Kembali ke Inspirasi dan Promo

3 Olahan Lezat dari Mie Gomak Khas Medan

Image Banner

17 March 2020

Indonesia memang memiliki banyak variasi sajian mie. Beberapa di antaranya lebih populer dari yang lain, seperti Mie Aceh, Mie Celor, Mie Lethek, dan lain-lain. Namun, ada juga sajian mie yang popularitasnya belum meluas, walaupun rasanya sangat unik dan pantas dicoba. Sajian mie yang belum banyak dikenal ini adalah Mie Gomak, sajian mie lezat dari Sumatera Utara.

Nama ‘Mie Gomak’ memang terdengar cukup unik di telinga. Ternyata asal-usul nama Mie Gomak ini cukup sederhana, yaitu dari kata ‘gomak’, kata dalam bahasa Batak yang berarti ‘digenggam’. Kata ini digunakan sebagai nama pembuatannya, karena dalam proses pembuatannya, Mie Gomak diaduk atau digenggam dengan tangan saat mencampurkan bumbu. Karena itu, jangan kaget kalau Anda melihat penjual Mie Gomak yang menyiapkan sajian mie dengan tangannya. Namun, jangan khawatir soal kebersihan sajian ini, ya. Kebanyakan penjual Mie Gomak menggunakan sarung tangan plastik saat mengolah mie demi menjaga higienitas sajian.

Mie Gomak sering disebut juga sebagai spaghetti dari Tanah Batak, karena bentuk mie-nya yang tebal nan gendut, serupa spaghetti dari Italia. Maklum, Mie Gomak terbuat dari mie lidi yang memang sekilas mirip spaghetti. Walaupun tampak serupa, Mie Gomak jelas memiliki cita rasa yang beda dengan spaghetti. Pembeda utama datang dari bumbu khas Sumatera Utara yang digunakan untuk membumbui sajian dari Medan ini, yaitu bumbu andaliman. Penggunaan bumbu inilah yang memberikan cita rasa khas yang membedakan Mie Gomak dengan sajian mie lainnya dari Indonesia.

Keunikan Mie Gomak lain tak hanya datang dari bumbu yang digunakan serta proses pencampuran bumbunya saja. Cara masak Mie Gomak juga cukup unik dan memberikan cita rasa khas pada sajian ini. Mie Gomak biasanya juga dimasak dengan tungku tradisional, demi memastikan bumbu menyerap dengan baik dan aroma bumbu andaliman tetap terjaga. Hasilnya, Mie Gomak juga terasa lebih lezat.

Ingin mencoba Mie Gomak? Ada beberapa jenis sajian Mie Gomak yang bisa Anda coba, yaitu:

  1. Mie Gomak Kuah

Untuk membuat Mie Gomak kuah, mie lidi yang telah direbus kemudian dituangi kuah santan yang dibumbui dengan bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, cabai merah, sereh, kunyit, kemiri, kelapa yang telah disangrai, serta tentu saja andaliman. Agar cita rasa gurihnya lebih terasa, Anda bisa menambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi pada kuah santan ini. Setelah itu, Mie Gomak Kuah disajikan dengan taburan irisan kol, bawang goreng, dan kerupuk.

  1. Mie Gomak Goreng

Cara membuat Mie Gomak Goreng tidak jauh berbeda dengan cara membuat mie goreng biasa. Bahan tambahan seperti bakso, sosis, ayam, kol, atau sayur sawi juga sering digunakan untuk melengkapi sajian Mie Gomak Goreng.

  1. Mie Gomak Bumbu Kacang

Pada sajian Mie Gomak Bumbu Kacang, mie lidi yang sudah direbus disiram dengan bumbu kacang, bumbu rempah, dan disajikan bersama telur rebus, kerupuk, dan bawang goreng. 

Sajian Mie Gomak Medan memang tidak mudah dicari di luar Sumatera Utara. Tapi kalau Anda sedang berkunjung ke Sumatera Utara, Anda bisa mendapatkan 

Mie Gomak 

dengan mudah. Di Pasar Tradisional Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, ada banyak pedagang mie gomak yang bisa Anda kunjungi. Baik Mie Gomak Kuah, Mie Gomak Goreng, atau Mie Gomak Bumbu Kacang bisa Anda jumpai dan cicipi di sana. Anda ingin mencobanya?


Berita Lainnya

Nasi Goreng Mawut Khas Malang

Oct 14, 2019

Nasi Goreng Mawut Khas Malang

Mau makan nasi goreng atau mie goreng? Kalau bingung, santap saja keduanya! Salah satu sajian nasi goreng khas Indonesia, yaitu Nasi Goreng Mawut, memadukan kelezatan nasi goreng dan mie goreng dalam satu sajian. Namanya yang unik memang menunjukkan keistimewaan sajian nasi goreng ini. Bayangkan saja, mie basah ditambahkan dalam nasi goreng bersama kol, sayuran, dan suwiran daging ayam. Bahan-bahan lain seperti sosis, daun bawang, atau bahan lan kesukaan Anda juga bisa Anda tambahkan. Pasti mengenyangkan, bukan? Nasi Goreng Mawut adalah sajian nasi goreng yang dikenal juga sebagai Nasi Goreng Magelangan. Ada sumber yang mengatakan nasi goreng ini merupakan sajian khas Malang, tapi ada juga sumber yang menyebutkan Magelang sebagai kota asal sajian ini. Yang pasti, nasi goreng ini memang berasal dari Jawa, karena memiliki gaya yang mirip dengan Nasi Goreng Jawa. Bumbu yang digunakan pun serupa dengan bumbu Nasi Goreng Jawa, yaitu bawang putih, bawang merah, cabai, dan terasi. Pembeda utama antara Nasi Goreng Mawut dengan Nasi Goreng Jawa adalah penambahan mie basah yang membuat sajian nasi goreng menjadi semakin unik dan menarik.   Ingin mencoba membuat Nasi Goreng Mawut sendiri? Walaupun relatif mudah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat Nasi Goreng Mawut, di antaranya: 1. Pilih mie yang tepat Mie yang digunakan dalam Nasi Goreng Mawut biasanya adalah mie basah. Untuk memilih mie yang berkualitas dan aman dikonsumsi, pilih mie dengan warna kuning yang tidak terlalu terang. Warna kuning pucat justru menunjukkan bahwa tidak mengandung pewarna tambahan. Pastikan pula mie masih segar dan tidak berlendir ataupun berbau. Sebagai alternatif, Anda bisa menggantikan mie basah dengan mie bulat atau mie telur. 2. Olah mie dengan benar Sebelum diolah bersama-sama dengan bahan nasi goreng lainnya, mie memang harus dimasak terlebih dulu. Bila Anda menggunakan mie basah, mie cukup diseduh dengan air panas selama beberapa saat. Sedangkan kalau Anda menggunakan mie telur kering, rebus dulu mie selama beberapa menit hingga melunak. Ingat, Anda tidak perlu memasak mie hingga matang, karena mie masih akan dipanaskan lagi bersama bahan nasi goreng lainnya. Bila mie sudah matang saat diolah dengan bahan nasi goreng lainnya, mie akan jadi terlalu lembek. 3. Jangan terlalu banyak menambahkan mie Rasio jumlah nasi dan mie yang Anda olah untuk membuat Nasi Goreng Mawut harus sesuai. Sajian yang Anda siapkan adalah nasi goreng, dan bukan mie goreng. Jadi jangan terlalu banyak menambahkan mie, ya. Perkiraan rasio yang tepat adalah sekitar 100 gram mie untuk tiap 2 piring nasi putih. Masalah yang paling umum terjadi bila Nasi Goreng Mawut diolah dengan cara yang salah adalah mie yang terlalu matang, sehingga menjadi lembek saat disajikan dalam nasi goreng. Namun, masalah ini bisa Anda hindari dengan mengikuti tips di atas. Setelah mengetahui tips-tips di atas, Anda siap membuat Nasi Goreng Mawut nan nikmat di rumah. Cara membuatnya tidak jauh berbeda dengan cara membuat nasi goreng lain, kok. Bumbu halus yang terbuat dari bawang merah, bawang putih, terasi, dan cabai ditumis hingga harum. Setelah itu, masukkan bahan-bahan nasi goreng seperti suwiran ayam, daun bawang, sawi, telur, nasi, dan mie. Jangan lupa tambahkan bumbu tambahan yang akan menyedapkan sajian nasi goreng, seperti Bango Kecap Manis. Nasi Goreng Mawut pun tersaji dengan mudah. Selamat mencoba!   Social Media Post Facebook Post: Anda lebih suka makan nasi goreng atau mie goreng? Anda yang menyukai keduanya pasti menyukai sajian Nasi Goreng Mawut yang memadukan kelezatan nasi goreng dan mie goreng dalam 1 piring. Bagaimana cara membuatnya?   Twitter Post: Perpaduan lezat dari nasi goreng dan mie goreng menghasilkan Nasi Goreng Mawut. Kalau Anda ingin mencoba membuatnya di rumah, simak dulu tipsnya di sini.      Reference: pekanbaru.tribunnews.com/2016/10/04/nasi-goreng-mawut-adanya-hanya-di-indonesiakooliner.com/blog/menikmati-nasi-goreng-mawut-khas-malang/sajiansedap.grid.id/read/101864616/resep-nasi-goreng-magelangan-enak-campuran-mi-dan-nasi-yang-mantap-untuk-sarapan?page=allblueband.co.id/tips/ingin-makan-mie-dan-nasi-goreng-buat-saja-nasi-goreng-mawut/

Semangkuk Soto Padang Legendaris

Oct 14, 2019

Semangkuk Soto Padang Legendaris

Walaupun merupakan negara tropis, Indonesia tidak kekurangan pilihan sajian berkuah yang bisa menghangatkan tubuh. Berbagai variasi sajian semur, sop, mie, bakso, dll bisa jadi andalan saat udara terasa lebih dingin. Tapi dari semua macam sajian berkuah tersebut, ada satu hidangan yang variasinya begitu beragam hingga bisa ditemukan di berbagai daerah, yaitu sajian soto. Dari sekian banyak ragam sajian soto di Indonesia, salah satu yang paling populer adalah Soto Padang. SEJARAH SOTO DI INDONESIA Seperti banyak kuliner lain di Indonesia, soto merupakan hasil akulturasi budaya antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat pendatang. Soto muncul sebagai hasil interaksi masyarakat Indonesia dengan bangsa Tiongkok yang datang ke Indonesia. Menurut Dennys Lombard dalam buku “Nusa Jawa: Silang Budaya”, soto merupakan transformasi dari hidangan Tiongkok yang disebut Caudo. Itu pula sebabnya soto memiliki beberapa nama panggilan yang berbeda di beberapa daerah, seperti Coto di Makassar, Tauto di Pekalongan, dll. Tapi di sebagian besar daerah di Indonesia, nama ‘Caudo’ berubah jadi ‘Soto’. Caudo yang masuk ke Indonesia bersama bangsa Tiongkok pun mengalami perubahan sesuai dengan budaya dan selera masyarakat Indonesia di tiap daerah. Ada soto yang menggunakan santan, ada yang tidak. Ada soto yang menggunakan daging tanpa jeroan, ada soto yang menjadikan jeroan sebagai isian utamanya. Ada begitu banyak varian soto di Indonesia dengan keunikan dan keistimewaannya masing-masing, bahkan membuat sajian soto tersebut menjadi masakan khas dari tiap daerah. KEUNIKAN SOTO PADANG Kalau bicara soal kuliner Minang, kita akan langsung teringat sajian seperti rendang atau Sate Padang. Tapi popularitas Soto Padang tidak kalah dengan 2 sajian tersebut. Maklum, penggemar Soto Padang memang tidak sedikit. Di antara berbagai sajian soto dari Indonesia, Soto Padang berhasil tampil beda dengan banyak keunikan dan kelezatan khas yang tidak ditemukan di sajian soto lain dari Indonesia. Apa saja keunikan Soto Padang? 1. Cara pengolahan Varian soto yang menggunakan isian daging sapi memang bukan cuma Soto Padang. Tapi yang menjadi pembeda pada sajian Soto Padang adalah daging sapi dalam Soto Padang terasa lebih renyah. Tekstur renyah ini didapat karena daging sapi yang menjadi isian Soto Padang dipotong kecil-kecil dulu dan dibuat menjadi dendeng dulu. Setelah itu, daging sapi digoreng, sebelum akhirnya dicampur dengan kaldu dan bahan-bahan soto lainnya. Tahapan penggorengan inilah yang membuat daging sapi pada Soto Padang terasa renyah, walaupun tentu tetap empuk dan tidak keras. 2. Bumbu kaldu Kaldu Soto Padang merupakan kaldu sapi yang dibumbui dengan beberapa bahan yang sering dijumpai dalam berbagai resep soto, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri, dll. Namun, rasa kuah kaldu Soto Padang jadi semakin kaya dengan penambahan berbagai rempah bunga lawang, cengkeh, dan kapulaga. Bahan seperti daun jeruk, daun salam, dan sereh pun digunakan, memberikan rasa segar pada kuah kaldu Soto Padang. Beberapa resep juga menyebutkan penambahan cuka, sehingga rasa kuah kaldu Soto Padang terasa sedikit asam, namun segar. 3. Bahan pendamping Sejalan dengan banyaknya ragam soto di Indonesia, banyak pula ragam jenis kerupuk yang mendampingi hidangan soto, mulai dari kerupuk udang, emping, kerupuk beras (gendar), dll. Tapi kerupuk yang jadi teman setia Soto Padang adalah kerupuk merah muda yang terbuat dari tepung tapioka. Uniknya, kerupuk merah muda ini bisa disajikan bersama soun, daging sapi, dan bahan isian soto lainnya di dalam mangkuk, sehingga kerupuk disiram oleh kuah kaldu soto yang masih panas. Kerupuk memang jadi lembek dan tidak renyah akibat terkena guyuran kuah. Tapi hasilnya adalah kerupuk yang kenyal dan gurih, sehingga memperkaya cita rasa Soto Padang. Untuk Anda yang menyukai kerupuk yang renyah, tak usah khawatir, karena biasanya ada kerupuk merah jambu yang disajikan secara terpisah pula.SOTO PADANG NIKMAT DI JAKARTA Karena popularitasnya, Soto Padang cukup mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Anda yang ingin menikmati kelezatan Soto Padang tak perlu harus jauh-jauh ke Padang, kok. Ada banyak tempat yang menyediakan Soto Padang yang nikmat. Di Jakarta, ada beberapa tempat yang selalu jadi andalan untuk mencari Soto Padang yang lezat dan otentik, di antaranya: 1. Soto Padang H. St. Mangkuto Restoran yang satu ini bisa dibilang legendaris di Jakarta. Alm. Bondan Winarno dalam bukunya “100 Maknyus Jakarta” bahkan menyebut Soto Padang H. St. Mangkuto sebagai perintis Soto Padang di Jakarta. Maklum, restoran H. St. Mangkuto ini sudah menjual Soto Padang di Jakarta sejak tahun 1966. Sebelum pindah ke Jakarta, usaha keluarga ini sudah mulai menjual soto di Padang sejak tahun 1942. Selama bertahun-tahun berjualan Soto Padang, racikan bumbu di restoran ini bahkan tidak berubah sampai sekarang. Saking populernya Soto Padang di restoran ini, tidak sedikit orang dari wilayah lain di Jakarta yang rela datang ke restoran yang berlokasi di Pasar Baru ini untuk menikmati semangkuk Soto Padang H. Mangkuto. Pejabat dan selebritis pun tak jarang jadi pelanggan di restoran ini. Soto Padang memang menjadi menu andalan restoran ini. Restoran ini bahkan tidak menyajikan menu lain selain Soto Padang. Menu sate Padang dan nasi goreng rendang baru beberapa tahun belakangan ini hadir di restoran tersebut akibat tingginya permintaan. Jadi, kualitas dan rasa Soto Padang H. Mangkuto tentu terjaga. Selain itu, walaupun populer dan banyak dicari, restoran Soto Padang H. St. Mangkuto hanya memiliki 2 cabang, yaitu di Pasar Baru dan Kebayoran. Semuanya demi menjaga kualitas dan rasa hidangan! Kunci kesuksesan Soto Padang H. St. Mangkuto adalah pemakaian berbagai bumbu dan rempah yang digunakan untuk membuat kuah kaldunya. Konon, soto Padang di restoran ini dibuat dengan 3 bumbu dasar, yaitu bumbu kering, bumbu basah, dan bumbu tumis. Itulah sebabnya kuah kaldu Soto Padang H. St. Mangkuto terasa lebih kental dan kaya rasa. Selain itu, daging sapi yang menjadi isian Soto Padang juga sangat renyah. Tekstur daging sapi ini didapat setelah proses perebusan selama 1 jam dan proses menggoreng selama 1 jam! Kelezatan Soto Padang H. Mangkuto memang sudah diakui banyak orang. Apakah Anda sudah pernah mencobanya? 2. Soto Padang RM. Bunda Di daerah Bendungan Hilir, ada sebuah restoran yang punya banyak pelanggan setia akibat menu Soto Padang-nya yang lezat, yaitu RM Bunda. Salah satu keistimewaan Soto Padang di restoran ini adalah pelanggan bisa memilih isian Soto Padang yang mereka inginkan. Ada 3 pilihan Soto Padang yang bisa dipilih pelanggan, yaitu Soto Padang Daging, Soto Padang Paru, dan Soto Padang Campur. Penambahan paru sebagai isian soto tentu menambah kelezatan dan rasa gurih soto. Selain Soto Padang, restoran ini juga menyediakan banyak menu lainnya, seperti ketupat sayur, nasi goreng, mie rebus, dan kuliner Minang lainnya. Selain itu, ada menu pisang goreng ketan yang juga banyak penggemarnya. Jadi, ada banyak pilihan sajian yang bisa menikmati Soto Padang yang Anda pesan di rumah makan ini. 3. Soto Padang H. Ajo Manih Walau disiapkan dengan berbagai bumbu dan rempah, soto padang pun memiliki sedikit variasi. Ada Soto Padang yang memiliki kuah kaldu yang bening, ada yang memiliki kuah kaldu kental dan kecoklatan. Nah, Soto Padang H. Ajo Manih ini merupakan tipe Soto Padang yang memiliki kuah kaldu bening. Namun walaupun kuahnya bening, bukan berarti kuah kaldunya tidak kaya rasa, lho. Soto Padang H. Ajo Manih yang terletak di Rawamangun ini tetap lezat dan tidak kalah populer dengan sajian Sate Padang-nya yang juga banyak penggemarnya. Jadi, saat Anda mampir ke rumah makan ini, jangan hanya memesan Sate Padang-nya saja. 4. Soto Padang Cik Uniang Rumah makan Cik Uniang berada di Jembatan Penghubung ITC-Mal Ambassador. Rumah makan ini tidak hanya menyajikan Soto Padang saja, tapi juga kuliner Minang lain seperti kepala kakap, rendang, otak ikan, dll. Namun, menu Soto Padang merupakan salah satu menu yang populer di rumah makan ini, hingga cepat terjual habis. Walaupun rumah makan beroperasi hingga jam 8 malam, menu Soto Padang di rumah makan ini biasanya sudah terjual habis pada jam makan siang. Jadi, Anda yang ingin mencicipi Soto Padang di sini sebaiknya datang dari siang, ya. Apa yang membuat Soto Padang Cik Uniang begitu istimewa? Ternyata rasa gurih kuah kaldu Soto Padang yang keruh kental menjadi daya tarik utama. Cita rasa kuah kaldu Soto Padang ini tidak hanya didapat dari berbagai bumbu dan rempah yang digunakan, tapi juga dari penambahan sumsum sapi dalam rebusan tulang saat membuat kuah kaldu soto. Tak heran kalau cita rasanya begitu lezat! 5. Soto Padang Minang Nusantara Warung Soto Padang di daerah Gandaria ini hanya beroperasi di malam hari, tepatnya dari jam 5 sore hingga jam 1 malam. Cita rasa kuah kaldunya sangat mantap berkat bumbu dan rempah yang konon didatangkan langsung dari Padang. Dilengkapi dengan daging dendeng, paru, soun, perkedel, dan irisan daun bawang, Soto Padang ini siap menghangatkan tubuh dan memuaskan lidah Anda.   MEMBUAT SOTO PADANG SENDIRI Soto Padang memang tidak sulit dicari di Jakarta. Tapi Anda pun bisa mencoba membuat Soto Padang sendiri di rumah. Proses yang cukup membutuhkan waktu adalah tahap pembuatan kuah kaldu, karena daging sapi perlu direbus selama beberapa saat bersama bumbu dan rempah untuk membuat kuah kaldu yang gurih dan lezat. Setelah itu, daging sapi yang telah direbus kemudian dipotong kecil, lalu digoreng. Tapi waktu dan usaha yang Anda lakukan untuk membuat kuah kaldu ini pasti sebanding dengan cita rasa sajian yang Anda siapkan. Selain menyiapkan kuah kaldu dan daging sapi, jangan lupa juga menyiapkan bahan tambahan lain seperti perkedel, soun, kerupuk, dll. Sajian Soto Padang lezat pun siap untuk keluarga Anda. Selamat mencoba! Sumber : saribundo.biz/ini-khasnya-soto-padang-tanah-andalas.html travel.tempo.co/read/1081729/soto-padang-kuah-cabai-dan-kerupuk-merah-jambunya-yang-khas/full&view=ok food.detik.com/info-kuliner/d-4439437/diracik-sejak-tahun-1942-soto-padang-h-st-mangkuto-tak-pernah-berubah-rasanya kumparan.com/@kumparanfood/hmm-gurihnya-kuah-kaldu-soto-padang-legendaris-h-st-mangkuto-1r2stvhbDvT travel.kompas.com/read/2013/08/13/0838269/Soto.Padang.Legendaris. wartakota.tribunnews.com/2013/04/20/pisang-goreng-ala-rm-bunda-bendungan-hilir travel.kompas.com/read/2011/05/09/08112518/Lezatnya.Soto.Padang.dan.Pisang.Ketan food.detik.com/info-kuliner/d-3214529/soto-padang-yang-segar-berempah-ada-di-4-tempat-ini lifestyle.kontan.co.id/news/rasa-sotonya-bikin-tambuah-ciek-terus nibble.id/blog/7-soto-padang-di-jakarta-yang-lamak-bana/

Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat Khas Purwakarta

Mar 16, 2020

Mengenal Sate Maranggi Lebih Dekat Khas Purwakarta

Variasi sajian sate di Indonesia memang sangat beragam. Tiap jenis sate memiliki kelezatan tersendiri yang datang dari jenis daging, bumbu bakar sate, hingga cara memasak sate yang berbeda-beda. Dari sekian banyak jenis sate yang ada di Indonesia, bisa dibilang Sate Maranggi termasuk jenis sate yang paling populer.Popularitas Sate Maranggi bahkan semakin mendunia ketika sate ini menjadi sajian yang dinikmati oleh Presiden Jokowi dalam sebuah pertemuan dengan para CEO di Korea Selatan pada tahun 2016 lalu. Kelezatan Sate Maranggi memang cocok dengan lidah dan selera siapa saja. Terbukti pula dengan terpilihnya Sate Maranggi sebagai salah satu makanan terenak menurut Kemenparekraf pada 14 Desember 2012 lalu. Selain itu, Sate Maranggi juga terpilih menjadi satu dari 8 jajanan kaki lima favorit versi CNN. Tak perlu lagi meragukan kelezatan dan popularitas Sate Maranggi, bukan? Sebenarnya apa yang membuat Sate Maranggi begitu lezat dan istimewa? Lalu, darimana asal usul Sate Maranggi hingga akhirnya menjadi sajian khas di Indonesia?ASAL-USUL SATE MARANGGISate Maranggi dikenal sebagai kuliner khas yang berasal dari Purwakarta. Menurut sejarah, Sate Maranggi memiliki filosofi "Tiga Daging Setusuk" yang melambangkan Tri Tangtu, yaitu tekad, ucap, dan tindakan dalam bahasa Sunda. Itu sebabnya tiap tusuk Sate Maranggi terdiri dari 3 potongan daging berukuran besar. Namun, jika kita mencari tahu tentang sejarah Sate Maranggi, ternyata ada berbagai kisah berbeda yang sama-sama diklaim sebagai asal-usul Sate Maranggi.Kisah yang pertama menyebutkan bahwa Sate Maranggi merupakan hasil asimilasi budaya Indonesia dan Tiongkok. Menurut Chef Haryo Pramoe, Sate Maranggi dibawa oleh pendatang dari Cina yang menetap di daerah Jawa Barat. Awalnya, Sate Maranggi dibuat dengan daging babi. Namun ketika ajaran Islam masuk, Sate Maranggi pun tak lagi menggunakan daging babi, melainkan digantikan dengan daging sapi. Sejarah Sate Maranggi ini bisa dilihat dari bumbu rempah Sate Maranggi yang sama dengan bumbu yang digunakan pada dendeng babi dan dendeng aya, yang dijual di Cina.Sedangkan, kisah yang kedua menyatakan bahwa Sate Maranggi asli berasal dari Indonesia. Menurut Dedi Mulyadi, budayawan Sunda, nama ‘Maranggi’ didapat dari penjual Sate Maranggi pada jaman dahulu yang bernama Mak Ranggi. Kisah ini juga disebutkan oleh Heri Apandi, seorang pemilik rumah makan Sate Maranggi di Purwakarta. Menurutnya, karena pada jaman dahulu tidak ada lemari es, maka Mak Ranggi berusaha mengawetkan daging domba dengan cara didendeng menggunakan bumbu rempah. Setelah itu, daging domba kemudian dimasak dengana dibakar. Hasilnya adalah Sate Maranggi yang unik. Karena rasanya yang enak, popularitas Sate Maranggi pun terus menyebar. Ketika Mak Ranggi menjual satenya, para pelanggan sangat menyukainya. Dari situlah nama “Sate Mak Ranggi” lama-lama berubah menjadi “Sate Maranggi”.Lalu, ada pula kisah ketiga yang menyebutkan bahwa Sate Maranggi adalah hasil kreasi para pekerja peternakan domba di Kecamatan Plered. Para pekerja ini biasanya hanya mendapatkan daging sisa dari peternakan domba tempat mereka bekerja. Mereka pun berusaha agar daging domba sisa ini tetap terasa lezat. Caranya, mereka memotong daging domba dalam potongan kecil-kecil, lalu merendamnya dalam racikan rempah dan sedikit gula aren. Bumbu ini membantu menjaga daging domba tetap awet dan menambah cita rasa daging domba. Cara pembuatan sate inilah yang kemudian melahirkan Sate Maranggi yang lezat. Mungkin kita tidak bisa mengetahui dengan pasti kisah mana yang benar-benar merupakan sejarah dari asal-usul Sate Maranggi yang sebenarnya. Namun, hal ini tentu tidak akan menghalangi kita dari menikmati kelezatan Sate Maranggi, bukan?VARIASI SATE MARANGGISeperti yang telah disebutkan di atas, Sate Maranggi merupakan makanan khas yang berasal dari Purwakarta. Namun, Sate Maranggi juga bisa ditemui di daerah Cianjur dengan bentuk yang sedikit berbeda. Perbedaan utama antara Sate Maranggi Purwakarta dengan Sate Maranggi Cianjur terletak pada cara penyajiannya. Sate Maranggi Purwakarta biasanya disajikan dengan kecap dan acar sambal tomat, sedangkan Sate Maranggi Cianjur disajikan bersama sambal oncom dan dinikmati dengan ketan bakar sebagai pengganti nasi. Selain itu, ada juga penjual Sate Maranggi yang memberi pilihan pada pelanggannya yang kurang menyukai rasa pedas, yaitu untuk mengganti sambal tomat dan kecap dengan sambal kacang.Walaupun ada beberapa variasi Sate Maranggi seperti yang telah disebutkan di atas, bumbu Sate Maranggi dari rempah-rempah dan gula aren tetap menjadi ciri khas yang menjadi dasar pembuatan setiap jenis Sate Maranggi. Lalu, variasi Sate Maranggi yang mana yang jadi kesukaan Anda?KEISTIMEWAAN SATE MARANGGISate Maranggi sangat populer karena cita rasanya yang sangat kaya dan berbeda dengan jenis sate lainnya. Walaupun sama-sama merupakan daging yang dibakar di atas arang, tapi cita rasa Sate Maranggi memang sangat berbeda dengan jenis sate lainnya. Keistimewaan ini datang dari banyak hal, di antaranya:1.Proses memasakSate Maranggi terasa begitu nikmat karena bumbunya terasa meresap ke dalam daging, sehingga sate tetap terasa nikmat walaupun disantap tanpa bumbu tambahan. Hal ini bisa didapat karena daging untuk Sate Maranggi direndam dulu dalam bumbu sebelum dibakar. Proses perendaman bisa berlangsung selama 30 menit hingga 1 jam. Selama sate dibakar, bumbu juga terus dioleskan kembali ke atas daging. Itulah sebabnya bumbu bakar Sate Maranggi sangat meresap ke dalam daging sate.2.Bumbu bakar sateProses marinasi daging Sate Maranggi tentu akan sia-sia kalau bumbu bakar sate kurang lezat, bukan? Karena itulah, Sate Maranggi dibumbui dengan berbagai rempah yang tak hanya menambah cita rasa, tapi juga aroma sate. Bumbu bakar sate ini terdiri dari jahe, kunyit, ketumbar, lengkuas, cuka lahang, dan Bango Kecap Manis yang dihaluskan. Bawang merah, bawang putih, dan gula merah juga bisa ditambahkan sebagai bumbu bakar Sate Maranggi. Bahan yang paling unik adalah bunga kecombrang dan tepung ketan yang membuat Sate Maranggi terasa semakin mantap. Aroma daging kambing yang kuat pun jadi berkurang setelah dibumbui dengan bumbu bakar Sate Maranggi ini. 3.Bumbu acarSelain bumbu bakar sate, bumbu yang disajikan bersama Sate Maranggi juga menjadi ciri khasnya. Kebanyakan jenis sate biasanya disajikan dengan bumbu kacang. Tapi seperti yang disebutkan sebelumnya, Sate Maranggi bisa dinikmati tanpa bumbu kacang tambahan, karena rasa bumbu bakarnya yang begitu meresap. Itulah sebabnya Sate Maranggi disajikan bersama bumbu yang disebut bumbu acar Sate Maranggi. Bumbu ini terbuat dari irisan tomat, cabe rawit, bawang merah, kecap serta daun kemangi. Irisan tomat memberikan rasa segar pada Sate Maranggi, sedangkan cabe rawit tentu disukai oleh Anda yang menggemari rasa pedas. Lalu, daun kemangi yang harum berpadu dengan aroma Sate Maranggi dijamin akan menggoda selera Anda.WARUNG SATE MARANGGI POPULERKarena popularitasnya, penjual sate yang menyajikan Sate Maranggi tidak hanya bisa ditemukan di Purwakarta saja. Namun, tentunya ada warung Sate Maranggi yang terkenal karena kelezatan sate yang dijualnya. Ingin mencoba Sate Maranggi? Coba saja mampir ke beberapa warung Sate Maranggi berikut ini:1.Sate Maranggi Haji YettySalah satu warung Sate Maranggi yang paling terkenal tentu saja berlokasi di kota asalnya, yaitu di Purwakarta. Warung Sate Maranggi Haji Yetty sudah berdiri sejak tahun 1985 dan berlokasi di Cibungur, Purwakarta. Walau berlokasi di Purwakarta, pelanggan Sate Maranggi Haji Yetty datang dari berbagai kota. Bahkan tidak sedikit pengendara yang melewati jalan tol Purbaleunyi yang sengaja keluar dari tol demi singgah di warung ini untuk menikmati Sate Maranggi. Pada saat Lebaran, Sate Maranggi Haji Yetty bahkan bisa menjual hingga 2 ton daging sapi dan daging kambing. Sedangkan pada hari biasa, warung sate ini menghabiskan sekitar 4 kuintal daging sapi dan kambing.2.Sate Maranggi Pak NurKarena popularitasnya, Sate Maranggi Pak Nur memiliki beberapa cabang. Salah satunya adalah restoran yang berlokasi di Lengkong, Bandung. Di tempat makan ini, tersedia tiga menu Sate Maranggi, yaitu sate dengan daging kambing, daging ayam, dan daging sapi. Menu lain seperti sop iga, sop buntut, gule, dll juga tersedia di sini. Tapi tentunya yang menu yang harus dicoba Sate Maranggi-nya.3.Sate Maranggi Sari AsihSaat jam sibuk, warung Sate Maranggi Sari Asih benar-benar penuh dengan pelanggan. Warung sate ini bahkan bisa menjual lebih dari 3000 tusuk sate setiap hari. Walaupun warung sate penuh pelanggan, Anda tak perlu khawatir harus menunggu lama sampai sepiring Sate Maranggi tersaji di hadapan Anda. Warung Sate Maranggi Sari Asih yang berlokasi di Cisarua, Bogor ini memiliki banyak karyawan, sehingga pesanan sate akan siap dengan cepat. Lagipula, tidak ada salahnya menunggu sedikit lebih lama untuk menikmati sate Maranggi di warung ini. Selain lezat, keunikan Sate Maranggi Sari Asih adalah tersedianya menu ketan bakar yang bisa Anda nikmati bersama Sate Maranggi.4.Sate Maranggi Ibu YayahJakarta pun punya banyak warung Sate Maranggi yang lezat. Salah satunya adalah warung Sate Maranggi Ibu Yayah yang berlokasi di Komp. PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan. Warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 2001. Menurut sang pemilik, Sate Maranggi yang disajikan di warung ini adalah asli ala Plered, Purwakarta. Yang pasti, kelezatan Sate Maranggi di warung ini sudah diakui para pelanggan setia warung sate ini. Salah satunya adalah almarhum Bondan Winarno yang fotonya dipajang di warung sate ini.Masyarakat Indonesia memang sangat menyukai sate. Bagaimana tidak? Aroma sate yang sedang dibakar saja memang sangat mengundang selera. Selain itu, sate merupakan salah satu kuliner khas Indonesia yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Banyaknya variasi dan ragam sate di Indonesia menunjukkan bahwa sate bisa dibilang merupakan bagian dari budaya Indonesia, karena budaya setiap daerah menghasilkan variasi sate yang berbeda-beda.Sate Maranggi memang terasa istimewa berkat berbagai keunikannya yang membedakan sate ini dengan jenis sate lainnya. Bila bumbu lezat yang memberikan cita rasa Sate Maranggi dipadukan dengan daging yang segar dan empuk, Sate Maranggi lezat pun tersaji dan siap dinikmati.

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Mar 17, 2020

Mengenal Rujak Cingur Khas Surabaya

Surabaya bukan hanya terkenal dengan keindahan kotanya tetapi juga karena kekayaan kulinernya. Salah satu makanan khas Surabaya yang tak boleh Anda lewatkan adalah rujak cingur. Hidangan yang satu ini tak hanya unik karena terbuat dari cingur sapi, tetapi juga memiliki cita rasa yang khas dan sangat sedap. Apakah Anda sudah pernah mencicipi rujak cingur sebelumnya?Ulasan berikut ini akan membahas tentang rujak cingur khas Surabaya. Anda yang belum pernah mencicipinya pasti akan tergiur dan Anda yang sudah pernah mencobanya pasti ingin menyantapnya lagi.Resep Rujak Cingur Ternyata Berasal dari MesirBelum banyak orang yang tahu kalau resep rujak cingur awalnya berasal dari Mesir. Suatu hari, sang pemimpin Mesir yang bergelar Firaun Hanyokrowati sedang merayakan ulang tahun. Pada hari istimewa tersebut, sang Firaun memerintahkan seluruh juru masak istana agar membuat hidangan lezat untuk dirinya. Sayangnya, aneka hidangan koki kerajaan tersebut tak mampu menggugah selera sang raja.Tak lama kemudian, seorang pengawal kerajaan masuk ke istana dan berkata pada Firaun bahwa ada seseorang yang ingin menyajikan makanan spesial untuknya. Orang tersebut bernama Abdul Rozak, seorang pengembara lautan yang sedang terdampar di Mesir. Abdul Rozak membawa seporsi makanan yang dibungkus daun pisang dan sudah diperiksa oleh ahli kesehatan kerajaan. Makanan tersebut sudah dinyatakan aman dan layak dimakan raja.Tanpa pikir panjang, sang raja langsung menyantap makanan yang dibawa Abdul Rozak. Raja memakannya begitu lahap dan mulai bercucuran keringat karena rasa makanannya pedas dan nikmat. Saking senangnya, sang raja menghadiahkan sebuah kapal mewah, sebidang tanah, dan jabatan kepala juru masak istana untuk Abdul Rozak. Namun, Abdul Rozak hanya ingin menerima hadiah kapal untuk mengembara. Raja setuju dan mengajukan syarat agar Abdul Rozak mau memberikan resep masakan istimewa tersebut. Akhirnya, raja dan Abdul Rozak pun sepakat untuk saling bertukar resep dan kapal mewah.Abdul Rozak melanjutkan pengembaraannya hingga tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di Surabaya, Abdul Rozak juga mulai mempopulerkan resep makanan andalannya. Bahan dasar berupa cingur (mulut) unta sulit didapat dan mulai diganti dengan cingur sapi. Hasilnya, resep makanan Abdul Rozak semakin sedap dan disukai banyak orang. Masyarakat Surabaya yang sulit mengucapkan kata “Rozak” akhirnya menamai makanan itu dengan sebutan rujak cingur.   Tips Memilih, Membersihkan, dan Mengolah Cingur SapiSecara harfiah, cingur didefinisikan sebagai bagian hidung dan mulut atas sapi. Bahan makanan yang satu ini memang jarang diolah menjadi aneka jenis hidangan. Namun, cita rasanya istimewa dan membuat rujak cingur terasa makin sempurna. Memilih, membersihkan, dan mengolah cingur sapi juga tidak sulit kalau Anda sudah tahu caranya. Yuk, simak dulu tips-tips ini supaya nanti Anda bisa membuat rujak cingur sendiri di rumah:1. Memilih Cingur Sapi SegarCingur sapi yang masih segar biasanya berwarna kecokelatan, berbentuk utuh karena belum dipotong, dan bertekstur kenyal. Aromanya juga segar dan tidak berbau menyengat. Jadi, Anda wajib menghindari cingur yang teksturnya lembek, berair, dan mulai mengeluarkan bau tak sedap karena ciri-ciri tersebut menunjukkan kalau cingur sudah tak segar. Agar Anda tak kerepotan saat mengolahnya, Anda bisa meminta bantuan penjual daging sapi untuk memotong cingur besar menjadi potongan-potongan yang lebih kecil.2. Membersihkan Cingur SapiLangkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah membersihkan cingur sapi. Gunakan air mengalir untuk membersihkan seluruh bagian cingur sapi sampai tuntas. Jangan sampai ada lendir atau kotoran yang tertinggal pada sela-sela cingur. Selanjutnya, cingur yang sudah dicuci bersih bisa segera diolah ke tahap selanjutnya.3. Merebus Cingur SapiSebelum bisa diolah menjadi bahan utama rujak cingur, Anda harus merebus cingur sapi terlebih dahulu. Rebuslah potongan-potongan cingur bersama daun salam, serai yang sudah dimemarkan, dan sedikit garam. Penggunaan daun salam dan serai penting untuk menghilangkan bau khas pada cingur sapi. Rebuslah cingur sapi dalam waktu lama (minimal 30 menit) supaya teksturnya jadi empuk dan tambahkan Royco Bumbu Pelezat Rasa Sapi. Cingur yang sudah matang dan empuk dapat segera diangkat dari air rebusan. Diamkan sejenak agar uap panasnya hilang sebelum Anda mulai memotong cingur tersebut menjadi potongan berbentuk dadu kecil.4. Dua Cara Penyajian Rujak CingurRujak cingur sapi ternyata biasanya disajikan dengan dua cara penyajian. Masing-masing cara penyajian tersebut terdiri dari bahan isian yang berbeda, yaitu:Rujak cingur mentahan: jenis rujak cingur yang satu ini biasanya terdiri dari buah-buahan. Buah yang sering digunakan yaitu timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: berbeda dengan mentahan, rujak cingur matengan terdiri dari aneka sayuran dan bahan matang lainnya seperti aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Rujak cingur matengan biasanya juga ditambah potongan lontong supaya porsinya jadi besar dan lebih mengenyangkan. Jika dilihat sekilas, rujak cingur matengan memang mirip gado-gado tetapi cita rasanya sangat berbeda.Mengenal Petis: Bumbu Utama Rujak CingurApakah Anda familiar dengan petis? Petis merupakan bumbu utama yang harus ada dalam proses pembuatan rujak cingur. Bumbu rujak cingur ini merupakan produk turunan hasil olahan hidangan laut ( seperti ikan, udang, atau kerang). Air rebusan hidangan laut diolah kembali hingga menjadi saus yang berwarna gelap dan kental. Proses perebusannya membutuhkan waktu lama dan harus diberi tambahan bahan berupa gula tradisional yang dibuat di batok kelapa.Selain memiliki rasa gurih dan aroma hidangan laut yang khas, petis juga memiliki sedikit cita rasa manis. Penggunaan petis pada aneka hidangan khas Surabaya membuat cita rasanya jadi gurih, beraroma khas, dan sangat berbeda dengan hidangan lain yang bahan dasarnya hampir sama. Jenis petis yang paling sering digunakan untuk rujak cingur adalah petis udang.Bahan-Bahan untuk Membuat Rujak CingurRujak cingur sapi khas Surabaya membutuhkan beberapa bahan sederhana yaitu:Bahan Bumbu:Petis udang secukupnyaKacang tanah goreng yang sudah dihaluskanCabai rawit yang jumlahnya disesuaikan dengan seleraAir asam JawaTerasi goreng1 buah pisang batu yang diiris-iris (jika ada)Garam, gula, dan kaldu penyedap rasa secukupnyaSemua bahan tersebut harus diulek hingga halus sebelum dicampurkan dengan cingur sapi, buah-buahan, sayuran, dan bahan lainnya.Bahan IsianCingur sapi yang sudah direbus dan dipotong berbentuk dadu.Rujak cingur mentahan: timun, belimbing, nanas, bengkuang, mangga, dan jambu monyet (jika sedang musim).Rujak cingur matengan: aneka sayuran rebus (tauge, kangkung, kacang panjang) potongan timun, serta tahu dan tempe goreng. Sayuran yang digunakan dalam rujak cingur sebaiknya tidak direbus terlalu lama supaya teksturnya tetap renyah dan kandungan gizinya tidak hilang. Jenis rujak cingur ini juga cocok ditambahkan potongan lontong supaya lebih mengenyangkan. Namun, ada pula orang yang suka menyantap rujak cingur matengan dengan nasi hangat.Bahan pelengkap lainnya berupa taburan bawang goreng dan kerupuk.Mengulik Kandungan Gizi dan Manfaat Konsumsi Rujak CingurRujak cingur sapi memiliki kandungan gizi yang lengkap karena terdiri bahan dasar yang beraneka ragam. Anda pasti tak ragu lagi menyantap makanan khas Surabaya yang satu ini setelah mengetahui fakta tentang kandungan gizi dan manfaatnya, yaitu:Menjaga Kesehatan Kulit dan RambutCingur merupakan bagian tubuh sapi yang banyak mengandung kolagen. Asupan kolagen bagi tubuh sangat bermanfaat untuk menjaga elastisitas kulit dan kesehatan rambut. Bila tubuh Anda mendapatkan asupan kolagen dalam jumlah cukup, Anda akan terhindar dari risiko penuaan dini. Kulit akan senantiasa elastis dan rambut pun sehat tanpa kerontokan parah meskipun usia bertambah.Sumber Energi untuk BeraktivitasKandungan kalori yang terdapat dalam rujak cingur berasal dari bumbu, cingur sapi, dan penambahan lontong atau nasi. Bahan-bahan tersebut membuat rujak cingur menjadi hidangan mengenyangkan yang bisa menjadi asupan sumber energi untuk mendukung aktivitas Anda. Jika sedang tak ingin makan nasi, seporsi rujak cingur cukup untuk menggantikan satu kali porsi makan berat.Memperlancar Sistem PencernaanAnda tak perlu khawatir akan sembelit atau mengalami masalah pencernaan lainnya kalau Anda menyukai rujak cingur. Sayuran yang terdapat dalam hidangan tersebut mengandung asupan serat yang baik untuk memperlancar sistem pencernaan. Risiko sembelit dan penyakit pencernaan lainnya dapat diminimalkan dengan mengonsumsi sayuran dalam jumlah seimbang setiap hari. Sayuran yang diolah dalam bentuk rujak cingur pasti membuat Anda tak bosan menyantapnya.Memenuhi Kebutuhan Protein Bagi TubuhKandungan protein dalam rujak cingur berasal dari berbagai jenis bahan, yaitu cingur sapi, petis, kacang tanah, serta tempe dan tahu goreng. Asupan protein tersebut penting untuk mendukung regenerasi sel-sel tubuh, memenuhi kebutuhan gizi otak, dan memaksimalkan proses pembentukan otot. Asupan protein dibutuhkan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Anda yang sedang bertekad hidup sehat dan menambah massa otot juga cocok menyantap rujak cingur yang kaya kandungan protein. Karena makanan sehat tak selalu identik dengan rasa yang hambar dan membosankan.Memberikan Asupan Vitamin dan Mineral Bagi TubuhRujak cingur juga kaya kandungan vitamin dan mineral karena terdiri dari beragam bahan makanan bergizi. Anda bisa mendapatkan asupan vitamin A, B, C, E, serta sejumlah mineral lainnya yang penting untuk mendukung metabolisme dan sistem daya tahan tubuh. Menikmati seporsi rujak cingur sama seperti menyantap porsi makanan lengkap yang terdiri dari sumber karbohidrat, asupan protein, sayuran, atau buah-buahan. Beberapa tahun lalu, rujak cingur Surabaya mendapatkan penghargaan sebagai makanan penuh gizi baik di ajang seminar Nasional Pangan dan Gizi 2013. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan serangkaian pengamatan dari literatur buku hingga kunjungan lapangan langsung ke penjual rujak cingur. Tak cuma sedap, rujak cingur memang kaya kandungan gizi dan cocok menjadi kebanggaan Surabaya.Jadi, kapan Anda akan mencoba membuat rujak cingur sendiri di rumah? Bahan-bahannya mudah didapat dan proses pembuatannya tidak sulit. Nanti, Anda tak perlu lagi jauh-jauh liburan ke Surabaya jika kangen dengan cita rasa rujak cingur sapi yang legendaris. Rujak cingur istimewa buatan Anda pasti disukai keluarga.