya, mie sagu tidak perlu direbus. Mie sagu sebaiknya hanya perlu direndam dalam air dingin atau diseduh dalam air panas saja selama beberapa saat. Karena teksturnya yang berbeda dengan mie dari tepung terigu, mie sagu akan menjadi terlalu lembek bila dimasak dengan cara direbus.2. Olah mie sagu di akhir proses memasakSaat memasak mie sagu, campur mie sagu dengan bahan lain di akhir proses memasak. Hal ini perlu dilakukan agar mie sagu tidak terlalu lembek akibat terpapar panas terlalu lama.Walau membutuhkan teknik memasak yang berbeda, mie sagu bisa diolah dalam berbagai cara yang sama dengan mie dari terigu. Anda bisa mengolah mie sagu menjadi sajian Mie Sagu Pontianak, Mie Sagu Riau, atau mengolah mie sagu seperti sajian mie rebus atau mie goreng biasa, dengan bahan tambahan biasa seperti telur, bakso, sosis, dll.Berburu Mie Sagu LezatWalaupun belum banyak dikenal orang, tapi popularitas Mie Sagu perlahan-lahan meningkat dengan menyebarnya kabar tentang kelezatannya. Di beberapa wilayah seperti Riau dan Pontianak, warung yang menyediakan Mie Sagu mudah dicari. Selain itu, ada beberapa kota lain yang kini juga menjadi lokasi untuk mendapatkan Mie Sagu. Berikut ini adalah beberapa lokasi warung Mie Sagu yang mesti  Anda coba:1. Warung Makan SerambiDi Warung Makan Serambi, Anda bisa menikmati Mie Sagu khas Pontianak yang dibuat secara tradisional, namun bebas dari pengawet. Seperti sajian mie biasa, mie sagu di Warung Makan Serambi ini juga disajikan dengan telur, sosis, bakso, udang kering (ebi), dan sayuran. Pengunjung tinggal memilih bahan tambahan yang mereka inginkan di Mie Sagu yang mereka pesan. Anda yang berada di Pontianak bisa mengunjungi warung makan yang terletak di Jl. Dr. Wahidin ini.2. Mie Sagu KITEMie Sagu memang relatif lebih murah dibandingkan mie yang dibuat dari terigu. Karena itulah, warung Mie Sagu KITE yang terletak di Jl. Moh. Sohor, Pontianak, berani mematok harga yang sangat murah untuk mie sagu yang mereka sajikan. Semangkuk Mie Sagu Original hanya dihargai Rp 7.000,- saja! Selain itu ada juga pilihan Mie Sagu Lemak dan Mie Sagu Bakso yang dijual dengan harga Rp 10.000,-, serta Mie Sagu Komplit yang bisa didapatkan hanya dengan harga Rp 13.000,-.3. Mie Sagu Bu TutiMie Sagu bisa didapatkan di Pekanbaru dengan relatif mudah. Tapi bila Anda ingin menikmati mie sagu khas Riau yang telah diakui kelezatannya, Mie Sagu Bu Tuti adalah warung yang harus Anda kunjungi. Warung ini terletak di Jl. Ronggowarsito, Pekanbaru, tepatnya di depan masjid Akramunas. Walaupun hanya berbentuk warung dengan gerobak sederhana, Mie Sagu Bu Tuti sudah memiliki banyak pelanggan setia. Terbukti dari banyaknya orang yang mengantri memesan mie sagu di warung ini. Warung Mie Sagu Bu Tuti ini buka setiap hari dari jam 5 sore hingga jam 10 malam saja. Jangan sampai Anda kehabisan mie sagu saat singgah ke warung ini, ya!4. Kedai Kopi Yong BengkalisRiau memang merupakan wilayah penghasil sagu. Karena itu, Kedai Kopi Yong Bengkalis yang terletak di Jl. Arengka Indah, Pekanbaru, menyajikan berbagai makanan khas Riau yang terbuat dari sagu. Tentu saja, Mie Sagu merupakan salah satu hidangan yang ada di menu mereka. Selain Mie Sagu dan hidangan lainnya, Anda tentu juga bisa mencicipi kopi yang diracik oleh kedai kopi ini.5. Warung Mie SaguSajian Mie Sagu tak hanya bisa dinikmati di Riau atau Pontianak saja. Di Yogyakarta, tepatnya di Jl. Sidomukti, Sleman, ada warung yang menyediakan mie sagu dengan berbagai variasi. Selain Mie Sagu khas Riau, Warung Mie Sagu juga menyediakan kreasi modern dari mie sagu, misalnya Mie Sagu Goreng Chicken Katsu atau Mie Sagu Carbonara. Tapi tentu saja, Warung Mie Sagu juga menyediakan Mie Sagu khas Riau, baik mie sagu kuah dan goreng.Mie sagu biasanya dinikmati untuk sarapan lezat di pagi hari. Tapi sebenarnya mie sagu bisa dinikmati kapan saja, kok. Tidak sedikit juga Warung Mie Sagu yang buka sepanjang hari untuk menerima pelanggan yang ingin menikmati kelezatan Mie Sagu. Anda berminat mencoba Mie Sagu?Sagu memiliki banyak potensi untuk menjadi bahan pangan alternatif pilihan serta menjadi bahan baku bioenergi. Selain memiliki banyak manfaat, sagu juga bisa didapatkan dengan mudah di Indonesia. 60% tanaman sagu di dunia terdapat di Indonesia, tepatnya seluas 5,2 juta hektar. Karena itu, sungguh sayang bila kita tidak bisa memanfaatkan kekayaan alam ini. Apalagi sudah terbukti bahwa sagu bisa diolah menjadi berbagai sajian lezat, seperti Mie Sagu Pontianak.Selain lezat dan mudah didapat, sagu juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Beberapa manfaat kesehatan dari sagu di antaranya adalah melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan tulang dan sendi, dan mencegah darah tinggi. Karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, sagu juga merupakan sumber energi yang baik. Itulah sebabnya mie sagu terasa mengenyangkan dan sering dikonsumsi sebagai sajian saat sarapan. Selain itu, ternyata sagu membantu meredakan panas tubuh saat demam. Siapa yang sangka kalau sagu memiliki banyak manfaat?Banyak orang yang merasa ragu mencoba mie sagu karena bentuknya yang tampak kurang menarik. Maklum, karena terbuat dari sagu, mie sagu memiliki warna abu-abu dan cenderung butek. Selain itu, ada pula yang mengatakan bahwa tekstur sagu mirip cendol, sehingga menikmati mie sagu seolah menikmati cendol dengan kuah pedas. Tapi jangan sampai Anda enggan mencicipi mie sagu hanya karena anggapan tersebut, ya. Mie sagu tidak hanya memiliki manfaat kesehatan, tapi juga terbukti lezat. Mie sagu juga bisa menjadi pengganti mie dari terigu, sehingga bisa diolah dengan berbagai cara menjadi berbagai macam hidangan. Apakah Anda siap mencoba mie sagu khas Indonesia?

Soto Lenthok Khas Jogja yang Legendaris

Mar 17, 2020

Soto Lenthok Khas Jogja yang Legendaris

Makanan apa saja yang biasanya Anda nikmati saat berkunjung ke Jogja? Gudeg memang selalu jadi primadona. Selain gudeg, sebenarnya banyak makanan lain yang tak kalah nikmat, salah satunya adalah soto lenthok. Varian soto yang satu ini sangat istimewa dan berbeda dengan jenis soto nusantara lainnya. Ketika Anda berkunjung ke Jogja, sebaiknya Anda menyempatkan waktu untuk menikmati sajian soto lenthok.Mau tahu lebih banyak tentang keistimewaan soto lenthok Jogja yang legendaris? Inilah ulasan selengkapnya!1. Lenthok Sebagai Primadona UtamaBila dilihat sekilas, soto lenthok sangat mirip dengan soto Kudus yang kuahnya bening dan terdiri dari campuran sohun, suwiran daging ayam, dan taoge. Ciri khas soto yang satu ini terletak pada perkedel ketela yang disebut lenthok. Lenthok memang tak dapat ditemui pada varian soto lain. Perpaduan lenthok yang gurih dan kuah soto hangat membuat cita rasa soto lenthok jadi semakin sempurna.Selain mendapatkan satu potong lenthok dalam seporsi soto, biasanya lenthok juga disajikan sebagai menu tambahan terpisah yang bisa disantap sesuka hati. Sepotong lenthok dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau sehingga Anda bisa menyantapnya dalam jumlah banyak.2. Membuat Lenthok Ternyata Tidak SulitKalau Anda punya waktu senggang, Anda bisa membuat lenthok sendiri di rumah sebagai menu pelengkap soto. Ikuti saja resep dan cara pembuatannya berikut ini:Bahan-Bahan:1 kg singkong yang direbus dengan daun salam dan dihaluskanBawang merah dan bawang putih yang diiris tipisGaram dan merica secukupnyaMinyak untuk menggorengCara Membuat:Gorenglah bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris tipis hingga matang dan harum.Campurkan bawang merah dan bawang putih goreng dengan singkong yang sudah direbus dan dihaluskan. Aduk campuran tersebut sampai merata sambil menambahkan garam dan merica secukupnya.Adonan lenthok yang sudah tercampur rata bisa segera dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil.Gorenglah adonan lenthok dalam minyak panas dengan api sedang. Lenthok yang sudah berwarna kuning keemasan dapat segera diangkat dan siap disajikan sebagai pelengkap soto. Agar lebih lezat Anda bisa tambahkan Bango Kecap Manis sesuai selera.3. Soto Lenthok Juga Diberi Tambahan KemangiSelain lenthok, soto khas Jogja ini juga memiliki ciri khas lain berupa tambahan daun kemangi. Pelengkap berupa daun kemangi membuat soto lenthok memiliki aroma khas yang sangat sedap. Jadi, memang tak mengherankan bila sajian soto ini tidak hanya disukai masyarakat Jogja, tetapi juga para wisatawan.4. Rekomendasi Soto Lenthok Nikmat di JogjaBila nanti Anda berkunjung ke Jogja, Anda dapat menikmati soto lenthok nikmat di beberapa destinasi wisata kuliner berikut ini:5. Soto Lenthok Pak GarengKedai soto milik Pak Gareng ini terletak di Jl. Damai No. 108, Sinduharjo, Sleman. Ciri khas soto lenthok Pak Gareng adalah ukuran lenthoknya yang cukup besar. Anda bisa menikmati soto lenthok yang disajikan dengan cara dicampur atau dipisah.6. Soto MoneterWarung soto yang berlokasi di Jl. Ringroad Timur ini memang memiliki nama yang unik. Nama Soto Moneter tercetus karena warung ini sudah berdiri sejak masa krisis moneter tahun 1998. Sebaiknya Anda berkunjung ke warung Soto Moneter sebelum jam makan siang supaya tidak kehabisan.7. Soto Lenthok 21Membahas tentang soto lenthok memang belum lengkap jika tidak menyebut soto Lenthok 21 di Jl. Sugeng Jeroni, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Soto Lenthok 21 disajikan dengan berbagai makanan pelengkap yang bebas Anda pilih sesuai selera, mulai dari sate jeroan ayam, sate telur puyuh, gorengan, paha, dan kepala ayam kampung, hingga kerupuk.Jika sedang bosan dengan soto yang itu-itu saja, soto lenthok bisa menjadi alternatif hidangan yang istimewa. Kelezatan seporsi soto ayam bening akan semakin istimewa dengan tambahan kemangi dan lenthok yang cita rasanya unik.